TALAK

TALAK
Part 16 TALAK


__ADS_3

Pagi ini sekalian berangkat kerja aku antarkan Afriana ke sekolah dulu. Afriana sangat senang ketika aku antar ke sekolahnya karena sudah satu minggu ini aku tidak sempat mengantar Afriana, dan juga aku selalu pulang telat, di saat sampai rumah Afriana sudah tidur dengan kedua orang tuaku.


"Af, hati - hati ya, jangan lupa berdoa " nasihatku saat Afriana mencium punggung tanganku


"Ya, Buk, Assalamu'alaikum " ucap Afriana


"Wa'alaikum salam, sayang " jawabku


Begitu Afriana masuk ke halaman sekolah aku langsung tancap gas untuk menuju tempat kerjaku. Sesampai di kantor aku langsung parkir motorku di tempat parkir kusus staf kantor.


Hari ini masih seperti kemarin dengan membawa bekak makanan agak banyak, hingga beberapa staf yang mihat sedikit merasa heran.


"Rajin amat, jam segini sudah sampai, Eh Fah, jadi sekertaris GM itu tidak perlu repot repot datang pagi, aku heran deh sama Pak Catur, yang singgel saja banyak, kenapa milih yang yang sudah berkeluarga ?" cerocos Eka dengan nada penuh sindiran.


Eka staf bagian administrasi dan menurut info Eka sangat menginginkan posisiku sekarang sebagai seorang sekertaris GM.


"Supaya aku dapat predikat sekertaris terajin, dan bisa dapat banyak bonus dari perusahaan, Ka" jawabku enteng sebab aku males berdebat di pagi hari


Eka salah satu staff baru, dan tidak dipungkiri Eka memang memiliki wajah yang cantik, di tambah rambutnya yang panjang lurus hitam legam dan berkilau menambah nilai plus padanya, posture tubuh Eka standard hampir sama dengan tinggiku.


Begitu mendengar jawabanku Eka langsung pergi tanpa permisi, aku yang melihat kelakuan Eka hanya bisa ngelus dada.


Aku langkahkan kakiku menuju ruanganku dengan semangat yang menggebu, sambil jalan aku menotal gajiku dalam otak, perencanaan perencanaan apa kedepannya.


Sebelum pak Catur datang aku sudah siapkan teh kental dan sedikit gula di atas meja kerjanya pak Catur.


Aku kembali ke meja kerjaku segera mengecek jadwal, takut ada yang terlewat, walau kerjaan ku sangat banyak aku harus bisa itu yang ada dalam pikiranku, dan senyum Afriana lah pengobat lelahku.


"Selamat pagi, Pak, mau sarapan sekarang ?" sapaku sopan saat pak Catur datang


"Pagi, siapkan sekarang " ujar pak Catur dan langsung masuk keruangannya.


Pak Catur sarapan dengan lahapnya seperti orang kelaparan yang tidak makan seminggu, begitu pak Catur selesai sarapan langsung aku kemasi bekas sarapannya. Aku segera membacakan agendanya hari ini dan minggu depan, selesai me bacakan nya dan tidak ada perubahan maka aku langsung kembali ke meja kerjaku.


Di dalam ruangannya pak Catur berkutat dengan komputer dan berkas berkasnya

__ADS_1


[Assalamu'alaikum, Ton] bu Irma


[Wa'alaikum Salam, Mbak] pak Catur


[Bagaimana, beres?] bu Irma


[Beres,kenapa ?jangan kuwatir mbak] pak Catur


[Aku tetep kwatir siapa yang akan masak buatmu, selama ini kan kamu tinggal dan makan masakan rumah an] bu Irma


[Jangan kuwatir, mbak banyak restaurant, tumben mbak telpon] pak Catur


[Dari mana kamu dapat sarapan itu ?]


