TALAK

TALAK
Part 07 TALAK


__ADS_3

Mentari telah menampakkan wajahnya yang begitu indah dan anggun, lalu lalang makluk bumi sudah mulai menari nari dengan angkuhnya.


Semua peserta pelatihan sudah berkumpul di sebuah tempat untuk melakukan olah raga wajib sebelum aktifas pelatihan dimulai.


Di pimpin oleh seorang instruktur senam kami melakukan senang pagi, senam pagi hanya memerlukan waktu 30 menit saja.


Setelah selesai senam kami semua kembali ke kamar masing - masing untuk membersihkan diri dan siap - siap untuk melakukan acara pelatihan selanjutnya. Di dalam kamar tidak lupa aku menelpon keluargaku di kampung, aku mananyakan tentang keadaan Afriana, ya aku masih kepikiran tentang mimpiku semalam.


Jam 8 pagi semua sudah harus berkumpul di ruangan kemarin, setelah menikmati sarapan pagi yang sudah di sediakan oleh pihak perusahaan.


Kali ini masih mendengarkan pengarahan dari pihak trainer, sesi tanya jawab juga tidak lepas dari susunan acara. Semua peserta mengikuti acara demi acara dengan antusias, tidak ada keluhan atau protes dari para peserta.


Di sebuah ruangan sang CEO sedang terjadi perdebatan tentang salah satu peserta yang di rasa tidak memenuhi kriteria.


"Mbak, kenapa ada peserta yang sudah menikah, dan umurnya juga sudah tidak muda lagi ?" tanya sang adik pada kakaknya sedikit kesal


"Kuwalitas kerja yang di butuhkan, bukan penampilan fisik " jawab sang kakak tegas.


"Saya tahu mbak, tapi apa tidak masalah dengan suaminya nantinya, yang aku inginkan seorang asisten yang kompeten, aku takut saat banyak kerjaan dengan alasan suami dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik " protes sang adik sedikit kesal


"Kamu, tinggal pilih yang masih singgel kan banyak Ton, lagian yang sudah menikah juga cuma satu, masih 29 peserta yang masih singgel, menurut laporan dari pihak menager dari kantor cabang kinerja dari, Afifah Nurlaila, sangat bagus dan bisa di andalkan, coba kamu lihat berkasnya, Ton" pinta sang kakak sambil menyodorkan map berisi biodata, Afifah.


"Afifah Nurlaila, 31 tahun, status menikah pengalaman kerja di pt CAKRA LIMA selama 12 tahun, jabatan sekarang Kepala bagian pengepakan, Lulusan dari Universitas Terbuka kota Madiun" ucap sang adik "Teduh dan cantik " sebuah pujian lolos dari mulut sang adik


"Ehmm... Ehmm, pelatihan masih 3 minggu lagi, jadi kamu bisa melihat secara langsung melalui cctv, keputusan ada di tanganmu, siapa yang menurutmu cocok kamu sendiri yang milih " ucap sang kakak " Sekarang, kita ke ruangan pelatihan "


"Baik " jawab sang adik langsung bangkit berdiri dan mengikuti langka sang kakak.


Dengan di dampingi sang sekertaris sang CEO dan adiknya menuju tempat pelatihan. Dengan menaiki lift mereka bertiga menuju ruang pelatihan yang berada di lantai bawah.


Saat pintu terbuka dan sang CEO masuk semua peserta langsung berdiri untuk memberi salam dan hormat.

__ADS_1


"Selamat siang bu, selamat siang Pak " sapa semua yang ada di ruangan Secara bersamaan


"Selamat siang semuanya, silahkan duduk, selamat datang di pelatihan ini maaf baru bisa bertatap muka dengan kalian, saya harap kalian semua nyaman dengan semua pelatihan ini dan segala fasilitasnya, perkenalkan saya Irma widyawati cakra selaku CEO dari Pt CAKRA LIMA dan ini adik saya selalu General Manager pt CAKRA LIMA Catur martono cakra " ucap bu Irma berwibawa


Bu Irma wanita yang anggun dan bersahaja asli keturunan jawa, cara berpakainnya pun sangat sopan, setelah jas dan rok sepan panjang di padu dengan hijab yang trendy sangat menambah nilai plus pada beliau.


Setelah sesi perkenalan dengan sang CEO maka, maka sesi selanjutnya game cerdas tangkas. Di menjelang di akir acara tiba - tiba sang trainer memanggil saya untuk maju ke depan menghadap bu Irma, dan pak Tono.


