
"Fah, di ajak berangkat sama bosmu sekarang." ucap bapak yang masuk ke ruang tengah.
"Nggih, pak, ayo Af, pamit sama mbah dan bulik!" perintahku.
"Mbah, bulek, Af, pergi dulu, assalamu'alaikum." pamit Afriana dengan wajah berbinar-binar.
"Berangkat, dulu." pamitku pada keluargaku.
"Mari, assalamu'alaikum." pamit pak Catur sopan.
Kami bertiga masuk ke mobil pak Catur, aku dan Afriana duduk di bangku belakang, sedang pak Catur mengemudi dengan santainya, mobil melaju dengan pelan meninggalkan halaman rumah orang tuaku.
Aku dapat melihat pancaran kebahagiaan dari wajah pak Catur maupun Afriana, entah apa yang membuat Afriana begitu bahagia aku kurang tahu. Memang selama ini aku dan mas Ringgo jarang mengajak Afriana jalan-jalan buakn aku tidak mau, namun mas Ringgo selalu menolak setiap aku dan Afriana ingin jalan-jalan bersama, dan akhirnya setiap kali jalan-jalan hanya berdua saja atau kadang dengan Fauzan maupun Nafisa atau dengan keluargaku lainnya.
Di sela-sela obrolan kami, tiba-tiba Afriana berceletuk " Paman, apa pekerjaan ibuk banyak sekali?"
"Kenapa, Af, Afri mau di temani oleh ibuk?" tanya pak Catur sambil nyetit mobil.
"Iya, Afri mau di temani ke pantai, dulu ibuk janji mau ngajak Afri ke pantai, tapi kata ibuk kerjaan ibuk masih banyak!" ucap Afriana polos.
"Afri!" bisikku.
"Afri, cuma pingin tanya ke Paman buk." jawab Afriana.
"Gak, apa-apa mbak," ucap Pak Catur " Untuk sekarang pekerjaan ibuk memang banyak sekali, lain kali kalau sudah agak longgar kita main ke pantai bersama mbak Rahma juga, bagaimana af?" usul pak Catur.
"Mau Paman, boleh ajak mbak Zahra Paman?" tanya Afriana antusias.
"Boleh!... Tapi kenalin dulu ke paman siapa mbak Zahra?" tanya pak Catur dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Mbak Zahra, itu anaknya pak Puh Jamal." jawab Afriana girang.
Tak terasa mobil yang kami tumpangi sudah sampai di halaman rumah bu Priska, bu Priska dan keluarganya menyambut kedatangan kami penuh suka cita, terutama Rahma, Rahma sangat antusias begitu bertemu dengan Afriana.
Tanpa basa basi Rahma segera mengajak Afriana menuju ke halaman belakang untuk bermain.
Aku, bu Priska, pak Anam dan Pak Catur mengikuti mereka berdua menuju ke halaman belakang saat kami baru saja duduk Kakung datang menghampiri kami semua.
"Alhamdulillah." ucap kakung tersenyum bahagia.
"Kung," sapaku langsung bersalaman" Af, sini sebentar salim dulu sama Kakung!" panggilku pada Afriana yang sedang main ayunan sama Rahma.
"Assalamu'alaikum, Kung." ucap Afriana saat bersalaman dengan Kakung.
"Cah Ayu, barakaallah," ucap Kakung tersenyum senang " Namamu siapa ?" tanya kakung pada Afriana.
"Afriana, Kung." jawab Afriana sopan.
"Ya sudah kalian main sana jangan bertengkar." nasehat kakung.
Afriana dan Rahma kembali bermain bersama, sedangkan kami berlima ngobrol ringan-ringan saja.
"Tadi jadi lihat tanahnya Ton?" tanya pak Anam.
"Jadi mas, sudah mencapai kesepakatan, senin depan kami sudah bisa proses serah terima surat-surat tanah sekalian proses notarisan." jawab pak Catur.
"Bagus, le, pindah sini saja le, kelihatannya kamu lebih cocok tinggal di kota ini." timpal Kakung.
"Semoga saja, Kung selama mbak Irma masih mau memegang jabatan CEO, saya akan tetap milih tinggal dan mengelola pabrik yang di sini Kung." jawab pak Catur.
__ADS_1
"Kalian nanti mau pergi kemana, Ton, Fah.?" tanya bu Priska.
"Saya sendiri gak tahu bu mau kemana, ini tadi mendadak pak Catur ngajak Afriana." jawabku jujur.
"Pikirku, sekalian keluar mbak, juga mumpung longgar, lagian sudah lama tidak mengajak Rahma jalan-jalan ya sekalian saja kita jalan-jalan bareng biar rame." jawab pak Catur sambil senyum.
"Alasan kamu itu, bisa saja Ton, ya sudah pergilah jalan-jalan tapi jangan terlalu malam pulangnya dan jangan kau manjakan Rahma, Ton, nanti kebiasaan." pesan bu Priska.
"Iya, mbak," jawab pak Catur " Af, Rahma ayo sini!" panggil pak Catur.
"Fah, terima kasih." bisik bu Priska padaku.
"Terima kasih untuk apa bu?" tanyaku penasaran.
"Suatu saat kamu akan tahu, terima kasih." bisik bu Priska sambil senyum senyum.
"Ada apa Paman?" tanya Afriana dan Rahma bersamaan.
"Sekarang kita whudu dulu sebentar lagi waktunya sholat asyar setelah sholat asyar kita pergi ke plaza lawu, bagaimana setuju ?" ucap Pak Catur dengan senyum penuh kebahagiaan.
"Horee.... !" sorak sorai Afriana dan Rahma bersamaan.
"Ya, sudah Rahma ayo mandi dulu ajak Afriana, setelah itu kalian ganti baju terus kita sholat berjamaah." perintah bu Priska.
"Iya, Mah, ayo Af kita mandi, kamu bawa baju ganti gak ?" tanya Afriana.
"Ini, Af, baju gantinya dan ini handuknya juga sudah ibu bawa in." ucapku sambil menyodorkan tas berisi baju ganti Afriana.
Mereka berdua berjalan bergandengan meninggalkan kami semua dengan perasaan senang. Karena waktu sudah mau masuk asyar Kakung, pak Catur dan pak Anam meninggalkan kami berdua untuk bergantian membersihkan diri.
__ADS_1
Tidak berapa lama adzan ashar telah berkumandang dengan merdunya dari masjid terdekat.