TALAK

TALAK
Part 154 TALAK.


__ADS_3

Perjalanan menuju kota Madiun memakan waktu agak lama karena Jalanan sedikit macet, banyak para pekerja pulang ke rumah dan juga cuacanya kurang mendukung di tengah jalan turun hujan agak lebat sehingga jalanan juga sedikit licin, jadinya nyetir mobil harus ektra hati-hati. Akhirnya jam delapan malam kami berdua baru sampai di kota Madiun, pak Catur langsung mengantarku untuk pulang.


Sesampainya di rumah kami berdua sudah disambut oleh Afriana, rencana tadi setelah mengantarkan aku pulang pak Catur mau langsung pulang ke rumah namun begitu melihat Afriana pak Catur mengurungkan niatnya, pak Catur malah bergurau dengan Afriana bahkan Afriana dengan bangganya memamerkan nilai ulangannya yang mendapat nilai rata-rata sembilan puluh dan seratus.


"Af, sudah malam." ucapku lembut.


"Baik buk, ayah kapan ayah gak perlu pulang?." sahut Afriana langsung mengemasi buku-bukunya.


"Apa sekarang ayah gak usah pulang saja ya?" sahut pak Catur menggoda.


Afriana tidak menjawab Afriana malah hanya senyum-senyum manja.


"Sekarang ayah pulang dulu nanti kena marah dari bundamu, ." ucap Pak Catur sambil mencubit Afriana.


Pak Catur pamit pada kami semua, seusai pak Catur pergi, Afriana langsung menuju kamar Afriana memilih tidur dengan ormag tuaku, walau rumahku sudah jadi, aku memaklumi tingkah Afriana karena terlalu sering aku tinggal kerja lembur. Sesuai menemani Afriana tidur aku kembali ke rumahku sendiri, rumah yang begitu besar namun hanya aku sendiri yang menempati. Karena lelah setelah seharian di kota Solo matakupun segera terpejam, aku baru terbangun saat adzan subuh berkumandang rasanya tubuhku benar-benar sakit semua.


Kagiatan pagi masih seperti biasa mengurus Afriana, berangkat kerja sambil ngantar Afriana dan baru meluncur menuju kantor. Sesampainya di kantor aku beraktifitas seperti biasa tidak ada yang istimewa aku masih menjalankan tugas-tugasku dengan baik. Pak Catur seperti biasa dia juga datang seperti biasa tidak ada yang berubah, kami berdua serius dengan pekerjaan masing-masing, kalau dulu pak Catur sering menyuruhku untuk masak sekarang pak Catur malah dengan percaya dirinya langsung datang ke rumah orang tuaku jika ingin makan seperti masakanku dulu. Seperti saat ini jam sebelas siang dia sudah mengabari aku, jika dia ingin makan siang di rumah orang tuaku.

__ADS_1


Hari berganti dengan cepatnya tidak terasa hari pernikahanku semakin dekat tiga minggu lagi, namun sampai saat ini aku juga tidak mendengar desas-desus apapun di kantor tentang aku dan Pak Catur, aku tidak tahu persiapannya sampai mana karena pak Catur menggunakan wedding organisers sehingga semuanya tidak perlu repot-repot ngurus sendiri.


Hari menjelang pernikahanku dengan Pak Catur semua pekerjaan harus sudah aku selesaikan dalam seminggu ini.


[Mbak Afifah datang keruangan saya] perintah pak Catur lewat intercom kantor.


[Baik] aku segera masuk ruangannya pak Catur, ternyata di dalam ruangan pak catur sudah ada mbak Priska dan pihak wedding organisers.


"Silakan duduk, mbak." perintah pak Catur.


"Terima kasih." sahut ku sopan.


Semua undangan sudah komplit bahkan untuk nama juga sudah tertulis.


"Fah, bajunya sama mama juga sudah di kirim, nanti sepulang dari kantor kerumah kamu coba, jika ada yang kurang pas bisa diperbaiki." ucap mbak Priska.


"Baik mbak, nanti sepulang dari kantor aku mampir." ucapku.

__ADS_1


"Nanti kita mampir mbak." sahut pak Catur.


"Bagaimana untuk konsepnya, apakah ada perubahan?" tanya pihak wedding organisers pada kami.


"Bagaimana Dinda?" Pak Catur malah bertanya padaku.


"Kobsepnya seperti dulu saja, tidak usah di ganti." ucapku.


Setelah berbincang-bincang sebentar pihak wedding organisers pamit pulang.


"Terus ini siapa yang akan bagi undangan segitu banyaknya?" tanyaku.


"Semua sudah sesuai dengan devisi masing-masing, jadi tinggal manggil kapala devisinya bereskan." ucap Pak Catur paham akan kegundahanku.


"Aku juga mau kembali ke ruanganku, Fah jangan capek-capek jaga kesehatan." nasehat mbak Priska.


"Aku bagaimana mbak?" tanya pak Catur.

__ADS_1


"Kamu cepat selesaikan pekerjaanmu, sebelum menikah, takutnya setelah menikah kamu malas pergi ke kantor." goda bu Priska.


__ADS_2