TALAK

TALAK
Part 57 TALAK


__ADS_3

Di dalam mobil Rahma bercerita dan banyak tanya tiada henti hingga tidak terasa mobil pak Catur sudah terparkir di halaman rumahku dan kedua orang tuaku, ketika kami turun Afriana, sudah berdiri di pintu rumah orang tuaku bersama dengan ibuku.


"Silahkan masuk dulu pak, ayo Rahma, maaf rumah tante masih jelek."ucapku apa adanya.


"Terima kasih." sahut pak Catur sopan.


Kami bertiga berjalan menuju rumah orang tuaku pak Catur menggandeng Rahma dan menenteng kresek.


"Assalamu'alaikum." sapa kami bertiga.


"Wa'alaikum salam." sahut Afriana dan ibuku.


Kami saling bersalaman dan aku persilakan pak Catur serta Rahma duduk di kursi. Mereka saling berkenalan tidak lama keluarlah bapak, Fauzan dan Nafisa dari dalam ruang keluarga.


"Af, ini buat kamu." ucap Rahma sambil menyodorkna sekresek entah apa isinya.


Aku melihat ke arah pak Catur dan Pak Catur hanya mengedikan bahunya pura -pura tidak tahu.


"Terima kasih, mbak." ucap Afriana saat menerima kresek dari Rahma.


"Gak usah repot-repot to pak," ucap ibuku" Terima kasih pak, sudah mau mengantar Afifah pulang, ya beginialh keadaan gubuk kami, saya harap bapak tidak kapok untuk kesini." terang ibuku sopan.


"Tidak repot kok bu, wong cuma sedikit jajan saja tadi Rahma yang minta dan milih semuanya, kebetulan tadi kita sedang ada kerjaan di luar kantor dan motor mbak Fah ada di kantor jadi sudah menjadi kewajiban saya untuk mengantar mbak Afifah pulang." jawab pak Catur sopan.

__ADS_1


Tidak lama Nafisa sudah keluar dengan beberapa gelas teh manis hangat untuk di hidangkan pada kami.


"Wah, banyak banget buk jajannya, ada ice cream!" seru Afriana senang saat membuka kresek dari Rahma.


"Ayo, di maem bareng sama mbak Rahma, Af!" perintahku.


"Ayo, mbak kita ke sana," Afriana mengajak Rahma ke ruang tengah untuk memakan jajan sambil monton TV.


Nafisa menemani mereka berdua untuk bermain dan makan jajan di depan TV dengan senangnya, namanya juga anak kecil mereka saling memamerkan mainannya dan juga kegiatannya di sekolah maupun di rumah.


"Sekali lagi terima kasih pak, sudah mengantar Afifah pulang, biasanya Fauzan yang sering jemput Afifah jika pulang telat." terang bapakku.


"Saya senang bisa main kesini pak, apa lagi melihat Rahma kelihatannya juga sangat akrab dengan putrinya mbak Afifah, dan sekalian mau minta ijin minggu depan kami ada rapat di Jakarta dan mbak Afifah wajib ikut kurang lebih satu minggu." ucap Pak Catur.


"Iya, tidak apa pak, memang sudah kerjaannya Afifah, silahkan di minum tehnya." ucap bapakku


"Rahma, ayo pulang dulu sudah malam nanti di marahi mama lho." panggil pak Catur.


"Paman, sebentar lagi ya." rajuk Rahma.


"Rahma, sekarang pulang dulu kalau Rahma mau main sama Afri, boleh kok datang lagi, nanti bisa bulek Naf ajarin lagi bikin mainannya, sekarang sudah malam nanti mama nyari-in lho." rayu Nafisa.


"Iya, Rahma, kalau rahma mau main kesini lagi paman anterin, tapi setelah paman pulang dari Jakarta ya." rayu pak Catur.

__ADS_1


"Baik, paman, tapi paman harus janji ya." tegas Rahma.


"Ya, paman janji, ayo pamit dulu." ucap Pak Catur.


"Paman, kata dik Afri dia mau ke pantai, boleh ya kita main bareng!" ucap Rahma antusias.


"Kita pamit mama, sama papamu OK, kalau jauh paman gak janji." ucap Pak Catur " Ya sudah kita pamit dulu." perintah pak Catur


"Assalamu'alaikum" ucap Rahma berpamitan dan salaman satu -satu.


"Mari, semuanya." pamit pak Catur dan langsung masuk ke mobilnya.


Aku mengantarkan mereka berdua sampai masuk mobil " Terima kasih pak, hati-hati, selamat malam Rahma." ucapku.


"Sama-sama, sampai jumpa besok di kantor." ucap Pak Catur dan langsung meninggalkan halaman ruang kedua orang tuaku.


"Bosmu baik sekali sih mbak, hayoooo ada apa nih." goda Nafisa lirih.


"Gak ada apa -apa, Naf, jangan mengada ada ya!" ucapku lirih


Kami semua masuk rumah aku melihat apa saja yang di beli oleh pk Catur tadi,


"Ya Allah banyak banget jajannya!" seruku.

__ADS_1


"Ya komplit mbak besok -besok suruh bawa sekalian tokonya, mentang -mentang orang kaya beli gak ukuran, es krimnya saja ada sepuluh, semua hageon dass ini kan es krim mahal, tapi ya alhamdulillah rejekinya anaku sering dapat makanan mahal." cerocos Nafisa senang sambil mengemasi makanan yang ada di tikar lantai.


Selain es krim masih ada coklat, dan beberapa makanan ringan lainnya kalau di total semua menghabiskan uang empat ratus ribuan.


__ADS_2