TALAK

TALAK
Part 06 TALAK


__ADS_3

Hari ini aku pulang telat hampir jam 8 malam baru sampai rumah, Afriana sedang berada di rumah kedua orang tua ku bersama dengan kedua orang tua ku serta adiku. Selesai membersihkan diri dan memasukan motor ke dalam rumah aku ke rumah orang tua ku untuk mengajak Afriana pulang juga mau mengatakan tentang pelatihanku.


Aku sudah duduk bersama mereka di ruang tengah sambil menonton TV. Keluarga tidak pernah protes ketika aku harus pulang malam karena lembur.


"Buk, Pak, Naf, alhamdulillah aku dapat tugas pelatihan di kantor pusat, selama satu bulan, tolong titip, Afri, ya" ucapku


"Alhamdulillah," ucap mereka bersamaan


"Jangan kuwatir, Fah, kami pasti jaga, Afri" ucap ibuku


"Kapan berangkat, dengan siapa saja?" tanya bapakku


"Ada 5 orang yang dari pabrik cabang sini, ini surat ya dari pusat, awal bulan depan kami berangkat, seminggu lagi " jawab ku sambil menyodorkan surat perintah dari perusahaan ke bapak


Bapak menerima surat dari ku dan membacanya " kamu hati - hati di sana, Fah, jangan kuwatirkan soal, Afri, " ucap bapak menasehatiku


" Alhamdulillah, mbak, aku, ikut senang soal, Afri, serahkan pada ku, semoga sukses mbak" ucap Nafisa adik iparku


"Terima kasih, Naf, titip, Afri, ya, jika Afri, mau kerumah mbahnya tolong antarkan ya, Naf, " ucapku pada Nafisa "Af, ibuk mau tugas di luar kota selama satu bulan, Af, di rumah sama, mbah, bulek sama pak lek, gak boleh nakal" nasehat ku pada Afriana


"Iya, Buk, Aku, gak mau kerumah mbah kalau gak sama ibuk, Af di sini saja" ucap Afriana


"Ya, sudah tidak apa - apa, tapi minggu ini kerumah mbah ya, sebelum ibuk berangkat ke luar kota" ucapku pada Afriana


"Iya, Buk, tapi Af gak mau nginep, minggu pagi ke sana sorenya pulang" pinta Afriana


Anaku, Afriana, mulai tidak mau kerumah mertuaku, bahkan sering aku paksa supaya mau nginep di sana.


Apapun yang aku lakukan sebenarnya, hanya aku tidak ingin ada permusuhan pada keluarga kami, dan aku berharap Afriana tetap mendapatkan kasih sayang dari bapaknya.


Hari yang telah di tentukan tiba aku beserta ke empat temanku berangkat ke kantor pusat dengan naik kereta cepat. Jakarta itulah kota yang kira tuju, kantor pusat tempat aku mengais rejeki.

__ADS_1


Kami di jemput oleh sopir perusahaan di stasiun, rasanya seperti mimpi bisa menginjakan kaki di kantor pusat untuk yang kedua kalinya.


Sesampainya di kantor pusat kami segera masuk ke ruangan kusus yang sudah di sedia kan untuk pelatihan. Memang tidak banyak yang ikut pelatihan hanya sekitar 30 orang saja, di hari pertama kami saling memperkenalkan diri. Kami semua mengikuti pelatihan dari pagi sampai sore di saat jam istirahat kami semua bertukar pengalaman.


Hari pertama pelatihan selesai dengan baik kami semua menginap di mes yang sudah di sediakan satu kamar di isi dua orang. Aku dapat sekamar dengan Rindy dari pabrik cabang kota lain.


"Mbak, Fah, sudah lama kerja di perusahaan CAKRA LIMA ini?" tanya Rindy yang duduk di kasur sebelah sambil


"Kurang lebih 12 tahun, mbak," jawabku


"Bagi pengalamannya dong mbak, aku kan baru 3 tahun jadi masih banyak yang tidak aku ketahui?" pinta Rindy " Eh maaf ya mbak, saya heran semua peserta belum menikah, cuma mbak yang statusnya menikah, apa mbak termasuk tim pelatih?" tanya Rindy penasaran


"Enggak, mbak, sama saja aku juga peserta, mungkin tujuan perusahaan agar kinerjaku lebih bagus, aku juga tidak tahu" jawabku apa adanya, ya memang hanya itu yang aku tahu.


