TALAK

TALAK
Part 101 TALAK


__ADS_3

Jam satu siang aku dan Pak Catur berangkat menuju hotel Aston untuk menemui investor asing, sebenarnya antara investor dengan perusahaan kita sudah bekerja sama puluhan tahun, dan sudah sangat akrab dengan keluarga Cakra, karena professionalnya perusahaan Cakra dalam menjalankan bisnis sehingga banyak investor yang percaya pada pt Cakra Lima.


"Catur Martono Cakra, selamat datang, lama tidak berjumpa." sambut sang investor dengan hangat.


"Terima kasih, tuan Kimberly selamat datang di kota Madiun." sahut pak Catur hangat dan sopan.


Kami berempat duduk di salah satu ruangan khusus yang telah di sewa oleh pak Catur dalam menyambut sang investor asing.


Tanpa bertele-tele kami segera membahas pokok permasalahannya, pak Catur dengan gamblang menjelaskan tentang kemajuan perusahaan dan roda perputaran perusahaan. Setelah satu jam kami melakukan presentasi akhirnya investor tersenyum puas dengan kinerja tim perusahaan dan kinerja pal Catur khususnya.


"Tumben, kamu punya sekretaris perempuan ?" tanya tuan Kimberley dengan nada sedikit meledek.


"Dari sekian seleksi, mbak Fah, yang mumpuni dan memenuhi syarat, dan alhamdulillah bisa mengimbangi kiberja saya, serta bisa mendongkrak semangat kinerja saya." jawab pak Catur bangga.


"Kamu sangat beruntung, bisa bekerja dengannya, aku yakin kamu pasti wanita genius, tidak mudah bisa mengimbangi kinerja keturuanan Cakra, apalagi seorang wanita." puji tuan kimberley padaku.


"Jangan terlalu memuji saya pak, saya hanya berusaha sebaik mungkin untuk bisa menjalankan tugas dari pak Catur, dan jika tanpa ada bimbingan dari Pak Catur, serta bu Priska saya tidak akan mampu untuk bisa menyeimbangkannya dengan Pak Catur." ujarku lembut dan sopan.


"Sudah lama tidak bertemu dengan Priska bagaimana kabarnya sekarang." ucap tuan kimberley dengan senyum yang mengembang.


"Alhamdulillah semua, sehat dan baik -baik saja, Tuan, jika tuan ingin mengecek pabrik yang baru kami bisa mengantar, kapan tuan ada waktu, kami selalu siap." ucap Pak Catur tetap sopan.


"Aku sudah sangat percaya padamu, Ton, aku dengar dari papamu kamu mau menikah lagi kapan jangan lupa kasih kabar ke aku, supaya aku bisa datang." ucap tuan kimberley.

__ADS_1


"Inshaallah secepatnya, doakan saja tuan." jawab pak Catur.


Kami berbincang-bincang sampai hampir jam empat sore, di tengah-tengah kami berbincang-bincang aku sudah kirim pesan ke bapak jika sekarang aku masih berada di luar kantor. Jam empat sore aku dan Pak Catur meninggalkan tuan Kimberly, kami langsung menuju parkiran untuk mencari mobil pak Catur.


"Mbak, aku antar pulang !" seru pak Catur sambil jalan menuju parkiran mobil.


"Terima kasih, pak." sahutku.


"Kita sholat dan makan dulu baru kita pulang, karena ada hal yang perlu kita bahas." ucap Pak Catur yang sudah berada di dalam mobil.


Pak Catur mengermudikan mobil menuju masjid atau mushola terdekat takut kehabisan waktu. Kami menemukan masjid selesai sholat kami berdua lanjut untuk makan di warung lesehan yang menyediakan nasi pecel yang sangat populer di kota Madiun. Kami segera memesan kebetulan suasana warung juga masih sepi lagu sangat cepet pelayananya.


"Maaf, pak, apa benar bapak mau segera menikah lagi, kok saya gak tahu ya?" tanyaku sedikit kepo.


"Alhamdulillah ikut senang pak, perasaan bapak itu kerja terus, kapan bapak mengenalnya, teman lama tau di kenalkan, pasti cantik luar dalam." tebakku karena teralalu penasaran.


"Aku mengenalnya beberapa bulan lalu, alhamdulillah dia cantik luar dalam seperti yang kepo sekarang." jawab pak Catur.


Aku langsung tertawa nyengir mendengar jawaban dari Pak Catur dan aku rasa asal bicara.


"Bapak ini nyindir apa nyindir?" ujarku sambil tertawa.


"Serius, aku gak nyindir, lagian nyindir gimana maksudmu mbak?" tanya pak Catur tetap terus memandangku.

__ADS_1


"Bapak bilang orangnya baik seperti saya, ya kalau saya baik kan gak mungkin saya di pecat dari status istri." jawabku asal sambil makan.


"La memang benar, kenapa? Gak percaya? Ya sudah kapan-kapan aku kenalkan, sebenarnya dengan perginya Ringgo inshaallah, Allah bakal mengirimkan orang yang pantas untuk bersanding denganmu bahagia bersamamu, oh ya mbak, mbak benra suka dengan desain villa yang mbak pilih kemarin?" tanya pak Catur padaku.


"Kalau saya pribadi sangat suka pak, sederhana tidak terlalu mewah namun tetap elegant, " jawabku jujur.


"Baiklah." ucap Pak Catur bahagia.


"Itu sih menurut pendapat saya pak, entah dengan calon istri bapak, setiap orang kan sekeranya Berbeda-beda." ucapku santai.


"Andai, yang aku jadikan istriku itu kamu bagaimana mbak?" tanya pak Catur serius.


"Sa... Saya! Jangan ngarang yang aneh-aneh pak, oh ya pak saya mau minta surat pernyataan berlegalisir dari perusahaan untuk melengkapi gugatan balik kepada mas Ringgo." ucapku mrngalihkan pembicaraan.


"Sampai mana dia berulah, kalau butuh bantuan jangan sungkan untuk bilang ke aku, sebisa mungkin aku bantu kamu?" ucap pak Catur padaku.


"Terima kasih, pak, bapak cukup beri saya surat itu saja sudah cukup pak. Semoga dengan surat dari perusahaan bisa memenangkan sidang, dan saya harap Afriana tetap berada di bawah asuhan saya." ucapku apa adanya.


"Jangankan surat, hati pun aku kasihkan, itupun kalau mbak mau sih." ucap Pak Catur santai.


"Hati ayam." sahutku asal berusaha untuk tetap tenang.


Pak Catur tidak menjawab malah tersenyum bahagia mendengar jawabanku.

__ADS_1


__ADS_2