[Beli]


[Jangan bohong, itu masakan rumahan bukan dari beli] bu Irma


[Ya, ampun mbak ini kota kecil mbak, tentu banyak makanan traditional yang seperti masakan rumahan ] pak Catur


[Sudahlah mbak aku belum mikir ke situ] pak Catur


[Ton, aku tahu tidak mudah untuk menduakan orang yang kita cintai, tapi ingat kamu butuh pendamping supaya hidupmu seimbang] , bu Irma


[Kapan mbak kesini?] Pak Catur


[Jika pembangunan pabrik yang baru sudah di mulai, bagaimana dengan sekertarismu?] bu Irma


[Sampai saat ini kerjanya bagus, on time, juga professional belum ada kesalahan yang di buat, walau bukan lulusan sekertaris dia cukup kompeten, namanya juga baru seminggu mbak, semoga seterusnya begitu] pak catur


[Semoga sukses, Ton,] bu Irma


Selesai bertelpon ria dengan kakaknya yaitu Irma, pak Catur segera melanjutkan kembali pekerjaannya, karena hari jumat maka jam 11 siang Pak Catur sudah mandi dan ganti pakaian siap siap untuk berangkat ke masjid yang ada di area pabrik.


Di dalam ada satu mushola yang dekat dengan kantor dan juga ada satu masjid besar yang di bangun di area pabrik, masjidnya sangat luas bisa menampung 1000 an jamaah. Mengingat karyawannya sangat banyak maka perusahaan membangun masjid yang luas untuk memudahkan karyawannya dalam beribadah.

__ADS_1


"Mbak, saya ke masjid dulu, jika mbak ke masjid kunci semua ruangan " pinta pak Catur datar


Ketika pak Catur di depanku aku sangat terkejut takut salah orang, karena pak Catur tampil beda sudah memakai baju Koko lengkap dengan sarung dan pecinya.


"Baik, Pak " jawabku singkat


Setelah mendengar jawabanku pak Catur melenggang pergi dengan gagahnya.


Kekagetanku belum hilang, bu Priska sudah berada di depanku.


"Fah, lapar" ucap bu Priska


"Pak Catur nya baru saja berangkat ke masjid bu, jika ibu mau ini saya bawa camilan jajan pasar " ucapku menawarkan pada bu Priska sambil menyodorkan nogo sari buatan Nafisa kemarin sore


Bu Priska malah tertawa mendengar jawabanku yang aku tanggapi serius


"Aku itu niru bos kamu itu lho, Fah, heran deh dengan tingkahnya, padahal waktu di Jakarta tak pernah sekalipun menyuruh sekertarisnya masak untuk bekalnya, la di sini malah berulah, semoga kamu bisa menaklukannya " ucap bu Priska heran


"Doakan, saja bu, semoga saya mampu, kadang saya juga minder Bu, karena kebanyakan sekertaris itu muda dan cantik " ucapku


"Tapi tidak untuk perusahaan Cakra lima, Fah, perusahaan lebih mengacu ke kwalitas kerja dari pada penampilan " bu Priska menjelaskan lagi kepadaku


"Semoga, saya mampu mengerjakan tugas - tugas dari Pak Catur " ucapku


"Bagaimana, dengan Ringgo, sudah asa itikad baik atau belum?" tanya bu Priska padaku


"Hehhh, sampai saat ini belum Bu, oh ya Bu jangan sampai ada yang tahu tentang masalah keluargaku, karena yang tahu hanya ibu, Nina dan mbak Rani" ucapku


"Ngomong - ngomong soal Rani rencana bulan depan akan aku pindahkan ke posisimu dulu, karena yang sekarang keteteran tidak bisa maksimal dan kamu juga tahu kan bahwa perusahaan kita harus memproduksi lebih banyak, akan ada perombakan dan penambahan karyawan" terang bu Priska sambil makan jajan nogo sari


"Ya, bagus sekali itu Bu, tadi saya terkejut melihat pak Catur tiba - tiba berdiri di depanku dengan baju kokonya, tak kira saya mimpi " ujarku sambil terus melihat layar komputer.


"Dari dulu dia begitu, " ucap bu Priska


Bu Priska menceritakan tentang bagaimana bu Priska bisa akrab dan menghabiskan masa kecil dan remajanya bersama keluarga Cakra. Ternyata bu Priska anak dari pengasuh keluarga Cakra, karena kesetian orang tuanya, bu Priska dan kakaknya di sekolahkan oleh keluarga Cakra sampai perguruan tinggi dan menggapai cita - citanya. Kakak lelaki bu Priska sekarang sudah menjabat rektor sebuah Universitas di jawa tengah.

__ADS_1


__ADS_2