TALAK

TALAK
Part 17 TALAK


__ADS_3

Informasi dari bu Priska membuat aku sedikit tahu tentang pak Catur, terutama tentang makanan favourite nya. Bu Priska menceritakan tentang kebiasaan pak Catur yang lebih suka memilih makan masakan rumahan, aku hanya mendengar penjelasan dari bu Priska dan tidak berani banyak tanya, karena yang penting aku sedikit punya gambaran tentang menu yang akan aku masak selama training.


Karena kami berdua sedang udzur maka kami berdua mengahiskan jam istirahat untuk ngobrol di ruanganku sambil menunggu pak Catur kembali dari masjid.


Begitu pak Catur kembali dari Masjid aku langsung menyiapkan makan siang yang sudah aku panaskan di microwave.


Kali ini masak sayur lodeh gori (nangka muda) karena kemarin pak Catur minta menu itu, perkedel jagung, lele goreng, sambel tomat serta krupuk, menu yang sangat sederhana bagi seorang GM, namun sangat istimewa buatku.


Selesai makan kami bertiga lanjut diskusi tentang perencanaan pembangunan pabrik yang baru. Pak Catur memutuskan untuk mengecek lokasi pabrik baru sebelum pembangunan di mulai.


"Bu Priska tolong siapkan untuk mengecek lokasi minggu depan, kita akan berangkat pagi, dan mbak Afif, tidak perlu masak untuk hari selasa karena seharian kita akan di luar" ucap Pak Catur yang masih duduk di sofa.


"Baik, Pak " jawabku


"Fah, kalau kesana jangan pakai high hill, pakai sepatu olah raga karena lokasinya berlumpur, Saya harap pak Catur juga pakai sepatu olah raga " pesan bu Priska, karena bu Priska yang sudah survey lokasi beberapa kali.


"Dari jalan raya berapa km, bu?" tanya pak Catur.


"Tidak jauh hanya 100 meter saja, namun lokasinya cukup aman masih asri banyak pohon di sekitar lokasi, serta penduduknya juga belum padat, makanya sesuai dengan persetujuan kemarin kita harus bangun mes bagi para pekerja yang dari luar kota, karena pasti sangat sulit untuk mendapatkan kos - kos an di sana " jelas bu Priska


"Baiklah, aku sudah mempelajarinya, dan aku rasa prospeknya sangat bagus " ucap Pak Catur


"Kalau begitu, saya bisa menghubungi perangkat desa, jika bapak mau berkunjung. Sebenarnya kemarin saya punya ide untuk dibangun taman kecil sekitar pabrik pasti sangat membantu perekonomian masyarakat, dan juga biar kelihatan indah walau sebenarnya jalan menuju pabrik " jelas bu Priska

__ADS_1


"Mbak, tolong ambilkan denah lokasi!" seru pak Catur " Untuk taman bisa kita pertimbangkan nanti setelah pabrik jadi " ucap Pak Catur


"Ini, Pak " aku segera menyerahkan kertas gambar denah lokasi, pak Catur segera membuka dan mengecek Secara detail.


"Jalan menuju pabrik cukup luas, kalau tanah sebelah sini di jual kita bisa membeli dan di buat taman agak luas, biar para karyawan tidak jenuh" ucap Pak Catur


"Ini kayalan saya, sekirat 1 km dari lokasi ini pemandangannya sangat bagus, saya rasa bagus kita bangun tempat wisata, lokasi masih satu desa dengan pabrik, kita buat icon patung pabrik kita, tapi itu hanya hayalanku saja pak " terang bu Priska


"Kalau begitu hari selasa selain melihat lokasi pabrik, kita bisa lihat lokasi yang Ibu jelaskan tadi, kalau prospeknya bagus nanti saya bicarakan dengan dewan Direksi " ucap Pak Catur tegas


"Mbak, Fah bisa kembali ke ruangannya, dan tolong kamu berikan dokumen ini ke pihat administrasi, untuk memperbaiki laporannya, dan senin pagi harus sudah berada di meja saya " perintah pak Catur tegas


"Baik, Pak " sahutku dan aku langsung pergi meninggalkan ruangannya Oak Catur.


