TALAK

TALAK
Part 12 TALAK


__ADS_3

Jam 8 pagi aku sudah memasuki ruanganku yang tak jauh dari ruangan pak Catur, aku segera menyiapkan semua dokumen yang harus di tanda tangani oleh pak Catur hari ini, serta menyiapkan dokumen untuk bahan metting jam 10 nanti dengan pihak investor.


"Selamat pagi, Pak " sapaku saat pak Catur mau masuk ruangan yang lewat depan mejaku.


"Pagi, Mbak, tolong bacakan agenda minggu ini " ucap Pak Catur langsung masuk ruangannya


"Baik, Pak " jawabku dan langsung mengikuti pak Catur untuk masuk ruangannya.


"Tolong! buatkan teh panas sedikit manis, tehnya yang kental " pinta pak Catur yang sudah duduk di kursinya


"Baik, Pak, saya buatkan sekarang" ucapku langsung pergi


Hanya butuh waktu 10 menit aku sudah kembali ke ruangan pak Catur dengan membawa segelas teh panas sesuai pesanannya.


"Ini, Pak silahkan " ucapku sambil menaruh segelas teh di atas meja ya pak Catur.


"Terima kasih "


"Pagi ini, jadwalnya metting dengan cv Reksa jam 10 pagi, dan mereka tidak mau ada keterlambatan harus on time, besok kosong, besok lusa di jam 10 pagi meninjau lahan yang akan di bangun pabrik baru, untuk minggu ini hanya itu jadwalnya, Pak" ucapku


"Baik, siapkan berkasnya untuk nanti siang " ucap Pak Catur


"Siap, Pak, oh ya ini beberapa dokumen yang harus bapak peljari dan tanda tangani, dan harus di kirim balik ke cv Citra secepatnya, paling lambat minggu depan harus segera mengirimnya, ini laporan pabrik di bulan ini " ucapku menjelaskan


"OK, " jawab pak Catur singkat sambil membuka berkas yang ada di atas meja.


"Permisi, pak " ucapku


Aku kembali ke ruanganku dan langsung memainkan keyboard komputer untuk mengatur jadwal serta mengecek email yang masuk.


Jam 9,45 menit aku masuk kembali ke ruangan pak Catur untuk mengingatkan bahwa metting akan segera di mulai, dan pihak dari investor sudah datang.


Dengan langkah tegap pak Catur menuju ruang metting di sana semua sudah berkumpul, tepat jam 10 pagi metting di mulai.


Metting pagi ini berjalan sedikit alot karena pihak investor kurang setuju dengan pembangunan pabrik baru yang berada dalam satu kota.


Setelah melewati perdebatan lumayan sengit serta memakan waktu yang agak lama dan pak Catur berusaha meyakinkan tentang keberhasilannya akirnya pihak investor menanda tangani kontrak perjanjian.


Jam 1 siang metting baru saja selesai pihak investor bisa tersenyum senang, begitu pula pak Catur merasa puas dengan hasil mettingnya tadi. Selesai metting pak Catur kembali ke ruangannya, sampai di ruangannya aku segera bertanya "Bapak, mau makan sekarang atau nanti?, mau di pesankan atau bapak makan di restaurant ?"


"Setengah jam lagi, Aku, mau sholat dulu" ucap pak Catur datar

__ADS_1


"Baik Pak, setengah jam lagi saya kesini, Saya permisi dulu " ucapku dan langsung melangkah pergi, namun tiba tiba pak Catur memanggilku


"Tunggu, nanti aku hubungi kamu jika saya butuh, istirahatlah " ucap Pak Catur datar.


"Baik pak "


Aku langkahkan kakiku untuk menuju mushola yang ada di area pabrik, aku menuju mushola yang dekat dengan kantor, saat berjalan menuju mushola aku bertemu dengan mbak Rani dan Nina yang baru saja keluar dari mushola.


"Mbak, Ran, Nin !" seru ku ketika ketika kami bertemu


"Mbak, Fah" sahut Nina dan mbak Rani bersamaan.


