TALAK

TALAK
Part 13 TALAK


__ADS_3

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 5 sore yang berarti jam kantor sudah berakhir namun sampai jam 5 belum ada tanda - tanda pak Catur keluar dari ruangannya. Karena pekerjaanku juga banyak akupun tidak begitu menghiraukan pak Catur, hingga adzan magrib berkumandang berarti waktu sudah mulai petang. Selesai melaksanakan sholat magrib aku coba cek ruangan pak Catur, dan ternyata sudah kosong tapi lampu masih menyala.


Aku kembali berkutat dengan komputerku agar pekerjaanku segera selesai supaya bisa pulang lebih awal. Sebab terlalu seriusnya aku bekerja tanpa aku sadari ternyata pak Catur sudah berada di depan meja kerjaku sambil menyerahkan beberapa dokumen untuk aku selesaikan hari ini juga.


"Mbak, malam ini kita harus lembur, tolong selesaikan ini secepatnya, serta pesankan makan malam " ucapnya datar " Pesankan nasi pecel "


"Baik, Pak " sahutku.


Aku langsung order nasi pecel lewat gofood supaya mudah. Karena Fauzan mau ngantar makan malam buatku maka aku tidak pesan nasi. Tidak lama Fauzan sudah mengantarkan nasiku di pos satpam, ketika Fauzan menelpon jika sudah sampai aku segera menuju pos satpam untuk mengambilnya.


"Makasih, Zan " ucapku sambil menerima rantang isi makanan


"Mbak, nanti pulang jam berapa ?" tanya Fauzan padaku


"Mungkin lebih malam, Zan, kalau kamu repot, Aku, bisa pulang sendiri " ucapku


"Bisa - bisa, Aku, langsung di pecat dari anaknya, Ibuk, Mbak kalau gak jemputmu, nanti jam 21,15 baru nyampai sini, jika mbak sudah selesai, Aku, belum datang kamu jangan pulang dulu, awas saja kalau nekat pulang " ucap Fauzan dengan nada sedikit mengancam


"Iya - ya, sudah sana pulang " usirku


"Pak, nanti jika saya, belum datang jangan biarkan, Mbak ku pulang dulu " pesan Fauzan pada pak satpam sebelum pergi


"Iya, Mas" jawab pak satpam


"Mbak, Fifah itu enaknya, pulang telat ada yang jemput, makanan ada yang ngantar" ucap pak satpam" Eh ada gofood datang Mbak, siapa yang pesan?" tanya pak satpam


"Pesenanku, Pak, buat, Pak Catur " ucapku


"Semoga, sampean kuat, Mbak, bekerja sama dengan, Pak Catur" ucap Pak satpam


"Doakan saja, Pak, mari Pak, Saya, masuk dulu " pamitku pada pak Satpam

__ADS_1


Dengan menenteng 2 bungkusan makanan aku melangkah menuju ruangan pak Catur, untuk menyerahkan makan malamnya.


"Selamat malam, Pak, ini nasinya sudah sampai " ucapku saat masuk ke ruangan pak Catur


"Baik, terima kasih, taruh di atas meja, tolong siapkan, nanti aku makan " jawab pak Catur sambil terus serius pada komputernya


"Baik, Pak " jawabku singkat langsung menyiapkan makanannya di atas meja.


Selesai menyiapkan makanan pak Catur, aku kembali ke ruanganku untuk makan dan sambil kerja, di kantor hanya tinggal aku dan pak Catur, karena staff lainnya sudah pada pulang.


Nasi putih, oseng kembang kates serta tempe, itu yang menjadi menu makan malamku, di saat aku baru membuka rantangku sambil mencium harumnya masakan ibuku, intercomku berbunyi ketika ku angkat nada perintah dari Pak Catur, sudah terdengar nyaring.


Dengan langkah gontai aku menuju ruangan pak Catur sambil membawa nasi bekalku " Semoga bekalku tidak di tukar " gumamku saat masuk ruangan pak Catur.


