TALAK

TALAK
Part 122 TALAK


__ADS_3

"Sebaiknya saya kembali ke ruangan saya saja, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." pamitku dengan sopan.


"Nanti saja, Fah, sebentar lagi jamnya istirahat, bagaimana bolehkan Ton? Kasihan Afifah biar rilek sebentar." pinta bu Priska.


"Ehmmm... Bagaimana ya?" Pak Catur pura-pura keberatan.


"Biar saya kembali bekerja saja bu!" ucapku.


"Gak apa-apa mbak, ayo kita keluar saja sekalian cari makan siang, lagian sudah lapar." ajak pak Catur penuh semangat.


"Ayo Fah, kerjaan kita pikirkan nanti saja." ujar bu Priska.


"Lawong saya baru nyampai masa keluar lagi sih bu." tolak ku.


"Sudah ikuti saja kata bosmu, lumayan kan kita dapat traktiran." ucap bu Priska bahagia.

__ADS_1


"Yuk, kita berangkat mumpung hatiku lagi bahagia." ujar pak Catur.


Dengan langkah sedikit berat aku mengikuti pak Catur dan bu Priska, di saat kita bertiga keluar dari kantor para staf yang melihat kami tersenyum penuh hormat. Kami bertiga menuju parkiran, dengan naik mobil pak Catur, pak Catur mengemudikan mobilnya menuju rumah makan joglo ne karto yang ada di desa gorang gareng magetan, rumah makan yang suasananya sangat Asri pemandangan sekitar hijaunya hanparan sawah yang di tanami padi, namun lumayan jauh dari kantor, perjalanan memerlukan waktu kurang lebih tiga puluh menit.


Rumah makan joglo ne karto, desainnya rumah makan asli rumah joglo, menurutku sudah termasuk sangat mewah karena ini yang pertama kalinya aku menginjakan kakiku di rumah makan joglo ne karto. Kami bertiga masuk setelah pak Catur memarkir mobilnya, begitu masuk aku sangat kagum akan keindahan alam di sekitar rumah makan joglo ne karto.


Kami bertiga mengambil tempat duduk yang menghadap ke sawah, dengan ramah para pelayan rumah makan mempersilahkan kami dan memberikan buku menu makanan. Aku sangat geli ketika menemukan sebuah menu yang menurutku unik, masa ada mie cinta sejati, mie mantan ketika melihat menu itu tanpa sadar aku tersenyum cekikikan sendiri.


"Ada yang lucu mbak Fah." tanya pak Catur padaku penuh selidik.


Pak Catur dan bu Priska ikut-ikutan melihat menu yang aku perlihatkan padanya. Bu Priska begitu sudah menemukan daftar menunya langsung ikutan tertawa.


"Mie cinta sejati, cocok buat kamu ton dan buat kamu Fah." usul bu Priska dengan senyum yang mengembang.


"Mans sih mbak?" ternyata pak Catur belum menemukan menu yang aku maksud.

__ADS_1


"Ini lo pak lihat halaman tengah." ucapku sambil menunjukan tulisan dan gambarnya.


"Unik juga." jawab pak Catur sambil geleng-geleng kepala.


Tanpa ba bi bu pak Catur segera memanggil pelayan rumah makan, pak Catur segera memesan mie cinta sejati dua porsi, selain itu pak Catur juga memesan gurami bakar, sedang bu Priska memesan sayur asem, tongseng, aku cukup memesan daun pepaya ampela ati dan ikan bawal. Tidak perlu waktu lama menu pesanan kami sampai seperti yang kita pesan.


"Ini special buatmu mbak Fah." ucap Pak Catur menyodorkan mie cinta sejati dengan di iringi sebuah senyuman yang mengembang Indah.


"Buat saya?" tanyaku tidak percaya " Bukan untuk calon istri bapak? Saya kira tadi calon istri bapak ikut gabung sama kita." ucapku sambil menerima dengan sebuah keraguan.


"Ya, buat mbak Fah, nggak mungkin kan aku kasihkan pada mbak Priska, kalau untuk mbak Priska ya beda lagi, dia sudah punya cinta sejati dari mas Anam." ucap Pak Catur.


"Semoga kalian berdua dapat menemukan cinta sejati dan bisa mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah, dan aku merestui kalian berdua." ucap bu Priska percaya diri dengan senyum yang mengembang Indah serta penuh Harapan.


"Aamiin yarobbal'alamin, terima kasih atas doanya mbak." sahut pak Catur langsung mengamini doa bu Priska dengan sangat antusias.

__ADS_1


Aku yang kurang paham dengan arah pembicaraan mereka dengan senyum penuh kecanggungan akhirnya aku juga mengaminkan doa dari bu Priska.


__ADS_2