"Gimana kerjaanmu, Fah ?" tanya mbak Rani


"Lumayan Mbak, sudah resiko mbak kalai mau gaji gede kerjaan juga harus banyak " kelakarku


"Mbak, tadi pagi aku ketemu Pak De, kok mbak di antar Pak De? kenapa Mbak?" tanya Nina


"Kemarin, Aku, pulang malam jadi semalam di jemput, Fauzan" jawabku


"Ehmm Ehmm " Pak Catur berdehem karena mau lewat jalannya malah aku pakai ngerumpi sama mbak Rani dan Nina


Kami bertiga langsung kaget dan membelalakan mata " Maaf, Pak " ucap kami bertiga gugup.


"Lain kali main kerumah, Ya" ucapku dan langsung pergi menuju mushola.


Setelah selesai sholat sebenarnya perutku sudah sangat lapar dan ingin segera membuka bekalku, namun saat baru kembali ke ruanganku untuk mengambil bekal ternyata pak Catur sudah menunggu di ruang kerjaku.


"Tolong, belikan makan siangku" perintah pak Catur datar


"Baik, Pak, Bapak mau makan apa ?" tanyaku sopan


"Apa saja " jawabnya dan langsung melenggang pergi


Akupun hanya melongo mendengar jawaban dari Pak Catur. Dengan perasaan dan hati penuh tanda tanya aku segera menuju kantin yang ada di area pabrik. Sampai kantin aku langsung memesan ayam geprek lengkap dengan supnya, karena hanya itu yang tersisa. Setelah mendapatkan apa yang aku pesan, aku segera melangkah menuju ruangan pak Catur sambil menenteng makanannya.


"Permisi Pak, ini makan siang Bapak " ucapku sambil menyerahkan sepaket nasi kepada pak Catur.


"Cuma satu? kamu sudah makan ?" tanyanya yang duduk di sofa


"Saya sudah bawa bekal sendiri pak, sebentar lagi, Saya, makan " ucapku sambil membuka kotak nasi.

__ADS_1


Pak Catur tidak protes dengan nasi yang aku beli, mungkin karena masih baru jadi tidak banyak me nuntut pikirku.


"Bawa bekalmu ke sini, dan temani, Saya, makan " perintah pak Catur.


"Ba... Ba... Baik pak " sahutku dan segera mengambil bekalku


"Ternyata gini amat jadi sekertaris " gumamku sambil mengambil bekal makan ku yang aku taruh di ruang kerjaku


Aku kembali ke ruangan pak Catur membawa rantang bekal yang berisi urap, ikan asin serta krupuk. Dengan sedikit canggung aku duduk di shofa aga jauh dari Pak Catur, karena lapar aku segera membuka bekalku.


"Boleh tukar makanannya?" tanya pak Catur sambil melihat bekalku yang sudah aku buka.


"Bo... Boleh silahkan Pak, apa Bapak doyan ikan asin ini ?" tanyaku ragu


Tanpa menjawab pak Catur langsung menyodorkan nasinya ke aku dan mengambil rantang bekalku. Aku hanya melongo melihat kelakuan pak Catur, tanpa sungkan pak Catur langsung melahap nasi bekalku.


"Makanlah, waktunya keburu habis " ucap Pak Catur


"Baik, Pak " jawabku


Aku langsung menyantap ayam geprek yang aku beli tadi sambil melirik pak Catur yang sedang menyantap bekalku.


"Siapa yang masak?" tanya pak Catur yang sudah selesai makan


"Saya sendiri Pak " jawabku


"Tolong besok bawakan, Saya, makanan seperti ini untuk sarapan !" perintah pak Catur datar


"Ha... " seruku terkejut


"Keberatan?" tanyanya


"Ti... Tidak Pak , besok saya bawakan " jawabku masih tidak percaya


"Silahkan kembali ke ruanganmu !" perintahnya


"Baik "


Selesai membereskan meja dan bekas makanan, aku kembali ke ruanganku dengan hati yang sedikit heran dan penasaran.


"Kelakuan orang kaya aneh - aneh saja " gumamku sambil membuka laptop.

__ADS_1


Aku melanjutkan kembali pekerjaanku, dengan serius karena menang banyak berkas yang harus aku teliti sebelum di sodorkan ke pak Catur untuk di tanda tangani.


Saat sedang serius pak Fikri datang sambil membawa berkas yang ada di tangan, dan menyerahkan padaku agar segera di berikan kepada pak Catur untuk di tanda tangani.


__ADS_2