"Kelihatannya Kamu, suka dengan masakan, Afifah ?" tanya bu Priska pada pak Catur.


"Besok, di rumah saja istirahat, sambil nunggu si kecil pulang dari sekolah, datanglah ke rumah kalau kamu tidak banyak kerjaan " pinta bu Priska


"Mas Anam ?" tanya pak Catur


"Mas Anam ya di bengkel dan di toko, paling kalau minggu baru di rumah, itupun kadang kalau lagi rame ya tetap mantau karyawannya, kamu tahu sendiri akir pekan selalu rame, untungnya mas Anam jika hari biasa sering di rumah menemani anak - anak antar jemput anak - anak" ucap bu Priska


"Seandainya, anaku masih hidup mungkin seumuran dengan Rahma, mbak " ucap Pak Catur berubah sedih

__ADS_1


"Ton, mbak tahu tidak mudah untuk bisa menerima kenyataan, apalagi di tinggal untuk selamanya, aku harap kamu bisa menemukan jodoh yang tepat buat kamu " ucap bu Priska, bu Priska tahu bagaimana hancurnya pak Catur saat kehilangan anak dan istrinya 7 tahun lalu.


7 tahun lalu sebuah kecelakaan kecil di kamar mandi telah merenggut anak dan istrinya, dan memisahkan untuk selama lamanya. Selama 2 tahun pak Catur mengalami depressi berat, sebab itu pak Catur memilih untuk meninggalkan Jakarta dan mengelola pabrik cabang yang di luar Jakarta.


Pak Catur memilih pindah dari kota satu ke kota lainnya, dengan cara seperti itu membuat pak Catur bahagia dan bisa kembali hidup normal.


"Sekarang pikirkan ucapan kita semua, bukalah hatimu, kita semua sayang kamu Ton " ucap bu Priska ,


Semua keluarganya lebih suka memanggilku Tono, karena kusilannya di waktu kecil, yang bikin semua kesal.


"Saya, coba mbak, mereka gak tahu kan dengan statusku " tanya pak Catur


"Di sini hanya aku yang tahu, tenang saja aku bisa jaga rahasia, dan aku rasa aku ada calon yang pas buat kamu, lihat saja nanti, ya sudah aku kembali kerja dulu, aku tunggu besok di rumah atau kamu mau ke bengkelnya mas Anam " ucap bu Priska


Pak Catur langsung menautkan kedua alisnya mendengar ucapan bu Priska, tentang calon yang di maksud bu Priska " Aku, bukan anak kemarin sore mbak yang harus di jodohkan, aku bisa cari sendiri " ucap pak Catur heran


"Tanpa aku jodohkan lawong kamu juga sudah pdkt gitu" ucap bu Priska


"Mbak, mana ada di sini saja baru seminggu, tolong bilang mas Anam untuk menemabi aku beli sepeda gunung besok, kelihatannya kota ini masih asri " ucap Pak Catur


"Beres, masmu dan aku kadang juga sepedahan kalau minggu atau pas tanggal merah walau gak sering, oh ya soal calon semoga tebak an ku benar, semangat semoga kamu mendapatkan bidadari di kota ini " ucap bu Priska dan langsung pergi


"Memang pantas mbak, kamu jadi adiknya mbak Irma, sama - sama bawel " ucap Pak Catur sudah tidak heran melihat kelakuan kakak angkatnya itu.

__ADS_1


Dari kecil pak Catur sangat dekat dengan kakak pertamanya dan bu Priska, karena kakak kedua dan ketiga memilih sekolah di luar negeri dan menikah dengan orang luar negeri jarang sekali di Indonesia.


Kedua kakaknya hanya datang di Indonesia jika ada acara tertentu, apalagi sekarang anak - anak sudah pada masuk sekolah jadi sangat sulit untuk berkumpul kalau tidak ada moments penting.


__ADS_2