
Jam dua belas lebih tiga puluh menit setelah selesai sholat dhuhur aku, pak Catur dan bu Priska keluar kantor bareng dengan mengendarai mobil pak Catur. Pak Catur mengendari mobilnya menuju rumah bu Priska untuk menjemput bu Cakra dan Pak Cakra, karena yang lain satu mobil dengan pak Anam. Sesampainya di rumah bu Priska kami turun sebentar untuk mempersilahkan pak Cakra dan bu Cakra untuk masuk duluan, begitu bertemu dengan bu Cakra dan pak Cakra aku langsung bersalaman dengan ta'dzim.
"Ma, pa." sapaku pada kedua orang tua pak Catur penuh hormat.
"Anak mama." sambut mama Cakra dengan seulas senyum kebahagiaan.
"Kalau sama aku saja masih formal!" protes pak Catur pura-pura merajuk.
"Ehmmm... Kamu itu Ton tetap saja tidak berubah ayo berangkat keburu lapar." ucap Pak Cakra.
"Aku kan bukan power rangers Ma, pa, yang bisa berubah." Pak Catur langsung menstarter mobilnya.
"Fah, jangan kaget anak bontot mama memang seperti itu dari dulu, kamu harus sabar menghadapinya," ucap bu Cakra "Dan kamu Ton, usia sudah hampir kepala empat kadang masih kaya bayi lima tahun saja manjanya." sindir mama Cakra.
"Yang penting manjanya pada yang halal, kan boleh ma." sergah pak Catur dengan senyum bahagianya.
"Perasaan dulu pak Catur gak usil kaya gini lo ma, akhir-akhir ini ada aja keusilannya." aduku pada mama Cakra.
__ADS_1
Kedua orang tua pak Catur dan bu Priska malah tertawa mendengar aduanku, sedangkan Pak Catur langsung melihat kearahku.
"Jaga image dong, masa dengan karyawan mau di usilin, sekarang kan beda." sergah pak Catur langsung dengan senyum menggoda.
"Bedanya?" tanyaku penasaran.
"Bedanya, kalau dulu hanya jadi ibunya Afriana sekarang bukan lagi hanya ibunya Afriana tapi, sebagai calon nyonya Catur Cakra." jawab pak Catur semangat.
"Nyetir yang benar sudah siang, pacarannya ditunda dua bulan lagi, sekarang belum halal." goda bu Priska.
Mobil pak Catur memasuki area caping gunung di sana pak Anam dan rombongan sudah pesan makanan karena pak Anam berangkat duluan.
Kami duduk lesehan para perempuan duduk berjejer-jejer berhadapan dengan dengan para laki-laki, pak Anam berhadapan dengan bu Priska, mama berhadapan dengan papa, mbak Irma berhadapan dengan suaminya, aku duduk berjejer dengan mak dan bunda di depanku ada Kakung dan Pak Catur.
Menu utama di caping gunung adalah ikan wader kali, ikan nila bakar, ayam taliwang, empal mesra, bebek wilis, hampir semua menu dipesan karena mereka ingin menikmati makanan khas kampung apalagi pemandangan sekitar warung caping gunung yang masih Asri nan alami area persawahan serta sungai grape yang mengalir dengan tenangnya, warna air yang masih bening dan bersih karena aliran air asli dari gunung wilis menambah keistimewaan tersendiri bagi pengunjung, apalagi pengunjungnya berasal dari kota.
Selesai berdoa kami semua menikmati menu makan siang dengan nikmtanya, di sela-sela makan siang Pak Catur sesekali memandangku dengan pandangan penuh arti, semakin pak Catur memandangku aku semakin gugup degup jantungku berdisco tidak karuan.
__ADS_1
Selesai makan siang kami tidak langsung pulang karena mereka masih ingin menikmati indahnya pemandangan di sekitar warung caping gunung. Aku memilih berjalan-jalan bersama Bunda, Mak, bu Priska, hingga kurang lebih satu jam.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat, akhirnya kami semua meninggalkan area warung caping gunung, masih dengan formasi seperti tadi.
"Fah, besok temani mama ya!" pinta mama Cakra.
"Inshaallah, Ma." jawabku, memang dari awal oleh pak Catur aku ditugasi menemani mama Cakra selama beliau ada di kota Madiun.
"Besok biar aku jemput mbak." ucap Pak Catur.
"Tidak usah pak biar saya naik sepeda motor saja." tolakku sopan.
"Perasaan ini bukan di kantor!" seloroh bu Priska.
"Mbak Pris, jangan menggoda kami, kalau sampai mbak Fah, ngambek bahaya, aku gak jadi dapat bidadari Madiun." gurau pak Catur lagi.
Aku hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat keakraban mereka. Keluarga yang benar-benar kaya, bukan hanya kaya akan harta, namun juga kaya akan iman dan kasih sayang, aku benar-benar salut dengan dengan kearifan keluarga Cakra.
__ADS_1