
Kami berdua akhirnya berangkat ke hotel SUN pukul satu lebih lima belas menit, hanya dalam waktu dua puluh menit terparkirlah mobil pak Catur di parkiran hotel, begitu sampai di hotel kami berdua langsung menuju tempat pertemuan kami, kami memutuskan untuk bertemu di lobby hotel karena kami hanya menentukan lokasi saja.
Pertemuan dengan pihak agen iklan berjalan lancar dan hanya membutuhkan waktu satu jam saja, begitu dengan pihak agen iklan sudah selesai kami berdua langsung kembali ke kantor karena kami harus mengatur ulang jadwal, seperti jadwal syuting iklan dan pengambilan gambar yang yang di majikan dua minggu lebih awal, karena memang pak Catur yang mengiginkan cepat supaya bisa mendongkrak penjualan dalam waktu dekat, apalagi lokasi yang di ambil adalah sawah jadi juga menentukan pemandangan yang pas dengan tema.
"Mbak tolong kamu lihat lagi jadwal dalam satu bulan ini, dan jangan sampai terbentur dengan syuting iklan, karena aku ingin melihat langsung prose syuting!" perintah pak Catur padaku saat berada di ruangannya.
"Baik, Pak, saya cek lagi," jawabku sambil membuka ipad yang ada di tanganku" Untuk satu bulan kedepan, bapak harus mengandakan rapat dengan para staf dalam penentuan program penerimaan karyawan baru dan prosedur seleksinya, bapak ada pertemuan dengan dengan Pt citra, dan terakir bapak harus datang dalam bincang-bincang dengan para petani tembakau yang tergabung dalam kemitraan bersama perusahaan kita, " jelasku " Satu lagi bapak ada undangan pernikahan dari salah satu staf HRD yang akan melaksan pernikahannya dua minggu lagi, ini undangannya." ucapku sambil menyodorkan undangan pada pak Catur.
Pak Catur menerima undangan pernikahan yang aku sodorkan dan langsung membacanya " Kamu tahu ini lokasinya di mana? kalau pagi jelas tidak bisa datang." ucap Pak Catur sambil meletakan undangan dan melihat ke arahku.
"Saya, tahu pak lokasinya tidak jauh dari pabrik ini jika pagi tidak bisa datang maka sore atau malam juga bisa datang pak, karena ini lokasi tidak di gedung tapi di rumah menpelai kalau di kampung biasanya sampai malam acaranya." jelasku sopan.
__ADS_1
"Kamu juga dapat undangan tidak mbak?" tanya pak Catur padaku.
"Saya juga dapat undangan, dan seluruh staf juga dapat undangan termasuk bu Priska , saya berencana sepulang dari kerja atau pas jam istirahat saya mau datang kesana untuk nyumbang( mbecek dalam bahasa orang Madiun), karena kalau sudah pulang sampai rumah sudah capek dan malas untuk keluar lagi." jelasku lagi.
"Kita lihat saja nanti, masih dua minggu kan, tolong carikan berkas tentang kemitraan, biar saya pelajari lagi!" perintah pak Catur padaku.
"Baik, Pak saya ambilkan, " jawabku sopan dan segera menuju ruangan khusus untuk menyimpan dokumen penting perusahaan " Ini pak sudah ketemu." ucapku sambil menyerahkan dokumen ke pak Catur.
"Kalau lokasi yang bagus memang di lereng gunung pak, dan kita juga harus mengecek ulang, jika pak Catur ada waktu kita bisa mengeceknya, tapi kelihatannya jadwal kita sudah penuh dan di kejar deadline." jelasku pada pak Catur.
Pak Catur hanya mnggut-manggut saat mendengar penjelasanku "Bagaimana jika hari sabtu kita tinjau lokasinya, entah kenapa perasaanku tidak pas dengan lokasi yang sekarang kita pilih."
__ADS_1
"Hari sabtu.... " jawabku menggantung.
"Ya hari sabtu pagi kita berangkat, dan karena hari sabtu masuk lembur maka saya akan berikan tambahan bonus seperti biasa." ucap Pak Catur yang seolah paham dengan jawaban ku.
"Maaf pak maksud saya bukan begitu, cuma hari sabtu biasanya saya habis kan dengan Afriana." jelasku.
"Kita tinjau pagi, dan siangnya saat Afriana pulang dari sekolah kamu sudah ada di rumah." usul pak Catur penuh harap.
"Baiklah pak, saya usahakan ikut bapak untuk mengecek lokasi syuting." jawabku mengalah.
Aku kembali ke ruanganku karena banyak banget pekerjaan yang harus aku selesaikan, pak Catur dengan cekatan juga menyelesaikan pekerjaannya, karena banyak sekali dokumen yang harus di selesaikan dalam bulan ini dan juga harus di kirim lewat e mail.
__ADS_1