TALAK

TALAK
Part 73 TALAK


__ADS_3

Dengan di antar bapak aku berangkat ke kantor, karena berangkatku agak telat aku sampai kantor juga telat lima belas menit, saat masuk ruangan pak Catur ternyata sudah berada di dalam ruangannya, pak Catur selalu datang tepat waktu jam delapan pagi, pak Catur hanya telat jika sedang tidak enak badan atau ada pekerjaan di luar waktu pagi hari.


Tok Tok Tok.


"Masuk!" perintah pak Catur padaku.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi Pak, maaf saya datang terlambat." ucapku sopan.


"Wa'alaikum salam, tidak apa!, silahkan duduk," perintah pak Catur sopan "Mbak apa ada masalah biasanya mbak selalu tepat waktu, apa mbak lagi sakit?" tanya pak Catur padaku penuh selidiki.


"Alham?dulillah tidak pak, cuma tadi bangun agak kesiangan, maaf pak lain kali tidak akan saya ulang." jawabku sopan.


"Tidak masalah kalau mbak sakit kan mbak bisa istirahat di rumah." ucap Pak Catur.


"Maaf, pak hari ini saya ada keperluan mendadak, saya mau minta ijin untuk tidak lembur, kalau memang ada yang harus saya kerjakan saya akan mengerjakan di rumah." pintaku sopan penuh harap.


"Mbak mau pulang jam berapa?" tanya pak Catur padaku penuh selidik.

__ADS_1


"Seperti jam kantor biasanya, cuma gak lembur begitu pak." jawabku sopan.


"Saya ijinkan, cuma saya minta tolong selesaikan berkas kerja sama dengan CV Citra karena besok sore kita ada meting dengan CV Citra." pak Catur memberi ijin.


"Inshaallah pak, bapak jangan khawatir nanti sore sebelum pulang saya selesaikan, terima kasih pak atas ijinnya." ucapku senang.


Aku meninggalkan ruangan pak Catur, karena hari ini aku harus segera pulang, aku berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannku tepat waktu.


Tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul tiga sore, pekerjaanku sudah selesai satu jam sebelum jam pulang namun aku harus menyerahkan ke pak Catur untuk di koreksi dan minta persetujuannya.


"Perfect, semua sudah sesuai, mbak bisa pulang sekarang, untuk yang lainnya kita kerjakan besok saja!" perintah pak Catur dengan senyum penuh kepuasan setelah membaca dokumen yang baru saja aku serahkan padanya.


Aku segera kembali ke ruanganku untuk berkemas-kemas sebelum aku meninggalkan kantor. Aku melihat masih jam empat kurang lima belas menit, biarpun pak Catur sudah mengijinkanku untuk pulang aku masih duduk di kursi kerjaku sambil membuka gawaiku, di gawaiku sudah masuk pesan wa dari bapak jika mas Jamal yang menjemputku dan mungkin agak lambat sepuluh menit, aku duduk bersandar di kursi kerjaku, aku duduk di kursi sambil menunggu jam kantor selesai.


Begitu jam kantor selesai aku segera meninggalkan ruangan, dengan langkah sedikit cepat dan bahagia aku menuju pos satpam, tempat biasa Fauzan menjemputku, di sana mas Jamal belum kelihatan, aku menunggu mas Jamal di pos satpam.


"Mbak, Fah!" seru Nina.

__ADS_1


"Nin,!" seruku bahagia.


"Tadi pagi aku melihat pak de yang mengantar, apa motormu rusak mbak, tak antar yuk!" ucap Nina menawarkan tumpamgan.


"Ya Nin, aku lagi nunggu mas Jamal datang kata bapak mas Jamal yang menjemputku." jawabku jujur.


"Baiklah, mbak aku duluan!" pamit Nina dan meninggalkanku.


"Hati-hati Nin." pesanku dan melambaikan tanda pada Nina.


Tidak lama mas Jamal datang para karyawan lainnya juga sudah pada pulang. Tanpa banyak tanya aku segera naik di boncengan sepeda motornya mas Jamal.


Dalam pejalanan mas Jamal tidak bercerita apa-apa, kami berdua larut dalam pikiran masing-masing.


"Fah, segera mandi dan kita berkumpul di rumah bapak, habis isya Kyai teman bapak datang!" perintah mas Jamal begitu sudah sampai rumah.


Mas Jamal kadang memperlakukan aku seperti anak kecil, main perintah saja " Ya, mas." jawabku singkat dan langsung masuk rumahku sendiri.

__ADS_1


Suasana rumah kedua orang tuaku tidak seperti biasa mbak Yah, Zahra sudah berada di rumah orang tuaku. Aku melihat Afriana dan Zahra bermain dengan bahagianya di rumah orang tuaku.


Begitu aku sudah selesai membersihkan diri aku segera masuk kedalam rumah orang tuaku, di dapur ibuku sudah sibuk masak, dan membuat jajanan ringan.


__ADS_2