TALAK

TALAK
Part 146 TALAK.


__ADS_3

"Ya, benar aku dan bapak yang berbicara dengan Afri, nunggu kamu kelamaan, dindaku," ucap Pak Catur bangga "Aku kan hanya mengikuti perintahmu dinda, kamu masih ingat enggak jika aku mau menghalalkanmu aku harus minta ijin ke bapak dan Afri secara langsung." Pak Catur menjelaskannya padaku.


"Ingat, waktu itu aku pikir kang mas dan Pak Anam hanya bercanda saja." ujarku tersipu jika ingat perkataanku dulu.


"Apa?, kamu ngomong begitu Fah, berani benar?" seru mbak Us, Nafisa dan mbak Yah.


"Ya, ku pikir waktu itu mereka bercanda, mana aku tahu kalau mereka serius." kilahku merasa tidak berdosa.


"Dik Catur, ajari dia kalau nggak, hadehh." keluh mbak Yah sambil geleng kepala.


"Ya, mas, mbak Fah itu antik." Nafisa ikut menimpali.


"Memange aku barang purbakala." celetukku tanpa dosa.


"Benar, Naf, mbakmu itu antik, makanya aku sangat ingin bersamanya selamanya, setiap malam aku selalu berdoa, semoga antara aku dan mbakmu bisa berjodoh, alhamdulillah tinggal selangkah lagi." pak Catur berucap dengan nada menggodaku.


Pak Catur dan keluargaku semakin akrab, entah bagaimana pak catur bugitu mudah akrab dengan keluargaku, padahal setahuku pak Catur selalu sibuk dengan pekerjaan sedangkan Pak Catur sendiri jarang menyinggung tentang keluargaku di setiap kali bersama, paling hanya bahas tentang Afriana, itupun jarang sekali, namun hari ini aku melihat sendiri bagaimana pak begitu akrab dengan keluarga tanpa sungkan dan keluargaku bisa menerima pak Catur dengan mudah.

__ADS_1


Selesai bercengkerama dengan keluargaku pak Catur pamit undur diri, mengingat waktu sudah agak sore dan juga ada pekerjaan yang harus pak Catur selesaikan di rumahnya.


"Bagaimana perasaanmu Fah? Apa kamu sudah benar-benar siap untuk berumah tangga lagi?" mbak Us melontarkan pertanyaan padaku sambil membantuku merapikan tikar di ruang tamu.


"Inshaallah, mbak, doakan saja." sahutku sambil merapikan tikar.


"Aku tahu ini bukan perkara yang mudah buatmu, aku harap kamu benar -benar ikhlas dengan keputusanmu jangan karena bapak kamu menerima lamaran dari bosmu itu, aku sebenarnya sudah tahu juga jika bosmu telah melamarmu langsung ke bapak dan ibuk, bapak dan ibuk sudah menceritakan semua pada kami anak-anaknya, habis ini aku juga akan pamit, besok keponakanmu juga harus sekolah." cerocos mbak Us.


"Aku yakin dengan keputusan bapak mbak." sahutku penuh keyakinan.


Apa yang aku rasakan hari ini aku kurang tahu, aku harus merasa bahagia atau sedih karena mendapat lamaran dari bosku yang notabennya adalah partner kerjaku.


Malam ini ae habis sholat isya, keluargaku berkumpul di rumah baoka untuk membahas acara pernikahanku.


"Begini pak, Fah hanya ingin akad nikah saja, sehari sebelumnya khataman Al-Quran, malamnya ngundang tetangga tasyakuran dan habis isya baca diba' alberzanji paginya ngundang pak naib." ujarku serius.


"Ya, tapi kita ya harus tetap bikin rengginan, Fah, untuk syarat kita tetap harus menyediakan jajan manten, biar lebih afdol, Fah, wong ketan juga ada jadi mulai besok ibuk mau bikin rengginan mumpung masih panas, biar bisa mekar gede saat di goreng." jelas ibukku sambil selonjoran karena kecapek-an.

__ADS_1


"Enggak beli aja to, buk ?" tanyaku.


"Rasanya kurang sreg, jika harus beli." sahut ibukku.


"Jadi kamu gak bikin pesta besar, Fah?" mbak Yah bertanya padaku.


"Nggak perlu mbak, wong kita juga sudah pernah menikah, yang penting sah beres." ucapku yakin.


"Temanmu, Fah?" bapakku ikir menimpali.


"Biar mereka ikut acara di hotel yang pak Catur sewa." Aku menjelaskan pada bapak dan keluargaku.


"Baiklah, jika itu keputusanmu, bapak senang."


Selesai membahas acara pernikahanku kami semua buyar, aku kembali ke rumahku sendiri karena rumahku juga sudah selesai renovasi, sedang mbak Yah dan mas jamal nginep di rumah bapak, karena hari sudah larut.


Sebelum tidur aku cek gawaiku ternyata chat dari pak Catur sudah panjang kali lebar kali tinggi dan isinya sama semua. Aku hanya membacanya saja tidak aku balas sama sekali dan aku langsung tidur karena sudah sangat capek.

__ADS_1


__ADS_2