
Hari ini jadwalnya Afriana dan Rahma kembali ke pesantren setelah satu minggu mengambil cuti di rumah, kali ini pak Catur tidak bisa mengantar Afriana ke pesantren karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Walau pak Catur tidak bisa mengantar Afriana ke pesantren namun pak Catur menyempatkan diri untuk mengantar Afriana pamit dengan mas Ringgo sebelum berangkat ke kantor.
"Bunda dan Afri hati-hati maaf ayah tidak bisa mengantar," pesan pak Catur sebelum berangkat bekerja.
"Ayah juga hati-hati," pesanku.
"Terima kasih Ayah." ucap Afriana.
Setelah saling berpamitan pak Catur berangkat ke kantor sendiri karena sang sopir akan mengantarku Afriana dan Rahma ke pesantren, kali ini mbak Priska yang ikut mengantar.
"Afri, sudah siap ayo berangkat nanti keburu siang sudah ditunggu oleh mbak Rahma!" seruku.
"Ya, Buk sudah siap." jawab Afriana dari dalam kamarnya" Ayo Buk."
Tidak lama Afriana sudah keluar dari kamarnya, Sebelum berangkat Afriana pamitan dulu ke semua penghuni rumah, tidak terkrcuali. Aku dengan Afriana berangkat menuju ke rumah mbak Priska, hanya butuh lima belas menit mobil kami sudah berada di depan rumah mbak Priska. Mvak Priska dan Rahma sudah menunggu kehadiran kami.
"Assalamu'alaikum, mbak," sapaku pada mbak Priska dan Rahma.
"Wa'alaikum salam," jawab mbak Priska dan Rahma " Alifa gak ikut Fah?" tanya mbak Priska padaku.
"Nggak mbak, sama ayahnya gak boleh ikut, karena ayahnya gak ikut takut aku kuwalahan." jawabku.
"Terima kasih mbak sudah belanjakan bekal untuk Afri," ucapku.
"Sama-sama, kaya sama siapa saja to Fah," jawab mbak Priska.
"Rasanya masih kangen, sekarang harus sudah balik lagi!" keluh Rahma.
"Iya, mbak perasaan baru kemarin pulang sekarang harus balik lagi." timpal Afriana.
"Nuntut ilmu itu gak boleh ngeluh harus ikhlas, biar ilmunya cepat masuk dan tidak ilang," nasehat mbak Priska pada mereka.
"Iya, dengerin nasehat bupuh, nuntut ilmu harus ikhlas dan sabar jangan tergesa-gesa, biar tidak jadi ilmu keeling," imbuhku.
"Apa itu ilmu keling tante?" tanya Rahma penasaran
__ADS_1
"Iya, Buk apa itu ilmu keling?" Afriana tak kalah penasaran.
"Ilmu keling itu, ilmu nyekel eleng dalam artian ingatnya pas pegang catatan saja, bila tidak memegang catatan lupa," jelasku.
"Ya Allah ibuk!" seru Afriana.
Perjalanan kami menuju pesantren tergolong lancar hanya dalam waktu satu jam setengah mobil kami sudah memasuki area pesabtren Putri. Sesampainya di pesantren mereka berdua langsung masuk ke kamarnya untuk menaruh barang-barangnya terlebih dahulu.
Aku dan mbak Priska menunggu mereka di aula tempat kunjungan para orang tua dan santri, setelah beberapa menit Afriana dan Rahma sudah kembali menemui kamu lagi.
"Assalamu'alaikum Buk , Bupuh ," sapa Afriana sopan dia susah mengganti bajunya dengan seragam pesantren.
"Assalamu'alaikum, Mah, tante." sapa Rahma juga sudah ganti seragam pesantren.
"Wa'alaikum salam," jawabku dan mbak Priska bersamaan.
Afriana memelukku sebelum dia masuk ke kelasnya" Buk doakan Afriana," pinta Afriana sudah menitikan air mata.
"Doa ibuk selalu untuk Afri, fokus pada tujuan awal sayang, apapun yang terjadi beberapa hari ini Afri jangan terlalu memikirkannya." nasehatku.
"Rasanya berat melepas mereka padahal ini sudah tahun ke empat dia di pesantren." keluh mbak Priska sudah Berkata-kaca.
