
Habis sholat isya' semua keluargaku sudah berkumpul di rumahku, bapak, mas Jamal, Fauzan, ibukku dan mbak Yah mereka membaca ayat suci Al Qur'an, di dalam mushola kecil yang ada di rumahku sebelum mbah Yai teman bapak datang.
Suasana di rumah henning karena anak-anak juga tidak boleh bikin gaduh, di saat acara semak-an(pembacaan ayat suci Al Qur'an ) anak-anak bersamaku dan Nafisa berada di rumah orang tuaku, untuk belajar dan mengerjakan PR dari. Anak-anak yang sudah capek dan mengantuk aku tidurkan di kamar orang tuaku, Nafisa juga sudah tidur karena selama hamil Nafisa selalu ngantuk.
Aku duduk di depan TV di rumah orang tuaku sambil menunggu mereka selesai membaca ayat suci Al Qur'an, jam sebelas malam mereka telah mengkhatamkan Al Qur'an, bapak. Fauzan dan mas Jamal tetap berada di rumahku sedangkan ibuk dan mbak Yah keluar dari rumahku dan menghampiriku yang sedang duduk menonton televisi.
"Sudah selesai, Fah, habis ini kita kerumahmu lagi kata bapakmu sebentar lagi mbah Yai rawuh (datang ),sekarabg kita siapkan dulu camilannya dan bawa kerumahmu!" perintah ibuku padaku.
"Inggih buk." jawabku singkat dan langsung bangkit berdiri.
Aku, mbak Yah dan ibuk menata pisang goreng, ubi goreng dan sukun goreng yang tadi masak oleh ibuku. Hatiku benar-benar merasa tenang dan damai melihat kerukunan dalam keluargaku, mereka saling bahu membahu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.
"Assalamu'alaikum." terdengar dari luar sebuah ucapan salam.
"Wa'alaikum salam, Kyai." sambut bapakku ramah penuh Hormat.
Semua bersalaman penuh ta'dzim dan kami semua duduk di tikar yang aku gelar di ruang tamu rumahku. Sebelum acara di mulai kami semua ngobrol sebentar, dan mbah Yai memberi arahan pad kami semua apa yang harus kita lakukan nanti, jam dua belas kurang lima belas menit acara dzikir di mulai di pimpin oleh mbah Kyai langsung, di samping ada mas Jamal, Fauzan dan bapak ada dua santri Kyai yang ikut dalam dzikir malam di rumahku.
__ADS_1
Dzikir di mulai dari membaca surat yasin dan tahlil, kami semua membaca dzikir sampai jam dua malam, biasanya mataku sudah ngantuk namun malam ini rasanya sangat beda, diantara kami tidak ada yang ngantuk sampai dzikir selesai dan di lanjut dengan sholat tahajud, sholat Tasbih, dan sholat hajat.
Serangakaian acara berakhir sampai jam tiga pagi, mbah Yai menasehati kita semua dan juga memberi petuah dan wejangan kususnya kepadaku.
"Nduk, Fah, jangan sampai pikiranmu kosong, amalkan selalu ayat kursi, dan pastikan tubuhmu selalu dalam keadaan suci, serta perbanyak puasa sunah senin kamis." nasehat mbah Ysi padaku.
"Inggih mbah." jawabku sopan.
"Untuk selanjutnya dan seterusnya mengajilah selalu di dalam rumah ini setiap hari, terutama kamu yang harus melakukan, nduk Fah, karena bakal ada tamu lagi mungkin kekuatannya akan lebih besar dari kemarin, inshaallah kita semua akan tetap membantumu, karena ilmu hitam hanya bisa kalah dengan khalam Allah Swt, pertebal imanmu jangan sampai goyah, untuk anakmu, kamu tidak usah khawatir karena saya dan bapakmu akan terus menjaganya." pesan Mbah Yai lembut penuh wibawa dan kharisma.
"Inggih, mbah." jawabku sopan.
Mbah Kyai dan kedua muridnya meninggalkan rumahku menjelang subuh, aku, ibuk, bapak, mas Jamal, mbak Yah, dan Fauzan tetap duduk rumah tamu sambil menunggu adzan subuh.
"Alhamdulillah, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt." ucap bapakku lega.
"Sekarang aku ngantuk, sekali." keluh Fauzan yang sudah mengucap lebar.
__ADS_1
"Subuhan dulu, Zan!" ucap ibuku.
"Makanya Zan, kalau bapka dzikir itu ikut o, jangan tidur saja biar kuat lahir batin." nasehat mas Jamal sedikit bergurau karena hanya Fauzan yang sedikit bandel.
"Yah, tadi mungkin kena doanya mbah Yai jadi gak ngantuk sekarang mbah Yai pulang kok ngantuk!" ucap Fauzan " Aku nanti mau minta ijin libur, gak kuat ngantuknya." ucap Fauzan.
"Wes, sak karepmu, Zan, yang penting subuhan dulu baru tidur!" perintah bapak.
"Kamu bagaimana, Fah?" tanya bapak padaku.
"Masuk pak, tapi nanti jika tengah hati ngantuk aku ya ijin pulang lagi."jawabku.
"Kalian istirahat lah, aku juga mau tidur habis nganterin, Afifah, ke kantor ." ucap mas Jamal.
"Zahra, kamu antar ya buk!" perintah mas Jamal pada mbak Yah.
"Iya nanti aku pulang habis subuh, tapi aku gak masak." ucap mbak Yah.
__ADS_1
"Gak usah masak nanti aku orderkan saja lewat gofood." ucapku.
Begitu adzan subuh berkumandang kami segera mengambil air wudhu lagi dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di mushola dekat rumah.