"Saudari, Afifah Nurlaila, silahkan manu kedepan untuk ikut ibu Irma ke ruangannya!" perintah sang trainer


"Baik, pak " jawabku tegas tanpa ragu


"Silahkan mbak " ucap sekertarisnya bu Irma


"Terima kasih " jawabku dengan sopan sambil memamerkan senyum teribdahku.


Kami berempat masuk lift untuk menuju ruangan sang CEO, gugup itu yang aku rasakan namun aku tetap berusaha tenang.


"Silahkan masuk dan silahkan duduk " ucap bu Irma saat memasuki ruangannya.


Di dalam ruangan ada bu Irma, serta sekertaris nya dan juga pak Catur martono cakra.


"Saudari, Afifah Nurlaila, bisa perkenalkan diri anda dan pengalaman kerja anda di pt CAKRA LIMA" pinta pak Catur Martono cakra


"Baik, terima kasih sudah memberi kesempatan berharga ini kepada saya, selamat siang Pak catur, selamat siang bu Irma" ucapku dan aku langsung memperkenalkan diri sesuai biodata yang ada di kantor.


Mereka mendengarkan dengan seksama tanpa menyela ketika aku memperkenalkan diri dan menjabarkan pengalaman kerjaku di PT CAKRA LIMA.


"Terima kasih, selamat bergabung dalam pelatihan perusahaan kami bu Afifah, semoga sukses " ucap bu Irma bersahaja.


"Terima kasih, bu Irma terima kasih pak Cakra " ucapku dan aku segera meninggalkan ruangan bu Irma dengan di antar sekertarianya bu Irma.

__ADS_1


"Kenapa kamu memanggil, Afifah?" tanya bu Irma pada pak Tono


"Mbak benar, usia tidak bisa dijadikan ukuran, yang penting kinerja" ucap Tono mantap


"Pilihlah partner kerja yang sejalan denganmu, masih lama pilihlah yang tepat, karena itu bisa mempengaruhi kinerjamu nanti. Tugasmu di kota madiun sangat berat karena kita akan membuka cabang lagi " ucap bu Irma mengingatkan Tono sang adik.


Pelatihan berjalan lancar, dan satu bulan terasa sangatlah cepat, tinggal satu hari lagi berarti aku sudah bisa kembali ke kampung halaman dan sudah bisa memeluk, Afriana, putri tunggalku.


Sore hari setelah selesai pelatihan aku dan beberapa teman ku keluar untuk membeli oleh - oleh buat keluarga. Karena tidak paham daerah jakarta maka kami hanya pergi ke mall yang dekat dengan kantor.


Aku hanya membeli pernak pernik hijab buat, Afriana dan Nafisa, serta tidak lupa membeli makanan yang sekiranya di kotaku tidak ada.


Begitu melihat toko boneka akupun masuk dan membeli boneka hello kitty buat, Afri. Setelah aku membayarnya sebuah boneka sudah berpindah di tanganku, sambil jalan aku membayangkan senyum bahagia Putri tunggalku.


Ketika aku dan teman - temanku baru saja keluar dari toko tiba - tiba anak kecil seusia Afri menangis ingin memiliki boneka hello kitty sedang di toko sudah tidak ada stock lagi.


"Non, besok kita beli di tempat lain ya " rayu prngasuhnya


"Tidak mau mbak, Al mau boneka milik tante itu " rengeknya sambil menangis


"Adik, mau boneka ini ?" tanyaku sambil jongkok di hadapan anak kecil tadi


"Iya, tante" jawabnya polos sambil mengangguk.


"Jangan mbak, tidak usah biar besok kita beli di tempat lain saja " tolak sang pengasuh sopan


"Tidak apa - apa mbak, ambil saja, saya bisa beli lagi " ucapku lembut "Namanya siapa? boleh dong kenalan sana tante ?" rayuku


"Alya, tante" jawab Alya polos


"Kalau begitu terima kasih mbak, saya ganti ini uangnya " ucap sang pengasuh sambil menyodorkan uang seratusan ribu 2 lembar" Ayo non, Alya, bilang apa sama tante " nasehat sang pengasuh Alya sopan

__ADS_1


"Terima kasih, tante" ucap Alya senang dan di iringi senyum yang sumringah


__ADS_2