
Sabtu pagi di kediaman keluarga bu Priska sudah ribut dengan Rahma yang ngambek gak mau berangkat sekolah, karena pagi - pagi sekali pak Catur sudah sampai di rumah bu Priska. Setiap kali Rahma bertemu pak Catur selalu inginnya nempel teros, sampai - sampai mama dan papanya tidak habis pikir dengan tingkah Rahma. Padahal kedua kakaknya tidak ada yang manja seperti Rahma.
Setelah pak Catur menggunakan jurus rayuannya pada Rahma akirnya Rahma mau ke sekolah dengan syarat di antar jemput oleh pak Catur.
Sepulang mengantar Rahma pak Catur sarapan di rumahnya bu Priska bareng pak Anam sambil ngomongin soal pekerjaan, sedang bu Priska mengantar anaknya yang duduk di bangku kelas 3 SMP.
"Kamu gak pingin berumah tangga lagi Ton?" tanya Anam
"Entahlah, Mas, Aku masih belum bisa melupakan kejadian waktu itu!" ucap Pak Catur datar
"Semua butuh proses Ton, kebahagiaan seorang laki - laki itu ketika memiliki sebuah keluarga, hidup menjadi lebih berwarna, menikahlah Ton, apa perlu di carikan " ujar pak Anam
"Gak, usah di paksa, pa, dan jangan di carikan dia sudah ada tinggal tunggu waktu saja " tiba - tiba bu Irma menyahut saja ketika baru masuk ke ruang makan.
"Alhamdulillah, beneran, Ton!" seru pak Anam
"Ya, itu karangannya Mbak Pris saja, Mas " jawab pak Catur
"Tidak usah ribut, sebentar lagi kamu mantu, Nam " celetuk kakenya pak Anam
Kakeknya pak Anam sudah sangat sepuh tapi masih terlihat segar dan sehat walau usianya sudah 90 tahun lebih.
"Kung" sapa Pak Catur langsung menyalami kakung dengan ta'dzim.
"Kapan, datang, Le ?" tanya Kakung dan duduk di meja makan.
"Tadi, Kung setengah 6, Kakung sehat ?" tanya pak Catur
"Alhamdulillah, Le, kamu harus kuat ya Le, inshaallah kamu bakal ngunduh sebentar lagi " ucap Kakung yang mengandung misteri
Orang mengatakan bahwa Kakung memiliki indra ke enam, walau pak Catur orang modern pak Catur percaya dengan semua petuah Kakung. Setiap kali pak Catur datang ke rumah mbak Priska pak Catur paling seneng ngobrol dengan Kakung, orangnya sangat menyenangkan dan bersahaja.
"Iya, Kung, doakan ya Kung " ucap Pak Catur
"Dengerin pesan Kakung, Ton " ucap bu Priska
"Kelihatannya orang mana Kung? " tanya pak Anam penasaran, walau kakub tidak akan menjawab dengan jelas.
__ADS_1
"Orang sini saja, yang penting tirakatnya diperbanyak, minta petunjuk dari Allah ya Le, ngibadahe jek kenceng to ?" pesan Kakung
"Inshaallah, Kung " jawab pak Catur sopan.
"Kung, mau ikut ke bengkel apa tidak ?" tanya pak Anam.
"Sek, tak dhuha nan, setengah jam ya" ucap Kakung dan beranjak pergi.
"Mas, Kakung itu jamunya apa? Kok masih sehat dan Seger gitu ?" tanya pak Catur
"Berat, Ton, Kakung itu banyak sekali tirakatnya, aku aja tidak bisa
"Mas, mu kok Di suruh tirakat, seperti Kakung ya jelas gak kuat, Ton" ucap bu Priska santai
"Tidak usah di bahas, Ma, tirakatku di kamar sama kamu, Ma " kelajar pak Anam
"Kelakuane mas mu ya gitu, Ton " ucap bu Priska sambil menyantap sarapannya.
"Enak an, ngobrol sama Kakung dari pada kalian " canda Pak Catur.
