TALAK

TALAK
Part 75 TALAK


__ADS_3

Pagi yang cerah namun sangat melelahkan bagiku, bagaimana tidak semalaman aku tidak tidur sama sekali, untuk menyegarkan tubuhku aku langsung mandi, sehabis mandi aku pergi beli sarapan di warung milik tetangga yang jualan nasi pecel di pagi hari. Di tempatku sangat mudah untuk mendapatkan penjual nasi pecel yang biasa buka di jam empat pagi, karena jam segitu kadang ada orang yang baru pulang dari sawah dalam keadaan sudah lapar, untuk mengganjal perut dan menghangatkan tubuh mereka mengisi perut membeli nasi dan minuman ke warung.


Jam lima pagi beberapa bungkus nasi pecel sudah aku bawa pulang, beberapa bungkus aku berikan ke mbak Yah untuk sarapan mbak Yah dan kedua anaknya.


Hampir semua penghuni rumah ke capek-an kecuali bapakku, entah bagaimana bisa bapakku tidak merasakan capek, sedang yang lain merasakan cepek dan kantuk terutama adiku Fauzan, tanpa sarapan habis sholat subuh Fauzan langsung tidur.


"Terima kasih, mbak Yah, sudah membantuku." ucapku sambil menyerahkan beberapa bungkus nasi pecel.


"Sama-sama, Fah kita-kan keluarga, yang penting kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat jangan sampai ada yang sakit apalagi sakit karena di bikin orang, jangan sampai Fah, aku sangat prihatin dengan keadaanmu sekarang, Fah, semoga kamu kuat, ada apa-apa selalu beritahu aku dan mas mu, Fah." pesan mbak Yah yang sudah siap-siap mau pulang.


"Mbak, mau makan apa nanti tak pesenkan?" tanyaku pada mbak Yah.


"Aku mau KFC bulek!" usul Zahra tanpa di tanya.


"OK, bulek pesenkan." jawabku.


"KFC sama ayam panggang ya?" usulku.


"Satu saja Fah, jangan dua." ucap mbak Yah.


"Yo wes gini saja, KFC sama gurami panggang, aku pesen kan ke temanku guraminya." ucapku.


"Yo wes sembarang, Fah." ucap mbak Yah akhirnya ngikut saja.


"OK, buk, Naf kita pesen gurami saja ya gak usah masak, sama KFC." usulku.

__ADS_1


"Manut saja mbak," jawab Nafisa yang baru saja selesai mandi.


"Sembarang Fah." jawab ibuku juga ngikut saja.


Mbak Yah dengan Zahra pulang dengan di antar oleh tetangga dengan mobil yang sudah aku pesan sejak kemarin, karena mas Jamal mau mengantarkan aku dan juga ada hal penting yang harus di kerjaan dengan bapakku makanya mas Jamal tidak pulang dulu. Aku segera pesan gurami bakar ke temanku yang kebetulan jualan makanan yang sudah matang termasuk gurami bakar komplit namun untuk KFC, belum buka masih nunggu agak siang minimal jam sembilan pagi.


Afriana berangkat ke sekolah dengan di antar oleh bapakku, aku bekerja di antar oleh mas Jamal, jam delapan kurang lima menit aku baru sampai di kantor kebetulan ada kecelakaan dan menyebabkan jalanan macet karena sedang proses evakuasi korban, begitu sampai di depan kantor satpam aku segera buru-buru turun dari sepeda motor mas Jamal dan segera mempercepat langkahku menuju kantor.


Aku dan pak Catur bertemu di lobi kantor kebetulan sama-sama baru sampai kantor, perasaan tidak enak tetap menghinggapiku walau tadi aku sudah kirim pesan ke pak Catur perihal keterlambatanku.


"Selamat pagi Pak." sapaku sopan.


"Pagi, sampai atas segera masuk ke ruanganku!" perintah pak Catur, dengan wajah tenang.


Sepanjang jalan dari lobi sampai di ruangannya pak Catur kami berdua saling diam seribu bahasa tanpa ada percakapan.


"Masuk mbak, duduk!" perintah pak Catur begitu sampai di ruangannya pal Catur.


"Baik, Pak terima kasih."


Aku mengikuti pak Catur masuk di ruangannya dan duduk di kursi berhadapan dengan Pak Catur di antara mejan kerjanya pak Catur.


"Tadi aku lihat kamu di antar oleh mas Jamal, apa sepeda motormu rusak mbak?" tanya pak Catur.


"Iya, pak." jawabku singkat.

__ADS_1


"Sudah di bawa di bengkel?" tanya pak Catur.


"Sudah pak." jawabku singkat.


"Sudah dua hari ini kamu datang di antar dan pulang di jemput, sepeda motormu yang rusak atau kamu yang sakit mbak? Jika kamu sakit kamu bisa ambil cuti mbak, karena aku juga tidak ingin memperkerjakan karyawan yang sedang sakit." ucap Catur panjang lebar.


"Hanya sepeda motor saya saja yang rusak pak, inshaallah saya sehat namun jika boleh nanti siang saya mau pulang cepat." ucapku sopan.


"Kamu bilang kamu tidak sakit, tapi sepertinya kamu kelihatan jika kamu tidak begitu sehat, untuk hari ini kamu cuti saja, besok kalau sudah sehat kamu bisa kembali bekerja, namun jika masih kurang sehat istirahatlah sampai kamu benar -benar sehat." ucap Pak Catur sambil berdiri lagi.


"Terima kasih, pak setelah saya selesaikan tugas saya, saya nanti pulang sambil nunggu mas Jamal atau bapak datang menjemput." ucapku senang.


"Bawa tasmu, aku antar sekarang, kalau sampai kamu pingsan di sini aku yang repot." perintah pak Catur yang sudah siap untuk jalan.


"Haahhh!" seruku terkejut " Biar saya pulang sendiri saja pak lagian kalau nunggu sampai siang saya masih kuat kok pak." jawabku.


"Sudah, jangan bantah aku antar kamu ke dokter dan aku antar kamu pulang!" perintah pak Catur.


"Bagaimana dengan kantor pak, pekerjaan saya hari ini banyak lho pak." jawabku sedikit ngeyel.


"Apa perlu aku gendong kamu mbak, supaya mau untuk aku antar!" ucap pal Catur.


Mendengar ucapan dari pak Catur menambah aku semakin terkejut "Terima kasih, pak tapi saya rasa saya masih bisa bekerja sampai nanti siang Pak." ucapku masih ngeyel, agar tidak di antar pulang oleh pak Catur.


Tanpa aku duga pak Catur mengambil tas tentengku dan memerintahkan aku untuk mengikutinya, dengan perasaan tidak enak aku ikuti langkah pak Catur yang keluar kembali dari ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2