TALAK

TALAK
Part 248TALAK


__ADS_3

Selesai sholat magrib pak Catur memilih untuk berbaring karena capek, ya aku paham jika dia kecapek an seharian bekerja di kantor dan di tengah malam dia juga harus menuruti ngidamku, dia baru tidur biasanya di jam satu atau jam dua dini hari, selesai sholat subuh dia tidak tidur dia memilih untuk mengaji Al qur'an.


Aku menemani Afwa dan Afwi sedang Afriana sedang belajar dengan guru lesnya di kamarnya, karena capek seharian penuh mereka bermain Afwa dan Afwi tidur lebih cepat dari biasanya, begitu si kembar sudah tidur aku melihat Afriana yang baru saja selesai belajar, sedangkan Pak Catur sejak selesai sholat isya dia berada di ruang kerjanya, karena menang masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan segera.


"Sudah selesai Af?" tanyaku lembut.


"Sudah buk," jawab Afriana yang sudah merapikan meja belajarnya.


"Banyak nggak tugasnya hari ini?" tanyaku.


"Lumayan, Buk tapi alhamdulillah bisa terselesaikan dengan baik." jawab Afriana.


"Syukurlah, Ibuk senang dengarnya mau tidur sekarang apa nanti?" tanyaku.


"Aku sudah capek buk, aku ngantuk sekali." keluh Afriana, ya aku melihat mata Afriana yang sudah memerah.


"Ya sudah ayo ibuk temani," ucapku "Jangan lupa gosok gigi dan cuci tangan." perintahku.


"Siap Ibuk, Bunda." jawab Afriana senang.


"Kok Ibuk bunda sih !" keluhku pura Pura tidak setuju.


"Kan Ibuk itu panggilan dari Afri, kalau bunda itu panggilan dari adik-adik," jelas Afriana percaya diri.


Aku hanya menanggapi dengan geleng-geleng kepala, kini Afriana sudah kembali ceria, tidak seperti kemarin-kenarin, ketika Afriana sedang gosok gigi aku tata bantal dan guling untuk Afriana.


"Treeeteeett teettt selesai." seru Afriana girang.


"Ayo sini cepat tidur," perintahku pada Afriana.


"Aku mau lihat ayah dulu ya," pinta Afriana sangat antusias.


"Kamu gak ngantuk ?" tanyaku.

__ADS_1


"Ngantuk, tapi aku kepingin lihat ayah dulu." Afriana tetap kekeh dengan kemauannya.


"Baiklah kita lihat ayah dulu ya," aku akhirnya menurut.


Kami berdua menuju kamar atas untuk melihat pak Catur yang sedang bekerjadi ruang kerjanya.


"Ayah Afri, kangen," seru Afriana begitu membuka handel pintu ruang kerja Pak catur.


"Sini anak ayah peluk ayah dulu, sudah selesai belum PR nya?" tanya pak Catur lembut.


"Sudah ayah," manja Afriana.


" Sudah malam ayo cepetan tidur, tidur sama ibuk apa, tidur bareng ayah?" ucap Pak Catur memberi pilihan pada pak Catur.


"Sendiri, tapi ibuk temani dulu." pinta Afriana.


"Ya sudah ayo pamit ayah kita segera tidur supaya besok tidak kesiangan." ajakku.


Afriana menurut perintahku, tanpa disuruh Afriana pamit pada pak Catur, kami berdua melangkah menuju kamar Afriana, seperti biasa kami bercerita banyak hal sebelum tidur, kebiasaan ini sudah aku terapkan sejak dulu.


"Iya, Buk Afri tahu, di sana Afri kan tidak tidur sendiri, satu kamar temannya banyak jadi Afri tidak akan sendirian," jelas Afriana tanda dia sudah paham akan dunia pesantren.


Afriana sering mendengar cerita dari tetangganya di kampung tentang dunia pesantren sehingga dia memiliki sedikit gambaran tentang dunia pesantren. Setelah ki bercerita sejenak Afriana sudah terlelap dengan mimpinya, aku bamfit dari ranjang aku menemui pak Catur yang masih berkutat dengan kata komputernya.


"Belum selesai Yah?" tanyaku melangkah masuk.


"Belum sayang, kamu kepingin sesuatu ?" tanya pak Catur.


"Yah, aku pingin ke Disney land," ucapku enteng sambil melihat berkas yang ada di atas meja.


"Disney land?" tanya pak Catur seolah tidak percaya.


"Iya, aku mau ke Disney land." ucapku mayakinkan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kandungan bubda?" Pak Catur khawatir dengan kondisi kandunganku.


"Pokoknya aku pingin ke Disney ladlnd, " tegasku.


"Tumben ngidamnya aneh, biasanya juga tidak jauh dari pisang dan ubi-ubian, " ucap Pak Catur sambil melihatku.


"Ayah gak setuju?" Aku mulai merajuk.


"Tentu ayah setuju, sayang." ucap Pak Catur lagi masih dengan senyum khasnya yang bikin hati adem.


"Kalau ayah sibuk jangan lama-lama di Disney landnya, sabtu berangkat minggu pulang," ucapku enteng tanpa dosa.


"What, Dinda kira Disney land itu water boom do Sun city, Dinda ini ada-ada saja." ucap Pak Catur geleng-gekebg kepala.


"Pokoknya sabtu ini kira berangkat ke Disney land." tegasku lagi.


"Ticket dan passportnya bagaimana, kalau kita berangkat hanya kita berlima bisa, langsung berangkat tinggal beli ticket, tidak usah ngurus passport, bagaimana dengan mbak Qib, mbak Na dan mbak Rom ?" jelas pak Catur.


Aku berpikir sejenak, bukankah baru kemarin aku tanya kepada mereka dan mereka memang tidak memiliki passport.


"Yah, berapa lama membuat passport?" tanyaku.


"Kurang lebih dua minggu, jika Dinda mau? kita runding dulu, dan buatkan passport untuk mereka dulu," jelas pak Catur.


"Aku kepingin banget pergi ke Disney land, mas," manjaku.


"Tentu ayah akan ajak kalian jalan-jalan, kita sekalian kunjung mas Dwi dan dan mas Tri di sana." jelas pak Catur.


Aku mengangguk tanda setuju.


"Cantik, ya sudah kita tidur dulu atau bunda dan adik mau makan sesuatu?" tanya pak Catur yang hafal akan jam ngidamku.


"Mau makan di Disney land,"ucapku.

__ADS_1


"Sekarang kita lihat hotel yang dekat dengan Disney land mana yang bunda suka?" tanya pak Catur lagi.


Dengan cekatan pak Catur menunjukan Beberapa hotel yang letaknya berada di dekat dengan Disney land, melihat harga kamar bikin aku melongo, harganya permalam sangat fantastic tapi aku kepingin banget ke sana.


__ADS_2