"Sudah, sana berangkat, rame saja " usir bu Priska
"Nunggu Kakung, biar Tono di rugyah sama Kakung dan kita makan enak enak lagi " ucap Pak Anam asal.
Sambil nunggu Kakung selesai sholat dhuha mereka bertiga ngobrol, tentang bisnis, ataupun anak - anak. Sesuai ucapan Kakung setelah setengah jam Kakung menghampiri kami dan mengajak kita berangkat.
Kita bawa mobil karena kakung ikut serta, Kakung sangat menyukai dunia otomotif, dan hobinya turun ke sang cucu pak Anam. Pak Anam merupakan cucu Kakung yang paling besar dan paling paham ajan sifat - sifat Kakung yang kadang sangat aneh menurut orang awam.
"Kung, kok sehat terus rahasianya Ap Kung ?" tanya pak Catur
"Gampang, cukup nikmati dan bersyukur tentang semua yang Allah berikan kepada kita, aku tahu hatimu gelisah, inshaallah jodohmu sudah dekat" ucap Kakung.
"Kung, ajari tirakatnya Kung, biar hati ini tambah tenang " pinta pak Catur sopan
"Masih sama dengan apa yang aku ajarkan ke kamu waktu itu, to le, apa sudah lupa, atau malah gak kamu kerjakan ?" tanya Kakung
"Kadang - kadang Kung " jawab pak Catur jujur.
__ADS_1
"Di kencengi lagi, Le" pesan Kakung
"Aku gak dia jari to Kung ?" tanya pak Anam
"Kamu di ajak dzikir malam malah tertidur, tak kira kalau khusuk lakok ngipi " ucap Kakung di iringi kekehan.
Pak Anam tidak menjawab malah tertawa, karena memang pernah waktu dzikir malam bareng Kakung malah tidur nyenyak.
"Ton, kamu gak tinggal di rumah kita saja, dari pada kamu sendirian di rumahmu, kamarmu juga masih kosong " Pak Anam menawarkan tempat tinggal
Dulu saat pak Catur depresi memang sering tinggal di rumah keluarga bu Priska, dan Pak Catur berada di bawah bimbingan Kakung, walau tinggal lama di kediaman bu Priska namun pak Catur jarang keluar rumah. Pak Catur lebih suka menghabiskan waktunya dengan Kakung, dan juga bermain dengan, Rahma, makanya, Rahma, akrab banget dengan Pak Catur.
"Iya, Kung kalau dzikir malam masih di lakukan', walau kadang bolong!. Tidak usah Mas, terima kasih, aku lagi pingin sendiri dulu " jawab pak Catur.
Setelah 15 menit perjalanan, sampai lah mereka pada sebuah bengkel mobil dan motor terbesar di kota ini, lengkap dengan toko alat - alat mobil dan alat sepeda motor.
Kami bertiga langsung turun dari mobil begitu mobil sudah terparkir rapi di parkiran.
Pak Catur dan Pak Anam segera menuju toko yang menjual sepeda gunung, pilihan pak Catur jatuh pada sepeda gunung merk polygon dengan warna hitam, dan sedikit merah.
Selesai membayar kami berdua kembali ke bengkel, untuk melanjutkan pekerjaan, kakung duduk di kursi melihat para pekerja.
Kakung sudah terbiasa ikut ke bengkel sekedar melihat lihat dan bercanda dengan para staff lainnya.
"Sudah dapat sepedanya?" tanya Kakung saat pak Catur dan Pak Anam datang
"Sudah Kung" jawab pak Anam
"Ton, ayo temani aku jalan - jalan sekalian ziarah ke makam Mbah Yai Grinting, kamu sudah lama to gak ziarah ke sana! " pinta Kakung.
"Mari, Kung, iya sudah 3 tahun Kung, sejak mengelola pabrik yang di luar jawa " jawab pak Catur
"Masih, ingat jalannya nggak ?" tanya Pak Anam
"Kamu, kira aku ini pikun to, Nam" seloroh Kakung.
Dengan kecepatan sedang pak Catur mengemudikan mobilnya menuju sebuah desa yang masih asri, dan belum banyak berubah kedaannya dengan 3 tahun lalu.
__ADS_1