
"Kamu!" ucapku terkejut karena tiba -tiba mas Ringgo yang sudah berdiri di sampingku."Aku sudah tidak ada urusan lagi denganmu" ucapku dingin.
"Lihat saja, aku akan buat kaku menderita Fah!" gertak mas Ringgo penuh dendam.
"Kamu berani mengancamku?, lakukan! aku tidak takut sama sekali, kamu pikir Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan, aku tunggu kirimanmu." gertak ku semakin dingin dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Maaf, mas jangan ganggu karyawan saya, atau anda akan berurusan langsung dengan saya, karena saat mbak Afifah dalam masa menjalankan tugas dari perusahaan bukan untuk kencan." ucap Pak Catur tegas untuk membelaku dan langsung berdiri di sebelahku yang tadinya sudah duduk di jom motornya.
"Ayo, pak kita pergi, tidak enak dilihat orang." ucapku pada pak Catur.
"Jangan ikut campur siapa kamu?" tanya mas Ringgo kesal.
"Anda tidak perlu tahu, siapa saya yang penting jangan pernah mengganggu mbak Afifah" ucap Pak Catur tegas.
Dengan perasaan tidak enak aku ajak pak Catur untuk segera meninggalkan mas Ringo yang masih tetap berdiri sendiri entah dengan siapa dia karena aku lihat ada dua helm di sepeda motornya.
"Mari, pak kita pulang gak enak jadi tontonan" ucapku sopan.
Tanpa banyak tanya pak Catur langsung menstarter motornya untuk mengantarkan aku pulang, hatiku benar -benar tidak enak dengan Pak Catur, apalagi sampai terkadi pertengakaran di tempat umum.
"Maaf, pak atas kejadian tadi." ucapku saat berada di boncengan pak Catur.
"Tidak masalah, gak usah dipikirin, lagian juga tidak sengaja kan" ucap aok Catur santai.
__ADS_1
"Iya, tapi ya malu pak bertengkar di tempat umum, apalagi dapat tuduhan seperti tadi, seperti saya ini wanita tak punya harga diri saja, kalau yang tidak tahu kan mereka nganggapnya saya yang murahan" ucapku jujur.
"Hanya orang bodoh yang ngaggap seperti itu" jawab pak Catur " Kamu itu pakai ilmu apa to mbak, kok kuat ngadepi orang macam mantan suamimu itu?" tanya pak Catur padaku.
"Ilmu semar mendem," jawabku asal "Lagian bapak ini ya aneh-aneh saja, ilmunya yo sabar pak memang sudah takdir ya begitu ya terima saja dengan ikhlas pak." jawabku apa adanya.
"Dah sampai." ucap Pak Catur.
"Terima kasih pak." ucapku dan aku turun dari motornya pak Catur" Maaf pak tidak saya ampirkan soalnya dah malam." ucapku.
"Tak, masalah, cepatlah istirahat, besok jangan sampai telat, terima kasih sudah menemaniku hari ini, assalamu'alaikum." pamit pak Catur dan langsung pergi meninggalkan halaman rumahku.
"Wa'alaikum salam." jawabku sopan.
"Assalamu'alaikum" Salam ku saat masuk rumah.
"Wa'alaikum salam" jawab Afriana dan Nafisa yang sedang berkumpul di ruang tengah untuk nonton TV.
"Ini aku bawakan jeruk dan alpukat " ucapku sambil menaruh buah di tikar.
"Alhamdulillah, aku seneng buk, ibuk dapat rejeki banyak ya." ucap Afriana girang.
"Alhamdulillah Af, ini jeruk dan alpukat, Ini alpukat kan baik untuk bayimu Naf." ucapku.
__ADS_1
"Alhamdulillah, dapat rejeki " ucap Nafisa bahagia.
"Bapak sama Fauzan kemana?" tanyaku karena di rumah hanya ada Nafisa dan Afriana.
"Bapak sama mas Fauzan lagi tahlilan, ibuk lagi ngambil sayur di rumah mbah Yem " jawab Nafisa sambil ngupas jeruk.
"Bagaimana mbak lancar?" tanya Nafisa.
"Alhamdulillah, lancar tapi tadi langsung dia ajak ninjau pabrik baru, soalnya minggu harus ke Jakarta ada rapat dewan direksi mungkin bisa sampai seminggu, dan sebelum berangkat laporan harus sudah siap makanya tadi gak pulang" terangku.
"Yang penting mbak jaga kesehatan, soal Afriana mbak jangan khawatir, kami akan membantu kok " ucap Nafisa dengan senyum tenang.
"Af, hari minggu ibuk ada kerjaan dan harus pergi ke Jakarta, Afriana harus nurut ya sama mbah bulik dan paklik " pesan ku.
"Iya, Buk, Buk pulang dari Jakarta kita jalan -jalan ya buk kemana gitu? Yang dekat- dekat saja" pinta Afriana.
"Iya, bagaimana kalau kita ke pantai klayar kita sewa mobil ajak mbak Zahra sekalian." ucapku.
"Yeahhhh... Asyikk!" seru Afriana girang.
"Uangnya?" tanya Nafisa.
"Tenang, sudah aku siapin kok, tapi kita perginya pas tanggal merah ya" ucapku.
__ADS_1
Kami bertiga akhirnya berhayal bercerita sampai sampai aku lupa kalau belum mandi.