"Ya, benar juga mbak, tapi kemarin manager saya mengatakan jika yang terbaik akan menjadi sekertaris pak GM(General manager), saya kok takut jadi sekertaris mbak" ucap Rindy


"Memang kamu gak mau mendapat gaji banyak?" tanyaku


"Hahahahaa" Aku malah tertawa, bukannya menjawab


"Mbak, kok malah tertawa sih, aku kan memang takut, lagian aku kan masih gadis ting - ting, tak maulah kalau harus jadi korban orang orang yang brengsek" ucap Rindy


"Habisnya kamu lucu sih belum perang sudah takut, makanya jangan kebanyakan baca novel" ujarku


"Mbak, dulu mbak kuliah di mana?" tanya Rindy padaku


"Aku, kuliah di Universitas terbuka, itupun sambil bekerja dan ngurus keluarga" jawabku sambil senyum


"Keren, salut deh mbak, semoga mbak terpilih" ucap Rindy


"Aamiin yarobbal'alamin, semoga kamu juga sukses mendapatkan pekerjaan sesuai keinginanmu, ayo tidur besok kita masih banyak kegiatan" ucapku langsung merebahkan diri di kasur

__ADS_1


"Aamiin yarobbal'alamin, ayo mbak semoga kita sama - sama sukses" ucap Rindy dan juga langsung tidur


Di malam yang gelap dan dingin namun tidak berlaku di kota Jakarta, Jakarta walau tengah malam tetap saja ramai dengan lalu lalangnya kendaraan seolah tidak mengenal malam.


"Mas, jangan bawa, Afriana, berikan padaku mas, berikan mas" pintaku mengiba pada mas Ringgo


Mas Ringgo hanya diam tidak ada jawaban sama sekali hanya menunjukan smirk di mulutnya.


"Mas, dimana, Afri, berikan padaku jangan ambil Afri dari ku mas, aku mohon kembalikan, Afri, padaku mas" pintaku dengan serai air mata yang semakin deras sampai hijab yang aku pakai basah karena air mata.


"Tidak, akan aku berikan, Afri, padamu" ucap Mas Ringgo langsung pergi tanpa memberi tahu keberadaan Afriana Putri kami.


"Mas, kembalikan, Afri... Afri... Afri... Af... Afri, tidak, tidak" seru ku histeris sambil mencari keberadaan Afri, entah di ruang macam apa, karena aku tidak mengenal tempat itu


"Mbak, mbak Fah, mbak," suara Rindy memanggil manggil mamaku sambil menggoyang tubuhku agar bangun


Langsung aku buka mata, "Astaqfirullah hal'adzim" ucapku sambil mengusap air mata yang beneran membanjiri kelopak mataku.


"Mbak, mimpi ya"? tanya Rindy


"Jam berapa sekarang?" tanyaku


"Jam 3 mbak" jawab Rindy sambil mengucap lebar


"Maaf, mengganggu tidurmu, mbak" ucapku minta maaf


"Tidak, apa - apa mbak, lagian saya gak bisa tidur mbak, kebiasaan saya selalu tidak bisa tidur di tempat baru jika masih hari pertama" jawab Rindy polos


"Maaf, ya, dan terima kasih sudah membangunkanku, aku mau sholat dulu" ucapku langsung turun dari kasur menuju kamar mandi untuk ambil wudhu.


"Silahkan, mbak" jawab Rindy dengan senyum ramah

__ADS_1


Selesai ambil wudhu langsung aku pakai mukena dan melaksanakan sholat tahajud, di jam seperti ini lah waktu yang tepat bagiku untuk mengadukan semua isi hatiku pada Rob ku. Waktu yang tepat untuk minta ampun, waktu yang tepat untuk meminta petunjuk agar di selamat dunia akhirat. Selesai sholat tahajud aku lanjut kan dzikir dan membaca Al qur'an sampai waktu subuh tiba.


__ADS_2