TALAK

TALAK
Part 23 TALAK


__ADS_3

Kesibukanku semakin hari semakin padat apalagi pembangunan pabrik baru akan segera dimulai ditambah pak Catur yang berniat untuk membangun argo wisata membuat pekerjaanku semakin banyak.


Pagi ini seperti biasa aku datang ke kantor tepat waktu, lima belas menit sebelum jam kantor di mulai, aktifitas yang biasa aku lakukan membuatkan teh panas buat pak Catur. Saat aku masuk ruangan pak Catur aku terkejut ternyata pak Catur sudah berada di ruangannya dan sudah berkutat dengan komputernya.


"Selamat pagi, Pak" sapaku saat masuk ruangan pak Catur sambil menaruh segelas teh panas di atas meja pak Catur.


"Pagi, Mbak " jawab pak Catur tanpa menghiraukan keberadaanku.


"Bapak mau sarapan sekarang, biar saya siapkan ?" tanyaku


"Nanti saja tunggu Mbak Priska datang, sekarang masih terlalu pagi " jawab pak Catur


"Baik kalau begitu saya kembali ke ruangan saya " pamitku


"Tunggu!" seru pak Catur


"Iya pak"


"Aku masih sangat penasaran dengan tanah kemarin, menurutmuapa ada yang janggal, kenapa kamu mengatakan begitu kemarin ?" tanya pak Catur


"Tanah kemarin saya rasa sangat subur pak, dan cocok untuk di tanami sayuran dan buah - buahan" jelasku


"Bukan itu maksudku, tentang keganjilan mistis mungkin " cecar pak Catur


"Soal mistis saya benar - benar tidak tahu pak kemarin hanya praduga saja, lebih bagus bapak konsultasi dengan orang yang paham dengan dunia mistis, kalau menurut saya pribadi asal kita yakin dengan ketetapan Allah inshaallah aman, setan, jin dan sebangsanya tidak akan berani pada kita " kelasku lagi

__ADS_1


"Pandai juga kau ternyata, baiklah lusa saya akan lihat kembali dan menemui sesepuh di sama, kamu tidak perlu ikut karena banyak proposal yang harus kamu selesaikan segera " ucap Pak Catur lagi.


Hari ini aku berkutat dengan dokumen seharian penuh, tidak ada yang spesial kertas - kertas laporan sudah menumpuk menunggu gikiran untuk aku periksa sebelum sampai di tangan pak Catur.


Karena terlalu sibuknya dalam bekerja aku sampai lupa waktu, hari berganti minggu dan minggu berganti bulan masa trainingku sebagai sekertaris pak Catur sudah usai dan aku di nyatakan lolos dan ditetapkan sebagai sekertaris pak Catur secara penuh.


"Mbak, kita berangkat sekarang jangan sampai telat " perintah pak Catur padaku


"Baik pak," jawabku segera mengambil tas langsung mengikuti langkah pak Catur menuju perkiraan mobil.


Di parkiran mobil sudah menunggu beberapa mobil lainnya yang sudah siap untuk berangkat ke tempat lokasi pabrik baru.


Mobil pertama di isi aku dan Pak Catur mobil kedua di isi keluarga pak Catur yang dari Jakarta, mobil ketiga di isi bu Priska beserta keluarga dan mobil selanjutnya di isi staf lainnya yang teibat dalam acara peletakan batu pertama.


Acar diawali dengan sebuah doa bersama yang di pimpin oleh sesepuh desa di lanjutkan dengan kakeknya pak Anam. Semua berjalan khidnat selesai berdoa acara dilanjut pemotongan tumpeng dan peletakan batu pertama. Batu pertama di letakan oleh papanya pak Catur selaku penggagas perusahaan pertama kali, lalu di lanjut, bu Irma sebagai CEO perusahaan, terakir pak Catur.


Selesai meletakan batu, kami semua berkumpul di sebuah tenda tadi untuk menikmati tumpeng secara bersama sama. Tidak ada piring, yang ada hanya daun pisang dan daun jati sebagai alas makan kita sesuai syarat yang di ajukan sesepuh desa, menurut sesepuh itu semua permintaan sang danyang desa. (danyang dalam artian penunggu desa yang tak kasat mata )


"Silahkan Bu, Pak" ucapku sambil menyodorkan nasi berkat pada kedua orang tua pak Catur,


"Terima kasih" jawab kedua orang tua pak Catur dengan senyum ramahnya


Aku dan beberapa staf lainnya sibuk melayani para sesepuh dan para petinggi perusahaan sampai selesai.


"Ayolah, mbak - mbak makan dulu, nanti biar ibu - ibu pkk yang bersihin " ucap Pak kades

__ADS_1


"Fah, sini makan bareng sini " panggil bu Priska


"Saya di sini saja bu " jawabku sopan


"Ayolah sini mbak" ganti bu Irma yang memanggilku


Akirnya dengan perasaan sungkan aku duduk di sebelah bu Priska.


"Bagaimana kerja dengan adiku, mbak?" tanya bu Irma padaku


"Alhamdulillah semua baik - baik saja bu" jawabku sopan


"Sekarang masih masak buat adiku itu" ucap bu Irma sambil melirik pak Catur


"Kadang - kadang saja " jawabku lagi


"Aku harap, kamu betah bekerja dengannya karena ini pertama kalinya dia pakai sekertaris perempuan, biasanya sekertaris- nya kaki - laki, soal masakan aku rasa dia lebih cocok dengan masakanmu, boleh dong masak buat aku juga mbak " pinta bu Irma


"Boleh, bu, Ibu mau makan apa biar saya masakan, besok mungkin ?" tawarku


"Bagaimana jika akir pekan saja, datanglah di rumah bu Priska, bagaimana Pris ?" tanya bu Irma pada bu Priska


"Jelas senang sekali " ucap bu Priska bahagia


Acara berjalan lancar tanpa ada kendala hingga jam 12 siang, sebelum kembali ke kantor kita semua melaksanakan sholat dzuhur di masjid desa, sambil istirahat.

__ADS_1


__ADS_2