
Hari yang begitu melelahkan dan juga menyenangkan bagiku, setelah sekian tahun baru kali ini aku bersantai di rumah, biasanya aku harus bekerja keras dan aku jarang sekali ikut berpartisipasi di siang hari, ketika ada acara keluarga, karena sebagai seorang karyawan pabrik aku harus bekerja mulai dari senin sampai sabtu, libur hanya pada hari minggu dan tanggal merah. Hari ini pak Catur pulang cepat sekalian jemput Afriana dari sekolah, mereka sampai di rumah aku sambut mereka dengan senang, Afriana menyalami mengucap Salam dengan riangnya, Afriana langsung ganti baju seperti biasanya, sedangkan Pak Catur juga masuk kamar, aku menemaninya di dalam kamar untuk ganti baju.
"Mas, bagaimana hari ini?" tanyaku.
"Alhamdulillah, baik berkat doa dari istri mas yang cantik dan sholehah," jawab pak Catur senang "Hari ini dedek sudah makan berapa kali?" tanya pak Catur yang sudah membelai perutku.
"Baru empat kali, ayah," sahutku menirukan suara anak-anak" Mas makan dulu sudah Dinda siapkan, tapi bukan Dinda yang masak, tetangga yang masak," ucapku jujur.
"Yang penting Dinda menemani, apalagi disuapi sama Dinda semua pasti sedap," goda pak Catur.
"Ayolah, mas Dinda suapi," sahutku sedikit menggoda.
"Masih siang Dinda jangan menggoda saja, di luar banyak orang," ucap pak Catur.
"Siapa suruh mas pulang cepat," ucapku manja.
__ADS_1
"Nyalahin mas, nih, siapa suruh Dinda itu ngangeni terus, mas puamnah ceaot sebab kemarin mas sudah lembur dan pulang telat" balas pak Catur.
Aku menemani pak Catur untuk menyantap makan siang, setelah selesai makam siang aku tidur siang karena ngantuk dan capek, sedang pak Catur entah apa yang di lakukannya aku tidak tahu.
Suasana orang rame yang sedang ngobrol tanpa arah, dan suara anak-anak mengusik tidurku, aku buka mataku setelah memejamkan mata sekitar satu jam. Kini tubuhku kembali segar, orang jawa bilang aku hamil ngebo yang berarti hanya ingin makan dan tidur tanpa merasakan mual, atau keluhan lainnya. Bahkan aku tidak merasakan yang namanya ngidam, justru yang merasakan ngidam suamiku, sering pak Catur nenginginkan makanan saat itu juga, semakin hari suamiku semakin intens dalam menjagaku.
"Sudah bangun sayang?" tanya pak Catur yang baru masuk ke kamarku.
"Dari mana mas," tanyaku masih terbaring.
"Mas, sebenarnya Dinda tidak terbiasa dengan semuanya pelayanan," ucapku jujur.
"Biasakan sayang, mas tidak ingin gagal lagi dalam melindungi keluarga mas, sebenarnya sampai hari ini mas masih trauma dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, itu sebabnya mas membayar suster untuk menjaga anak dan istriku," jelas pak Catur sambil terus membelai pipiku.
"Baik, mas saya akan coba, menerimanya," akhirnya aku mengalah,, bagaimanapun aku tidak ingin mengecewakan akan usaha suamiku yang ingin mindungi anak istrinya.
__ADS_1
"Mas, tahu Dinda adalah orang yang sangat mandiri dan hebat, semua ini Mas lakukan karena Mas sayang dengan dainda dan anak-anak Mas," jelas pak Catur lagi.
"Terima kasih Mas, dah sore aku mau mandi" sahutku ingin bangkit.
"Sebentar sayang temani mas sebentar saja," pinta pak Catur lembut.
Aku tidak jadi bangun, aku biarkan pak Catur memeluk tubuhku penuh kasih, untung saja siang ink tidak terlalu panas jadi tidak terlalu engap saat berada dalam pelukan suamiku. Setelah beberapa saat pal Catur sudah memejamkan matanya, pelan-pelan pelan aku bangkit dan meninggalkan pak Catur yang sudah berada di alam mimpinya. Aku keluar kamar dan menuju rumah orang tauku, untuk melihat dan membantu orang-orang.
"Sudah bangun Fah?" tanya ibukku.
"Sudah buk," sahutku.
"Suamimu sudah makan apa belum, dari tadi bantuin bapakmu dan Fauzan, baru saja pulang dari ambil pesanaan," jelas ibukku sambil bungkusi tepung untuk nagasari.
"Mas, lagi tidur Buk," sahutku.
__ADS_1
Aku tidak menyangka jika pak Catur juga ikut berpartisipasi dalam acara keluargaku, kata ibukku bahkan dia tidak canggung ketika harus membantu bapak dan Fauzan menyembelih ayam, untuk acara tujuh bulanan orang tuaku menyembelih sekitar dua puluh ayam kampung, ibukku sengaja menyembelih ayam sendiri karena kebetulan ayamnya pas lagi banyak-banyaknya dan sedikit pengiritan biaya. Aku kembali ikut membantu namun hanya melakukan kegiatan yang ringan ringan saja.