TALAK

TALAK
Part 99 TALAK


__ADS_3

Aku membantu membawakan berkas pak Catur, dan kami berdua melangkah menuju ruangan pak Catur tanpa ada sepatah katapun.


"Silahkan masuk dulu mbak, tolong berkasnya taruh di atas meja saya, terima kasih." ucap Pak Catur begitu masuk ruangan.


"Terima kasih, pak." jawabku sopan.


"Duduk dulu mbak," perintah pak Catur " Bagaimana sidangnya hari ini, ada kendala?" tanya pak Catur padaku.


"Alhamdulillah, lancar pak, maaf pak kemarin say lupa pihak agen iklan me ngabari jika syuting akan segera dilaksankan sesuai jadwal, namun jika bapak keberatan boleh ganti jadwal." ucapku.


"Sesuai jadwal saja mbak, usahakan kita juga harus mengikuti jalannya syuting, mbak bisa minta tolong ini ada beberapa desain untuk villa coba mbak lihatkan mana yang cocok!" perintah pak Catur sambil menyodorkan ipad nya padaku.


"Di bangun di wilayah mana pak?" tanyaku.


"Di tanah yang baru kita beli, yang dekat dengan pabrik." jawab pak Catur.


"Bapak suka yang simpel, modern, apa minimalis?" tanyaku sambil mengamati gambar desain villa.


"Yang sekiranya cocok dengan lokasi, kalau mbak sendiri suka yang model bagaimana?" Pak Catur malah balik tanya padaku.


"Kalau saya sih sukanya yang simpel, menurut saya yang ini cocok."ucapku sambil menunjukan gambar pada pak Catur.


"Bagus juga yang simpel namun elegan," ucap Pak Catur " Baiklah kita bangun yang ini saja." ucap Pak Catur bahagia.


(kira-kira beginilah villa pilihan Afifah)



"Kalau begitu, saya lanjutkan pekerjaan saya pak." pamitku.

__ADS_1


"Sebentar mbak, jadwal syuting dua hari kan?" tanya pak Catur padaku.


"Iya pak, sesuai jadwal yang sudah kita sepakati di hari sabtu dan minggu, syuting di mulai jam enam pagi." jawabku.


"Kamu, bisa ikutkan, rencana aku juga akan mengajak mbak Priska, dan jika Rahma ikut bisa ajak Afriana sekalian." ucap Pak Catur.


"Kerja apa liburan pak, kok bawa anak segala." ucapku asal.


"Pacaran!" jawab pak Catur tak kalah ngelantur.


"Apa? Kalau bapak mau pacaran ya bukan bawa anak kecil pak, ajak pacarnya bapak, makanya jangan kelamaan menyendiri," ucapku asal " Kalau pacaran jangan lama-lama pak, segera halalkan." ucapku.


"Inshaallah sebentar lagi, mbak nunggu mama sama pada datang." jawab pak Catur santai.


"Alhamdulillah, saya tunggu undangannya." ucapku senang.


"Pasti aku undang kamu mbak, dan aku juga pasti minta kado special darimu." ucap Pak Catur dengan senyum yang mengembang indah.


"Baik, pasti aku tagih, oseng kembang katesnya." gurau pak Catur.


"Dan saya tidak bisa membayangkan saat kadonya di buka oseng kembang katesnya sudah basi." gurauku


Aku langsung tertawa membayangkan bagaimana wajah sang pengantin ketika membuka kado, melihatku tertawa pak Catur juga ikutan tertawa.


Tok Tok Tok.


"Masuk!" perintah pak Catur.


"Kalian senang amat, ada berita apa?" tanya bu Priska " Ton ini berkas yang kamu minta tadi." ucap bu Priska sambil menyerahkan berkas pada pal Catur.

__ADS_1


"Terima kasih, mbak." jawab pak Catur masih dengan senyum yang mengembang.


"Selamat siang bu." sapaku sopan pada bu Priska.


"Bagaimana, sidangmu hari ini, Fah?" tanya bu Priska.


"Alhamdulillah, lancar dan inshaallah sekali lagi sidang jugal selesai, karena sidang selanjutnya sudah menghadirkan saksi, kata petugas biasanya jika sudah menghadirkan saksi hari itu juga sidang putusan, selesai tinggal nunggu suratnya keluar." dengan lancar aku menjelaskan pada bu Priska.


"Alhamdulillah." syukur bu Priska dan Pak Catur secara bersamaan.


"Mbak, Fah yang jadi bosnya itu, mbak Priska apa aku, aku tanya jawabnya cuma sepatah dua patah kata, giliran mbak Priska yang tanya bisa di jelaskan secara detail." gerutu pak Catur.


"Maaf, pak, saya dengan bu Priska kan sudah lama kenal jadi." ucapku menggantung.


"Kenapa, Ton? Cemburu?" ejek bu Priska.


"Bukannya begitu, mbak, ya heran saja."


"Perempuan itu lebih nyaman berbicara dengan perempuan, Ton, sikap Afifah itu sudah benar Ton, kecuali.... " ucap bu Priska menggantung.


"Mbak, ehmmm temani ne lokasi syuting ya, sekalian ajak Rahma!" pinta pak Catur.


"Kerja apa jalan-jalan ton?" ujar bu Priska heran.


Aku mendengar ucapan bu Priska langsung tertawa geli " Benar kan pak, masa kerja mau bawa anak-anak, tadi juga bilang suruh ngajak Afri lho bu." aduku pada bu Priska.


"Kamu, itu ada-ada saja to, Ton, aku mau kembali kerja, ayo Fah."


Aku dan bu Priska akhirnya meninggalkan ruangan pak Catur dan kembali ke ruangan masing-masing.

__ADS_1


"Gak ada, ya di ada in to mbak!" jawab pak Catur asal.


__ADS_2