"Iya, mbak, perasaan baru kemarin dia aku timang-timang sekarang dia sudah besar, semoga kelak Afriana bisa menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya." ucapku.
"Aamiin yarobbal'alamin, inshaallah Afriana bisa, Fah, aku yakin itu," ucap Priska meyakinkanku "Aku mau kerumahmu kangen dengan si kecil," ujar mbak Priska.
"Alhamdulillah, jadi ada temannya senang sekali mbak bisa main ke rumah," ucapku.
"Ya, di rumah sepi Fah, Rahma di pondok yang besar lagi sibuk kuliah, sekarang di rumah semua sibuk sendiri-sendiri." keluh mbak Priska.
"Gak nambah lagi mbak?" godaku.
"Dah ampun aku Fah, dua kali melahirkan operasi terus kalau seperti kamu bisa normal pingin saja punya anak banyak seperti kalian, " ujar mbak Priska dengan senyum khas nya.
"Ya, iya sih mbak katanya melahirkan secara operasi itu lebih sakit dari pada melahirkan secara normal." imbuhku.
__ADS_1
"Fah, bagaimana dengan Ringgo aku dengar dari Tono dia sudah sembuh?" tanya mbak Priska padaku.
"Alhamdulillah sudah mbak, tapi aku sama sekali tidak ketemu kok mbak sama dia, jadi aku gak begitu tahu justru ayahnya anak-anak yang paham," jawabku jujur.
"Kamu gak mau ketemu sama dia atau sebab Tono ?" tanya mbak Priska penuh selidik.
"Dua-duanya mbak, aku yakin ayahnya anak-anak pasti sudah cerita ke mbak," jawabku apa adanya.
"Ya, aku tahu Tono lagi cemburu, ya tono kapan hari cerita." sahut mbak Priska sambil tertawa.
"Lah kenapa mbak tertawa?" tanyaku.
"Sebenarnya adikku itu pecemburu, berhubung kamu itu jadi istri sangat nurut sama suami makanya dia tidak menampakan rasa cemburunya, dan dia dari dulu itu selalu mencari informasi tentangmu dariku, dan dia percaya dengan ucapanku makanya dia sangat percaya padamu," jelas mbak Priska.
"Dari sikapnya aku tahu mbak kalau mas itu pecemburu, makanya sebisa mungkn aku berusaha menjaga diri, karena aku tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya makanya saya akan menjadi istri yang berbakti pada Tuhan dan suami." ucapku jujur.
"Itu sebabnya dulu aku merekomendasikanmu untuk adikku Fah, dan alhamdulillah semua keluarga setuju, makanya kamu aku ikutkan jadi kandisay sekretarisnya, alhamdulillah berjodoh," jelas mbak Priska "Bagaimana dengan panti asuhanmu" tanya mbak Priska padaku.
"Alhamdulillah sampai sekarang masih aman dan tidak ada masalah yang serius paling kasusnya hanya penemuan bayi di sekitar panti, seperti kemarin lusa ada lagi yang menaruh bayi di depan pintu gerbang panti, alhamdulillah bayinya selamat tapi pelaku masih dalam pelacakan." terangku.
"Laki-laki apa perempuan bayinya?" tanya mbak Priska penasaran.
"Laki-laki, mbak umurnya baru sekitar seminggu, semua sehat cuma dia alergi susu formula dari sapi." jekasku.
"Kalau begitu minumnya apa?" tanya mbak Priska.
"Susu kedelai khusus buat bayi yang alergi mbak." jawabku jujur.
"Sepulang dari sini boleh aku lihat kesana," pinta mbak Priska.
"Tentu boleh mbak, tapi kalau ke sana aku ambil Alifa dulu baru kita kesana." ucapku.
"Tidak masalah, yang penting kita kesana, sekarang rasanya jadi kangen kepingin punya anak kecil lagi." ucap mbak Priska.
Mobil yang kami tumpangi meluncur dengan cepat karena jalanan lagi lengang, seperti waktu berangkat saat pulang perjalanan juga cukup lancar sehingga dalam waktu satu setengah jam mobil yang kami tumpangi sudah sampai di halaman rumahku.
__ADS_1