
Di pagi yang panas semua karyawan di bagian kantor disibukan dengan acara pergantian GM. Pak Cahyo minta pensiun dini karena kesehatannya yang kurang baik, sehingga minta digantikan dengan GM baru.
Hatiku sangat tidak menentu karena aku juga belum tahu siapa GM penggantinya, tidak ada informasi sama sekali tentang GM baru.
Jam 10 pagi semua staf kantor sudah berkumpul di ruang metting untuk menyaksikan peegantian GM. Pak Cahyo masuk ruangan serta sekertarisnya di ikuti sang GM baru.
Semua staff yang sudah hadir di ruang metting berdiri dari duduknya untuk memberi penghormatan kepada beliau.
"Selamat pagi " sapa semua staff
"Silahkan duduk, selamat pagi " ucap pak Cahyo
"Terima kasih" jawab semua staff langsung duduk.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya, Karena kesehatan saya sudah mulai menurun maka jabatan saya sebagai GM akan digantikan oleh beliau, Bapak Catur Martono Cakra putra bungsu dari keluarga Marijan Cakra, silahkan Pak Catur untuk meperkenalkan diri " ucap pak Cahyo dan mempersilahkan pak Catur untuk memperkenalkan diri.
"Terima kasih, Pak Cahyo, Assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya. Perkenalkan saya, GM baru disini, cukup panggil pak Catur saja, mohon kerja sama kalian semua untuk memajukan perusahaan ini, dan saya akan di dampingi sekertaris pilihan perusahaan, beliau Ibu, Afifah Nurlaila, Ibu Afifah setelah ini tolong ke ruangan saya, terima kasih" sambutan dari Pak Catur yang singkat.
Setelah acara serah terima jabatan dan, salah satu staff memutar tentang profil perusahaan dan jejak rekam pak Catur di dunia bisnis. Di dalam profil pribadi pak Catur hanya dijelaskan garis besarnya saja.
Acara pergantian GM membutuhkan 1 jam, dan dilanjut dengan meninjau pabrik, dengan ramah pak Catur menyapa para karyawan pabrik lainnya.
Selesai keliling pabrik semua staff yang ikut kembali ke ruangan masing masing, aku sama bu Priska di ruangan pak Catur untuk memeriksa beberapa berkas, Pak Catur serta bu Priska menerangkan tugas tugasku sebagai seorang sekertaris.
Dengan seksama aku mendengarkan dan mencatat peraturan serta tugas dari Pak Catur yang harus aku jalankan.
Hari pertama menjadi sekertaris sangat melelahkan, tugasnya jauh lebih banyak dari posisi dulu.
"Mbak, sudah jam 6 kamu tidak pulang " sapa Pak Catur saat berada di depan meja kerjaku
__ADS_1
"Sebentar lagi Pak, Bapak pulang saja dulu " jawabku sopan
"Baiklah, jangan lupa siapkan berkas untuk metting besok!, sebab saya tidak ingin ada kesalahan dalam metting besok ! dan lagi saya tidak suka orang yang tidak tepat waktu " perintah pak Catur tegas dan langsung pergi
"Baik, Pak" jawabku singkat dan tegas
Hari ini aku pulang telat karena ada beberapa berkas yang harus segera di selesaikan buat metting besok. Setiap aku lembur tidak lupa selalu kirim pesan ke adik iparku Nafisa.
[Naf, tolong bilang ke Afriana, Aku pulang telat, sebab banyak berkas yang harus Aku kerjakan sekarang, tolong jaga Afriana, sekitar jam 8 baru bisa sampai rumah, terima kasih, Naf, sudah menjaga Afriana]. Send.
Ternyata diluar dugaanku jam 8 pekerjaanku belum selesai karena ada sedikit kesalahan, akirnya aku kembali kirim pesan ke Nafisa tentang keterlambatanku. Tidak perlu lama Nafisa menjawab pesanku dan mengatakan jika mau di jemput Fauzan, bersyukur aku punya adik yang sangat tanggung jawab dan pengertian. Jam 9 kurang 5 menit adiku Fauzan sudah menungguku di pos satpam. Dengan wajah yang sudah lesu dan masih membawa berkas aku menuju pos satpam untuk pulang.
