
Aku mendapat tugas untuk menemani orang tua pak Catur selama beliau berada di kota madiun. Hari ini jadwalku mengantar orang tua pak Catur untuk memesan beberapa parcel buah dan juga beberapa parcel jajan untuk lamaran pak Catur. Pak Catur mengutus sopir kantor untuk mengantarkan kemanapun kami pergi, Aku, bunda, bu Cakra, Mak dan bu Irma memutari beberapa mall yang ada di kota Madiun. Di samping pergi ke mall kami juga jalan-jalan di beberapa taman kota bahkan kami juga masuk ke pasar besar kota Madiun. Jam tiga sore setelah capek kami kembali ke rumah bu Priska, dan ternyata bu Priska dan Pak Catur juga sudah berada di rumah bu Priska.
Begitu masuk berada di rumah bu Priska, para orang tua langsung istirahat di kamar masing-masing, aku duduk di ruang tengah menemani bu Irma pak Catur dan juga bu Priska.
"Mbak Fah, sebagai ucapan terima kasih kami padamu, karena mbak sudah menemani kami jalan-jalan, maka nanti malam kita makan bersama di luar sekalian kami mau berkenalan dengan Putri mbak!" pinta bu Irma padaku dengan senyum dan wajah penuh harap.
"Terima kasih bu, jam berapa bu?" tanyaku sopan " Soalnya saya harus jemput anak saya dulu."
"Ada, Afriana, Rahma pasti senang nih." seloroh bu Priska.
"Biar aku antar kamu sekarang mbak," ucap Pak Catur "Rahma ayo siap-siap kita jemput Afri!" panggil pak Catur pada Rahma.
"Apa paman?" sahut Rahma dari dalam kamarnya.
"Siap-siap kita jemput, Afri, sekarang sekalian antar tante Afifah pulang." Pak Catur mengulangi ucapannya.
"Yeah... aku siap-siap sekarang paman." sahut Rahma girang.
"Tuh anak semangat selalu jika diajak ketemu Afri, sudah seperti kamu saja Ton!" ucap bu Priska sambil me lirik ke arah pak Catur.
__ADS_1
"Terima kasih pak, sebenarnya biar saya pulang sendiri saja naik sepeda motor nanti bapak kecapekan." Aku berusaha menolak tawaran pak Catur dengan sopan, bagaimanapun aku merasa tidak nyaman dengan semua perhatian yang di berikan oleh seluruh keluarga pak Catur padaku.
"Begitu ya Pris?" tanya bu Irma pada bu Priska.
"Begitu mbak, lihat saja nanti Rahma dan Afri itu cocok banget, mbak sudah lihatkan foto-foto yang aku kirim ke mbak waktu itu." ucap bu Priska pada bu Irma.
"Iya, aku sudah lihat, mama saja sampai gak sabar pingin ketemu Afri, mereka sudah seperti saudara saja." ucap bu Irma dengan senyum yang mengembang indah.
"Paman ayo!" seru Rahma yang sudah berdiri di depan kami.
"Ayo mbak, ayo Rahma!" ajak p as k Catur.
"Silakan." jawab bu Priska dan bu Irma bersamaan dengan senyum ramah.
"Mah, bude, Rahma jemput Afri dulu, assalamu'alaikum, nanti bude tak kenalin ke Afri, ya bude ya." ucap Rahma benar-benar girang.
"Ya, Rahma, yang manis, bude tunggu." ucap bu Irma dengan senyum manis
Dengan girangnya Rahma langsung berjalan menuju mobil mendahului kami berdua, Aku, Rahma dan Pak Catur meninggalkan kediaman bu Priska, masih dengan hati yang benar-benar kurang nyaman aku ikuti ucapan pak Catur. Pak Catur menyetir dengan memamancarkan kebahagiaan, dalam perjalanan menuju rumahku Rahma tak henti-hentinya berceloteh ria.
__ADS_1
Sesampainya di rumahku, kami langsung masuk ke rumah orang tuaku karena rumahku belum selesai di renovasi.
"Silakan duduk dulu pak, mbak Rahma tunggu sebentar Afrinya lagi ganti baju kali, sekalian saya mau mandi dulu dan ganti baju." ucapku, pak Catur dan Rahma menjawab sopan secara bersamaan " Afri, mbak Rahma sudah datang, cepetan keluar sayang!" seruku sambil menuju kamar ibukku dan aku lihat Afriana sedang memakai hijabnya
"Ya buk, sebentar, hari ini Afri libur gak ngaji buk?" tanya Afri padaku.
"Ya sayang, nanti Afri yang sopan soalnya ada kakek dan neneknya mbak Rahma, Afri harus hormat pada orang tua." nasehatku pada Afriana.
"Iya, buk, Afri menemui mbak Rahma dan Paman dulu." ucap Afriana langsung meninggalkanku dan menuju ruang tamu di mana pak Catur dan Rahma sudah menunggunya.
"Assalamu'alaikum Paman, mbak Rahma." sapa Afriana girang.
Setelah kepergian Afri aku menuju kamar mandi untuk mandi, sebelum mandi aku membuakam minuman dulu buat pak Catur dan Rahma, karena cuaca agak panas maka aku buatkan jus jeruk kebetulan kemarin habis beli jus jeruk mid minute. Kebetulan ibuku dan bapakku sedang menghadiri kondangan pernikahan sedang Nafisa juga sedang mengajari ngaji di mushola jadi rumah orang tuaku sepi hanya ada Afriana saja.
"Silakan di minum pak, ayo mbak Rahma, di minum dulu, tante tinggal dulu, Afri temani mbak Rahma dan Paman dulu ya!" ucapku sopan.
"Terima kasih, tante." ucap Rahma sopan.
"Terima kasih mbak." ucap Pak Catur senang.
__ADS_1