TALAK

TALAK
Part 85 TALAK


__ADS_3

"Pagi Ton !" sapa bu Priska "Kelihatannya senang sekali baru dapat apa nih?" tanya bu Priska pada pak Catur di ruangannya pak Catur.


"Dapat bidadari keci," jawab pak Catur dengan senyum bahagia.


"Maksudmu?" tanya bu Priska penasaran.


"Mbak, hari sabtu sore Rahma ada acara gak, kalau gak ada acara mau aku ajak jalan-jalan." ucap Pak Catur.


"Kemana? Dengan siapa?" tanya pak bu Priska sambil melihat dokumen dari Pak Catur.


"Rencananya aku mau ngajak Afifah dan anaknya jalan-jalan, sekalian Rahma biar Afri ada temannya, paling cuma ke mall Lawu dan alon-alon kota saja, mumpung ada kesempatan dan ada alasan." ucap Pak Catur jujur.


Bu Priska hanya geleng-geleng kepala mendengar tingkah adiknya yang lagi kasmaran(puber kedua)"Ajak saja Rahma pasti senang, sabtu minggu gak ada kegiatan paling cuma ngaji di masjid namun jika cuma sekali gak masuk ya gak apa-apa," ucap bu Priska mengijinkan" Ton, sekarang aku tanya kamu jawab yang jujur, apa kamu punya perasaan khusus pada Afifah?" tanya bu Priska serius.


"Ya, sejak pertama melihat dan bertemu Afifah saat pelatihan di Jakarta dulu, aku merasa dekat dengannya padahal itu yang pertama kalinya aku bertemu, makanya aku pilih dia jadi sekertarisku dan juga dari semua peserta dia yang nialinya paling tinggi, dan mbak Irma juga setuju, sejak saat itu aku tidak berhenti untuk memikirkannya." Pak Catur mengakui secara jujur.


"Alhamdulillah, mbak senang dengan pilihanmu, kata mama bundamu juga sangat menyukai Afifah." kata bu Priska.


"Iya, mbak bahkan bunda menyuruhku untuk segera melamar, mama dan papa juga tidak sabar ingin punya mantu lagi, tapi aku ragu dengan Afifah." ucap Pak Catur.


"Yakinlah, Ton, aku yakin kalian berjodoh, renacanmu selanjutnya bagaimana?" tanya bu Priska antusias.

__ADS_1


"Renacananya akan aku dapatkan anaknya dulu, biar mudah mendapatkan ibunya, secepatnya aku akan minta mama dan papa untuk datang dan melamarkan Afifah untukku." jawab pak Catur senang dan percaya diri.


"Aku setuju, tapi mbak pesan, yang kamu nikahi itu bukan gadis Ton jadi kamu juga harus bertanggung jawab dan sayang pada keduanya, jangan nanti sudah dapat ibunya kamu lupa anaknya, anak itu walau bukan anak kandung kita asal kita mencintai dan menyayangi secara tulus anak itu bakal menyayangi dan menghormati seperti orang tua kandungnya." nasehat bu Priska bijak.


"Inshaallah, mbak semua sudah aku pikirkan aku juga tidak ingin terjadi fitnah antara aku dan Afifah, tolong jangan sampai ada yang tahu tentang ini, semoga proses perceraian Afifah segera selesai." ucap Pak Catur penuh harap.


"Semoga, kamu jadi mau lihat tanah dan Kelanjutan pembangunannya bagaimana?" tanya bu Priska.


"Berapapun harganya akan aku beli mbak karena aku berencana akan membangun villa di sana untuk keluarga kecilku nanti, besok pagi aku akan ke sana dengan Afifah sekalian mengecek pembangunan pabrik, kan luanyan mbak." ucap Pak Catur berbinar binar.


"Tapi awas, jangan macam-macam, kamu harus menjaganya." pesan bu Priska mengultimatum.


Tiga jam pak Catur dan bu Priska berada di ruangnya pak Catur di samping membahas pekerjaan meraka juga membahas masalah pribadi.


"Fah, kamu di panggil bosmu." ucap bu Priska yang sudah berdiri di depan mejaku.


"Baik, bu." jawabku.


"Ya, sudah aku kembali ke ruanganku dulu." pamit bu Priska dan meninggalkan ruanganku.


Tok Tok Tok

__ADS_1


"Masuk." perintah pak Catur dari dalam ruangannya.


"Terima kasih pak, bapak memanggil saya." ucap ku saat masuk ke ruangan pak Catur.


"Duduk dulu mbak!" perintah pak Catur " Bagini mbak besok kita tetap berangkat untuk mengecek lokasi syuting, melihat tanah dan terakir kita sekalian mengecek pabrik, tadi aku juga sudah menghubungi bapak kepala desa yang menawarkan tanah jadi besok kita berangkat jam delapan pagi, bagaimana mbak bisa tidak." ucap Pak Catur.


"Jam delapan saya bisa pak," jawabku "Kita berangkat dari mana pak?" tanyaku.


"Aku jemput ke rumahmu, karena gak mungkinkan kita berangkat sendiri-sendiri karena besok sekalian aku mau DP langsung tanahnya, rencana juga mau cari arsitek untuk desain villa juga, mbak mungkin punya kenalan kali." ucap Pak Catur dengan aura yang berbeda dari biasanya.


"Untuk arsitex saya tidak punya kenalan pak, yang saya tahu hanya tukang bangunan." jawabku jujur.


"Tidak apa, hari ini kita tidak perlu lembur mbak bisa pulang seperti biasa, sebab besok kerjaan kita banyak aku ingin mbak istirahat hari ini." perintah pak Catur.


"Terima kasih pak, pak berkas yang kemarin tentang anggaran bahan baku apa sudah bapak cek?" tanyaku.


"Belum, nanti aku cek soalnya tadi aku baru semoat ngecek penjualan." jawbq pak Catur.


"Saya permisi dulu pak." pamit ku aku kembali ke ruanganku dengan perasaan senang karena bisa pulang tepat waktu tidak perlu lembur.


Sesampainya di ruanganku segera aku kabari bapak jika aku pulang cepat, dan bapak bisa menjemput di jam empat sore. Aku juga mengabari Fauzan jika aku di jemput bapak di jam kantor usai.

__ADS_1


__ADS_2