TALAK

TALAK
Part 31 TALAK


__ADS_3

Pak Catur masih belum beranjak dari tempatnya berdiri, berkali kali aku ingatkan pada pak Catur untuk kembali ke kantor namun pak Catur sepertinya enggan untuk meninggalkan tempat ini.


"Pak sudah setengah lima, kita belum sholat ashar" ucapku berusaha mengingatkan lagi pak Catur.


"Baiklah, kita cari mushola terdekat, setelah itu kita pulang" ucap Pak Catur dan langsung masuk ke dalam mobil.


Hanya dalam waktu lima belas menit kita berdua sudah menemukan mushola kecil di dusun setempat. Begitu mobil terparkir kami langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat ashar secara terpisah. Saat aku keluar dari mushola ternyata pak Catur masih di dalam, aku duduk di teras mushola untuk menungu pak Catur keluar.


"Sudah selesai mbak ?" tanya pak Catur yang sudah berada di sebelahku.


"Sudah pak " jawabku menoleh ke pak Catur dan beranjak berdiri.


Kami berdua masuk kembali ke dalam mobil untuk pulang apalagi hari semakin senja, masih dengan kecepatan yang super pelan Pak Catur mengendari mobil sambil melihat pemandangan sekitar, dan terus tanya banyak hal padaku.


"Kalau terlalu pelan jam berapa sampai kantor pak?" protesku.


"Besok juga gak apa - apa, lagian juga jarang bisa nyantai kaya gini, semenjak pindah di kota ini baru hari ini aku bisa santai, tidak mikirin kerjaan terus " ucap Pak Catur sambil terus menyetir mobil.


"Jika malam ini saya tidak pulang bisa - bisa di penggal kepalaku sama bapak " protesku sekenanya.


"Galak juga bapakmu, tidak masalah sebelum kepala kamu di penggal oleh bapakmu aku bawa lari kamu" ucap Pak Catur sambil melihat ke arahku.


"Tumben, bapak hari ini auranya beda tidak kayak biasanya, datar tanpa ekpresi, sulit di tebak?"tanyaku apa adanya.

__ADS_1


"Efek, jalan - jalan ke hutan kali atau mungkin kesambet penunggu hutan" kelakar pak Catur" sebentar lagi adzan magrib kita ke asjid depan, setelah sholat magrib aku antar kamu pulang " ucap Pak Catur.


"Tidak, usah pak cukup antar saya ke kantor, karena motor saya masih ada di kantor " tolak ku


Tanpa menjawab ucapanku pak Catur langsung turun dari mobilnya setelah di parkir di halaman masjid jalan raya. Kami melaksanakan sholat berjamaah kebetulan adzan magrib juga baru berkumandang.


Selesai melaksanakan sholat magrib kami melanjutkan perjalanan pulang, namun pak Catur tidak langsung ke kantor atau pulang kerumah malah mengajak makan malam di salah satu rumah makan lesehan yang menyediakan ayam panggang komplit.


"Tumben bapak ngajak saya makan?" tanyaku, aku sudah sedikit biasa tidak kaku seperti biasanya.


"Sebagai bentuk terima kasihku karena kau telah mampu melewati masa training mu dengan baik dan kau sudah sangat professional dalam bekerja" jawab pak Catur dengan seulas senyum bahagianya.


"Terima kasih pak, karena sudah memberi kepercayaan pada saya, untuk mengemban tugas ini" ucapku semanis mungkin.


"Anaku kelas Dua sd pak, saya berpisah sejak setahun lalu " jawabku jujur apa adanya.


"Lumayan juga, saya kira kalian pisah karena kau jadi sekertarisku dan tugas - tugas dariku yang terlalu banyak yang jadi pemicunya" ungkap pak Catur.


"Hmm... Namanya juga orang berumah tangga pak, bapak sendiri kenapa statusnya di rahasiakan, kan kalau tidak di rahasiakan pasti banyak wanita yang mengejar bapak " ucapku sambil menikmati menu yang ada.


"Kalau yang ngejar kamu, pasti dengan senang hati aku terima tanpa syarat " kelakar pak Catur di iringi senyuman.


"Saya ngejar bapak! Oh no... Bukan tipeku pak untuk mengejar laki -laki " sanggahku.

__ADS_1


"Dan juga bukan tipe ku, jika senang di kejar para wanita, aku lebih suka memilih dengan caraku sendiri " ucap Pak Catur.


"Semoga segera mendapat wanita yang sesuai dengan Keinginan bapak " ucapku.


"Semoga, wanita yang aku inginkan suatu saat mau menerima lamaranku, dan bisa membina rumah tangga sampai Jannah" ucap Pak Catur penuh harap.


"Semoga, ku doakan yang terbaik buat bapak " ucapku.


"Mbak, maukan kamu jadi teman dekat ku, ehmm... Maksudku sahabat, kan enak jika kita bekerja dengan status sahabat, biar lebih rilex, tidak kaku " pinta pak Catur padaku.


"Bapak mau bersahabat dengan saya ?" tanyaku tidak percaya.


"Iya, Sebenarnya dari dulu aku ingi bersahabat denganmu cuma aku takut menghancurkan rumah tanggamu, jadi jaga jarak lebih aman, dan sekarang boleh dong kita bersahabat " ucap Pak Catur penuh harap.


"Baiklah, kita bersahabat, oh ya kenapa bapak memilih saya sebagai sekertaris bapak? padahal kan waktu pelatihan banyak wanita yang masih singgel dan muda saya kira lebih gesit dari pada saya, dan lebih fress" tanyaku penasaran.


"Simpel, karena kamu sudah berpengalaman di pabrik sini dan pasti kamu tahu betul wilayah ini, entahlah waktu itu aku hanya minat dengan kamu, sesuai dengan rekomendasi mbak Irma dan mbak Priska karena mereka berdua yang memilihkannya, ternyata benar kamu memiliki dedikasi yang tinggi" terang pak Catur" Sebagai tanda persahabatan kita aku beli satu ayam panggang untuk anakmu " ucap Pak Catur sambil menyerahkan ayam panggang padaku.


"Terima kasih, tidak usah repot - repot pak " ucapku halus.


"Terima lah, iklas dari aku sahabat barumu " ujar pak Catur senang "Biar aku antar kamu nanti, kita tidak usah ke kantor, istirahatlah kamu pasti capek "


"Maaf pak, biar saya pulang sendiri saja, gak enak di lihat tetangga kanan kiri" tolak ku halus.

__ADS_1


__ADS_2