TALAK

TALAK
Part 69 TALAK


__ADS_3

"Sepertinya ada mobil berhenti di depan rumah, Buk!" ucap mas Jamal.


"Sepertinya iya, Mal, kamu lihat siapa? tamu kita apa bukan?" ucap ibuku.


"Jangan-jangan, pak Catur." gumamku dalam hati.


Mas Jamal yang sudah selesai makannya langsung menuju pintu depan, sedangkan aku tetap melanjutkan makan siangku yang baru dapat separo.


"Assalamu'alaikum." sapa Pak Catur yang sudah di depan pintu orang tuaku.


"Wa'alaikum salam, loh mas, mau mencari Afifah?" tanya mas Jamal


"Iya, mas, mbak Afifahnya sudah pulang?" tanya pak Catur pada mas Jamal.


"Silahkan masuk dulu mas, Afifah lagi makan di belakang," ucap Mas Jamal mempersilahkan pak catur masuk rumah orang tuaku " Fah, bosmu datang!" teriak mas Jamal dari depan" Silahkan duduk dulu mas." perintah mas Jamal pada pal Catur.


"Sebentar, mas!" jawabku dari dalam.


"Kalau masih makan biarin saja lah mas." ucap Pak Catur sopan dan sudah duduk di ruang tamu.


"Eh, ada tamu, terima kasih pak, atas hadiah-hadiahnya, dan sampaikan salam dan terima kasih kami sekeluarga kepada keluarga bapak, kami tidak bisa balas apa-apa pak, gusti Allah yang balas." ucap ibuku sopan.


"Sama-sama buk, keluarga saya juga mengucapkan banyak terima kasih, karena ibuk mau mencarikan kembang kates dan mbak Afifah mau memasak until keluarga saya." jawab pak Catur sopan.

__ADS_1


"Bapak silahkan makan siang dulu, kebetulan Afifah juga lagi makan." ucap ibuku menawarkan pada pak Catur.


"Terima kasih bu, tidak usah." jawab pak Catur sopan.


"Jangan sungkan mas, tapi ya seadanya, sayur asem sama botok lamtoro." timpal mas Jamal.


"Saya siapkan dulu pak, biar di temani Afifah." ucap ibuku langsung berdiri dan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang buat pak Catur.


"Ya, mas makan saja dulu, nanti sampai kantor biar tidak usah beli makanan." ucap mas Jamal apa adanya.


"Maaf pak saya tinggal sebentar." ucapku saat menyalami pak Catur.


Bapak yang pulang dari sawah lewat pintu samping, dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena waktu dhuhur hampir tiba. Selesai membersihkan diri bapak yang sudah memakai sarung lengkap dengan baju batik serta kopyah menuju ruang tamu untuk menenui pak Catur dan mas Jamal. Begitu bapak sudah duduk di ruang tamu, mas Jamal langsung pergi ke belakang untuk membersihkan diri dan menuju mushola untuk persiapan adzan di mushola.


Semua menu sudah aku Tata rapi di ruang tamu karena biasanya jika ada tamu makannya di ruang tamu, begitu selesai aku menata makanan tidak berselang lama bapak, mas Jamal serta Pak Catur kembali dari mushola secara bersamaan, sedang ibuku pulang lebih awal.


"Silahkan makan dulu, pak." ucap ku mempersilahkan pak Catur yang baru masuk ke rumah bareng dengan bapak dan mas Jamal.


"Terima kasih, mbak." jawab pak Catur tetap sopan.


"Fah, Afri dan Nafisa, apa belum pulang?" tanya bapaku padaku.


"Belum pak, katanya Afri, ada kelas tambahan jadi jam setengah dua baru pulang, sedang Nafisa sedang rapat di kabupaten jadi pulangnya agak siang, kata mas Jamal nanti mas yang jemput Afri." jelasku pada bapak.

__ADS_1


"Ayo, pak Catur silahkan di makan, panas-panas gini seger makan lauknya sayur asem, jangan sungkan -sungkan makan yang banyak di dapur masih banyak kok." ucap bapaku mempersilahkan pak catur sambil menyendok nasi dan sayur.


Kedua orang tuaku berani menawari makqn pak Catur, karena di awal-awal jadi sekertaris pak Catur, aku dapat tugas masak hampir tiga bulan, sampai aku di nyatakan lolos training sebagai sekretarisnya, dan bahan masakan orang tuaku yang menyiapkan, jadi orang tuaku sedikit paham selera pak Catur.


"Terima kasih, pak, jarang saya bisa makan seperti ini." ucap Pak Catur sopan dan mengikuti bapak untuk menyendok nasi.


"Saya tinggal ganti baju dulu, pak silahkan di makan maaf seadanya." ucapku sopan dengan senyum mengembang indah.


"Silahkan, mbak, mbak jangan bawa sepeda motor sendiri, karena kita akan menemui agen periklanan di Sun hotel." ucap pak Catur dengan senyum pula.


"Iya, pak saya ingat."jawabku sopan.


Aku kembali ke rumahku sendiri untuk ganti baju kerja, karena harus kembali bekerja, dan juga ada jadwal meting dengan agen periklanan tempo hari.


Hanya butuh dua puluh menit, aku sudah rapi dan siap untuk berangkat bekerja, aku menuju rumah orang tuaku dan ternyata pak Catur dan bapakku juga sudah selesai makannya, ibuku dan bapaku di bantu mas Jamal merapikan meja bekas makanan tadi.


"Sudah, siap pak jam dua kita harus sudah sampai hotel kan?" ucapku mengingatkan.


"Ya, sebentar lagi kita berangkat masih ada waktu kok mbak." jawab pak Catur.


"Baiklah pak." jawabku dan ikut duduk di ruang tamu bersama dengan baoak dan Pak Catur.


Entah magnet apa yang di berikan oleh pak Catur, bapakku ternyata juga cepat akrab dengan Pak Catur meraka berdua makan sambil bersendau gurau, sedangkan mas Jamal sudah berangkat ke sekolahannya Afriana, untuk menjemput Afriana. Jam satu lebih dua puluh menit akhirnya kami berdua memutuskan untuk berangkat ke SUN Hotel tempat kru iklan menginap.

__ADS_1


__ADS_2