TALAK

TALAK
Part 140 TALAK


__ADS_3

Di kediaman bu Priska semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang tengah tidak terkecuali, pak Catur sengaja ikut menginap di rumah bu Priska, supaya bisa bercengkerama dengan keluarganya dan membahas tentang rencana pernikahan pak Catur dan Afifah. Di saat sedang berkumpul gawai pak Catur berdering, pak Catur segera melihatnya nama Dwi dan Tri yang terpampang ternyata mereka berdua sedang melakukan panggila.


Melihat nama kedua kakaknya yang memanggil pak Catur langsung menggeser tombol hijau dan menerimanya, akhirnya terjadilah panggilan group.


[Assalamu'alaikum, mas] pak Catur.


[Wa'alaikum Salam, gimana... gimana... gimana?] mas Dwi dan mas Tri bersamaan.


[Telpon itu mbok ya tanya kabar mama atau mama gitu lho mas, apanya yang gimana?] pak Catur.


[Tadi pagi aku sudah telpon mama dan papa, nyari kami yang susah, kapan rencana pernikahanmu, rencana bulan madumu kemana biar kita siapkan tiket dan hotelnya, tapi jangan minta tiket ke bulan] Dwi.


[Kalau ke bulan tiketnya dari Pak penghulu mas, bukan dari kita] Tri.


Mereka bertiga langsung tertawa bukan hanya mereka bertiga namun semua yang ada di ruang keluarga, karena di los speker jadi semua mendengar obrolan mereka bertiga.


[Jangan keras-keras nyebut Bu Lan, nanti kalian di clatu Pak Lan tetanggaku] kelakar bu Priska ikut nimbrung.


[Alhamdulillah aku ikut senang Ton, kamu akhirnya akan kembali berumah tangga, doaku menyertaimu, kapan tanggalnya dan acaranya di mana, kasih kabar segera agar aku bisa tolak ke Indonesia, semoga aku bisa cuti lama] Dwi.


[Aku juga akan di Indonesia selama sebulan di saat pernikahanmu nanti] Tri.


[Tanggal sekian bulan sekian jadi dua bulan dari sekarang, acaranya yang di Jakarta mama yang ngurus, untuk di Madiun untuk resepsi rencanaku di Sun hotel saja cari lokasi yang luas soalnya mau mengundang seluruh karyawan pabrik yang ada di cabang kota Madiun, dan juga mau mengundang para penggemarku, biar tambah berkah, sekalian mau bagi-bagi rejeki bagi yang bersedia datang mendoakan pernikahan kami nanti, acara selanjutnya mengundang anak yatim piatu di Villa] pak Catur.

__ADS_1


[Jangan lupa khataman Al-Quran di rumahmu sehari sebelum akad] Tri.


[Pasti itu mas, sudah aku pikirkan untuk khataman Al-Quran, mas harus datang] pak Catur.


[Aku yang bagian nyoting dan ngrekam] Tri.


[Kalian harus ikut duduk di dekatku dan ikut melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an, jangan bilang kalian sudah lupa cara melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an] pak Catur.


[Ngledek ya kamu, kalau kita lupa, bisa-bisa aku di pecat dari anak mama dan papa, kalau pulang bisa-bisa aku gak di masakin sama mak] Dwi.


[Kalian rame saja, kalian berdua harus pulang saat adikmu menikah, seluruh anak cucu mama harus hadir tidak terkecuali] bu Cakra.


[Inshaallah, Ma, kami pasti agendakan, minimal kami dua minggu di Indonesia ma] Dwi.


[Aku dan keluargaku minimal tiga minggu, ma] Tri.


[Ma, biarlah kami pakai uang kami sendiri] Dwi.


[Mama dan papa yang ngundang jadi mama dan papa yang membiayai perjalanan kalian semua, karena kedatangan kalian semua sangat kami harapkan] bu Cakra.


[Baik, ma] Tri.


[Mbak Pris , jangan lupa ajak kami kuliner di tempat mbak ya, anak dan istriku kepingin main di sawah katanya unik] Dwi

__ADS_1


[Aku juga ikut mbak Pris] Tri.


[Ya, nanti kalau perlu aku booking seluruh restaurantnya khusus buat keluarga kita] bu Priska.


[Ngacau kamu Pris] bu Irma.


[Kita lanjut nanti, sekarang kita mau bahas pernikahannya adikmu mumpung kita masih berkumpul soale aku akan kembali ke Jakarta lagi] bu Irma.


[Assalamu'alaikum] Dwi dan Tri bersamaan.


[Wa'alaikum Salam] semua yang mendengar ikut menjawab Salam dari Tri dan Dwi.


Semua yang ada di ruang keluarga kediaman bu Priska sedang sibuk membahas tentang rencana pernikahan pak Catur dan Afifah. Semua keluarga di beri kesempatan untuk memberi masukan dalam acara nanti.


"Untuk akad nikahnya apa kamu sudah bahas dengan Afifah, Ton?" bu Irma.


"Biasanya kalau di kampung, akad nikah di adakan di rumah mempelai wanita, kita harus bahas dengan keluarga mempelai biar tidak salah paham." nasehat Kakung.


"Berarti kita melakukan pertemuan sekali lagi, Kung?" tanya pak Cakra.


"Iya, kita kesana sekali lagi, supaya lebih afdol, apalagi kemarin kita kesana mendadak, untuk mematangkan dan supaya lebih sopannya." nasehat kakung.


"Ir, berarti kamu harus tunda kepulanganmu, lusa kita kesana lagi, Ton besok kamu kabari keluarga Afifah!" pinta bu Cakra.

__ADS_1


"Baik, Ma, besok, saya kasih tahu pada mereka." jawab pak Catur.


Jam sebelas malam baru saja selesai membahas tentang lamaran kedua dan acara pernikahan pak Catur dan Afifah. Karena capek semua masuk kamar masing-masing untuk istirahat.


__ADS_2