"Zan" sapaku
"Iya, Mbak ayo pulang, motornya ditinggal saja, kata Bapak besok Bapak yang ngantar, Mbak " ucap Fauzan
"Mbak, Fah, kok tumben jam segini baru pulang?" tanya pak Tris satpam jaga
"Selamat Mbak Fah, atas kenaikan pangkatnya, menurut berita pak Catur itu disiplin " ucap Pak Tris
"Terima kasih, Pak Tris, doakan semoga saya bisa mengemban tugas dari beliau Pak, pamit dulu Pak Tris, assalamu'alaikum " ucapku,
"Mari, Pak " pamit Fauzan ramah
Aku dan Fauzan segera meninggalkan pabrik, karena jalanan agak lengang Fauzan mengendari sepeda motor dengan kecepatan agak cepat.
Dalam perjalanan pulang aku meminta Fauzan untuk berhenti di sebuah gerobak kaki lima penjual nasi pecel lele karena tadi belum sempat makan nasi sebagai pengganjal perut aku hanya makan roti dan minum energen.
"Buk, pecel Lele nya 2 porsi dan es jeeuknya 2 " pintaku
__ADS_1
"Baik, mbak tunggu sebentar " jawab penjual nasi
"Mbak, apa masih banyak kerjaannya? kok sampai di bawa pulang segala ?" tanya Fauzan
"Sudah selesai, Zan, cuma mau tak periksa lagi takut salah, soalnya bosku menurut informasi perfect banget " ucapku
"Kalau terlalu berat kerjaannya, jangan diambil mbak, bukannya apa mbak, aku sangat senang mbak naik jabatan tapi aku juga nggak tega melihat mbak terlalu capek dan stress "ucap Fauzan
"Doakan saja, aku mampu, Zan, kalau aku tidak bekerja keras bagaimana dengan masa depan ponak an mu, Zan " ucapku
"Mbak jangan terlalu menghawatirkan, Afri, kan masih ada kami, kami akan menjaga dan merawat, Afri, mbak " ucap Fauzan
"Aku, tidak mau terlalu merepotkan kalian semua, Zan, jangan kuwatir, aku bisa kok, Zan " ucapku penuh semangat
Tidak lama nasi pesenanku sampai, aku dan Fauzan segera menyantapnya, hanya dalam waktu 15 menit kami berdua menyelesaikan makannya.
Tidak lupa aku juga membungkuskan untuk, Afriana, Nafisa dan kedua orang tuaku, selesai membayar aku dan Fauzan langsung meninggalkan tenda penjual nasi pecel lele untuk menuju rumah.
Sesampainya di rumah aku langsung mandi dan tidur, Afriana tidur bersama orang tuaku di rumah orang tuaku. Karena kondisi tubuh yang sudah terlalu capek, mataku langsung terpejam tanpa sungkan.
Mimpi itu datang datang lagi, mas Ringgo membawa Afriana dan memisahkannya denganku. Akirnya aku terbangun, jam menunjukan pukul 2 dini hari, berarti baru 3 jam mataku terpejam.
"Ya, Allah, sebenarnya apa yang akan terjadi, kenapa mimpi itu datang lagi, apa karena aku yang terlalu takut kehilangan, anaku ?" gumamku saat sudah terjaga.
Karena tidak bisa lagi memejamkan mata akirnya aku ambil air wudzu untuk menitikan sholat malam, demi keterangan jiwaku dan anaku.
Seperti kata Fauzan semalam pagi ini Aku kerja diantar oleh bapak sedangkan , Afriana, pergi ke sekolah di antarkan, Fauzan.
Pagi ini hari keduaku menjadi sekertaris dari Pak Catur selaku GM baru di pabrik tempatku bekerja. Jam berangkatku sama seperti biasanya hanya pakaiannku yang berbeda, jika biasanya aku pakai hem seragam pabrik, namun kali ini aku memakai setelan blazer lengan panjang serta rok panjang lengkap dengan sepatu pantofel dengan hak yang tidak terlalu tinggi, hanya 5 cm karena pada dasarnya aku tidak begitu bisa memakai sepatu hak tinggi.
__ADS_1
Dengan langkah penuh semangat aku turun dari sepeda motor bapakku menuju ruang kerjaku yang baru.