
Setelah hampir 1 jam bu Priska di ruangan pak Catur, Bu Priska keluar serta menghampiriku sebelum kembali ke ruangannya sendiri, bu Priska mengatakan agar aku tetap sabar dalam menghadapi pak Catur. Aku hanya mengangguk dan tersenyum toh ini kan memang training yang harus aku jalani, pikirku.
Aku berkutat kembali dengan komputer dan juga dokumen, yang sudah rindu untuk aku sentuh.
Belum selesai tugasku, tadi pagi Pak Catur sudah menambahinya lagi dengan setumpuk dokumen yang siap untuk aku belai.
Saking asyiknya bekerja aku tidak memikirkan keberadaan makhluk lain. Jam susah menunjukan pukul 7 malam dan aku lupa tidak menanyakan pada pak Catur mau makan apa. Dengan tergesa gesa aku langsung berdiri dan menuju ruangan pak Catur, namun baru beberapa Langkah ternyata pak Catur sudah membawa tasnya menutup pintu ruangannya bertanda pak Catur mau pulang.
"Sudah mau pulang, Pak ?" tanya ku sopan.
"Besok, tolong masak agak banyak, untuk 3 orang, menu terserah, jika pekerjaanmu sudah selesai segera pulang" perintah pak Catur datar, segera pergi meninggalkanku
"Baik, Pak" jawabku singkat
Aku kembali pada pekerjaanku, Karena jenuh aku dan masih banyak pekerjaan, aku memutuskan pulang dan mengerjakan di rumah.
Jam 8 malam aku meninggalkan kantor, dengan mengendarai sepeda motor matic, aku terjang gelapnya malam dan ramainya kota.
Aku tepikan motor di indomart, dan aku langsung masuk ke indomart untuk membeli ice cream favouritenya Afriana dan Nafisa.
Di depan indomart ada penjual molen, maka akupun juga beli molen untuk keluargaku sekalian nanti malam buat cemilan saat nglembur.
"Fa !" seru mbak Rani yang ternyata sudah di dekatku
"Mbak Ran, mau beli apa ?" tanya ku
"Molen, kamu baru pulang, sudah makan blum ?" tanya nya
"Belum, mbak ini mau beli nasi goreng saja di sebelah tuh " jawabku
"Kebeneran, ayo kita makan di sana saja, itu anak dan suamiku sudah duduk lesehan, sekalian ngobrol " pinta mvaj Rani
"OK, kalau begitu" jawabku
Selesai membeli molen aku dan mbak Rani ke warung nasi goreng kesehan, warung yang lumayan terkenal dan rame. Saat aku masuk di tenda ternyata pak Catur juga sudah duduk di sana seorang diri sambil menikmati nasi gorengnya.
Aku sengaja menghindar dan pura - pura tidak melihatnya, aku ambil posisi duduk yang sekiranya tidak teihat oleh pak Catur. Aku berusaha bersikap biasa agar mbak Rani tidak curiga, toh mbak Rani tidak begitu paham wajahnya pak Catur.
"Fah, makasih ya, kembang katesnya tadi, mantep banget, rasanya sudah lama tidak bisa ngobrol bebas sama kamu, kangen saat makan di pantry " ucap Rani
"Apa, aku minta pindah lagi saja " canda ku
"Jangan, Fah, kamu tahu nggak aku dengar banyak lho di pabrik kira yang mengincar posisimu, apa lagi pak GM nya masih muda " cerocos Rani seolah tanpa dosa padahal ada suaminya.
"Buk, ku sayang yang manies dan imuut!" sindir suami Rani
Kita berdua langsung tertawa, mendengar sindiran manus dari suaminya mvaj Rani.
__ADS_1
"Mas, siapa tahu orangnya kecantol sama, tuh " ucap Rani sambil menatap ke arahku tanpa dosa
"Sudah beristri mbak Raaanku sayang " ucapku
"Jangan dengerin omongannya, Fah!" ucap suaminya Rani
"Mas, kalau renovasi rumah kira - kira habis berapa ya?"tanyaku pada suaminya mbak Rani
"Tergantung kamu minta seperti apa, Fah, ada yang mahal ada yang sedang ada yang murah, walau murah karai renovasi tetap menghabiskan banyak dana " ucap suaminya mbak Rani
"Kalau, aku, sih yang biasa saja, mas yang penting ada tempat untuk berteduh" sahutku
"Fah, bagaimana pekerjaanmu ?" tanya mbak Rani
"Alhamdulillah mbak, namanya saja masih tahap training jadi ya lumayan sibuk " jawab ku hati - hati takut terdengar oleh pak Catur.
"Kapan, mau renovasi, Fah?" tanya suaminya mbak Rani
"Belum tahu, Mas, kalau tidak ada halangan ya 6 lagi, ini juga masih ngumpulin, uangnya " jawabku
"Kamu nyicil dulu saja, Fah, biar terasa ringan, Ringgo bagaimana ?" tanya suaminya mbak Rani
"Gak tahu mas, aku mau fokus kerja saja " ujarku
Tidak terasa nasi yang ada di dalam piring sudah habis tidak tersisa, aku memanggil mbak pelayan untuk menotal pesanan kami.
"Meja ini sudah di bayar bu, tadi " ucap staf
"Lah, siapa yang bayar, Fah?" cepet bayar, Fah, aku gak mau di kasih gratis an takut di masukan ke pedugihan " cerocos mbak Rani
"Belum, mbak, di antara kita belum ada yang bayar lho mbak!" ujarku
"Tadi, ada bapak - bapak yang telah membayar makanan di meja ini, beliau ngaju kalau kalian ini temannya " ucap staf.
"Baik, mbak terima kasih " ucapku
"Mbak, aku gak mau di jadikan tumbal, tolong terima ini ya mbak " ucap mbak Rani yang sedikit parno
"Terima saja Mbak anggap saja tips " ucapku
"Maaf, bu, tadi kami semua sudah di kasih tips sama beliau " ucap staf menjelaskan.
"Sudahlah mbak anggap saja rejeki kita " ujarku menengahi
Mbak Rani semakin penasaran siapa yang membayarkan makanannya, setelah berdebat agak lama akirnya kita pulang menuju rumah masing - masing. Aku hanya menduga apa mungkin pak Catur yang membayar, tapi bukankah dia tidak melihatku saat aku datang, tapi aku tidak berani ngomong ke mbak Rani takut salah orang.
Selesai membersihkan diri aku lanjutkan pekerjaanku yang belum selesai, hp berkali kali berbunyi kluntang klunting namun tidak aku hiraukan, toh sms bisa dibaca nanti.
__ADS_1
Saking banyaknya kerjaan aku sampai tertidur di meja kerjaku, aku baru terbangun di jam 1 malam, akirnya aku ringkes, semua berkas dan aku kembali tidur di kasurku.
Alarm jam 4 berbunyi aku langsung bangun, karena belum adzan subuh maka aku pergi belanja dulu pada tukang sayur yang sudah buka di pagi buta.
Di tempatku banyak penjual sayur dengan jam yang berbeda, ada yang sudah buka di jam 4 pagi, ada yang keliling di jam 7 pagi, dan ada juga yang keliling jam 9 pagi .
Aku selalu belanja di jam 4 pagi karena harus masak sebelum bekerja, dan juga sayurnya segar tidak perlu di taruh dalam kulkas.
"Tumben belanjanya banyak banget mbak ?" tanya yu Nah pemilik warung sayur.
"Iya, Yu, mau di bawa ke kantor " jawabku
"Pantesan, mbak kalau ada lowongan mbok ya Madi di jak to mbak, biar gak nganggur " pinta yu Nah.
"Sekarang belum ada, Yu, mungkin bulan depan baru buka lowongan, nanti tak kabari Yu " ucapku sambil memilih sayuran
"Benar yo mbak, aku mau secepatnya bisa kerja mbak biar punya uang sendiri " tiba - tiba Jumadi anak yu Nah muncul di warung sambil menaruh belanjaan lainnya.
"Beres, Di" ucapku
Jumadi anak yu Nah yang pertama dari 3 bersaudara, Jumadi baru lulus dari SMA, karena kendala biaya maka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Jumadi anak yang rajin selalu membantu kedua orang tuanya walau kadang bikin orang tuanya pusing jika berulah dengan hobinya yang mengotak ngatik motor.
. 人
. (___)
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃
. ┃口┃. 人.
. ┃口┃. .-:'''"''";-. 人
. ┃口┃(*(*(*|*)*))(__)
┃ - ┃║∩∩∩║. |口||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
_*Perkenankanlah kami menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H*_
Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya Kariim. Selamat Hari Raya Idulfitri. Minal Aidil Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin.
__ADS_1