"Makan apa Kamu ?" tanyanya datar


"Nasi, sama oseng kembang kates, Pak " jawabku


"Tidak beli, Pak, tadi adik yang ngantar " jawabku jujur


"Besok untuk makan siang tolong masakkan, oseng kembang kates seperti itu !" pinta pak Catur


Mataku membelalak mendengar ucapan Pak Catur dengan mulut terbuka dalam hatiku bergumam "Dari mana aku bisa mendapatkan kembang kates malam - malam begini, pusing punya bos begini amat ".


"Jangan banyak alasan, besok siang aku mau menu itu " ucapnya sepertinya tahu apa yang aku pikirkan


"Maaf, Pak, tidak mudah untuk mendapatkan kembang kates, apa lagi sudah malam " jawabku jujur


"La itu ?" tanyanya sambil terus makan nasi pecelnya


"Ini, Ibuk, Saya, yang masak, dan saya tidak tahu, Ibuk saya dapat dari mana " jelasku

__ADS_1


"Telpon, Ibuk mu, tanyakan dari mana dapat kembang kates, aku, ingin dengar langsung dari Ibuk mu " perintah pak Cahyo datar.


"Ya, Allah, punya bos kok yo ruwet " gumamku dalam hati. Tanpa ba bi bu, aku segera menelpon no nya ibuk langsung.


"[Assalamu'alaikum, Fah, loh sudah selesai kerjanya? apa sudah pulang, ini Fauzan baru saja nyampai rumah] " cerocos ibuku


"[Wa'alaikum salam, Buk, belum pulang Buk, nanti pulangnya paling lebih malam] " jawabku


"[La, terus, kamu telpon kenapa, Apa kamu sakit?] " tanya ibuku cemas "[Afriana sedang belajar sama Naf, di kamar, kalau kamu gak enak badan, biar Fauzan segera jemput kamu] " ucap ibuku masih cemas


"[Ya, Allah Ibuk, Bukan itu, Fah cuma mau nanya, Ibuk masih punya kembang kates apa tidak ? yang belum di masak] " ucapku setelah mendengar pertanyaan dari ibuku.


"[Ya, Allah, Fah, tak kirain, masih banyak, tadi di anterin, Mbah Sam, se kresek merah besar, Sebenarnya besok mau tak bawa ke pasar tapi jika kamu mau di masakan lagi, besok ibuk masak, gak jadi tak jual kalau gitu] " ucap ibuku


"[Ya, Buk jangan di jual, mau tak masak Buk , ya sudah terima kasih, Buk, Assalamu'alaikum] " ucapku mengakiri perteleponan


"Ibukmu bilang masih ada, jangan lupa, masak untuk sarapan pagiku dan makan siangku besok " ucap Pak Catur datar


"Baik, Pak, besok saya masakkan buat bapak " ucapku sedikit kesal "Sekertaris suruh masak untuk Bos, sabar - sabar" gumamku dalam hati


Hari ini pekerjaanku cukup banyak dan melelahkan, menyita banyak waktu di tambah Pak Catur yang sedikit berulah , jam 21, 30 aku keluar dari ruang kerjaku karena pekerjaanku juga sudah selesai. Saat mau pulang aku periksa ruangan pak Catur, ternyata pak Catur juga siap - siap untuk pulang.


"Berani pulang sendiri?" tanya pak Catur saat kami berjalan bareng keluar dari kantor


"Di jemput adik, Pak " jawabku jujur


Kami berdua berpisah, pak Catur menuju parkiran mobil sedang aku berjalan menuju pos satpam karena Fauzan sudah menunggu di pos satpam.


"Cemberut amat, mbak?" tanya Fauzan saat aku nyamperinnya.


"Punya bos koplak, masa aku di suruh bawakan bekal untuk sarapan dan makan siang, dan aku harus masak sendiri tidak boleh beli, kamu tau gak tadi siang dia ambil bekalku, sore tahu kamu kirim oseng kembang kates, lakok besok suruh masak oseng kembang kates harus ada, apa gak bikin kepala botak, kasih kerjaan banyak masih ditambah tugas bawakan bekal " gerutu Afifah di boncengan Fauzan

__ADS_1


"Ha ha ha ha ha ha" tawa Fauzan keras " Mungkin itu bagian dari training mbak, yang sabar saja, tapi ya aneh juga masa sekertaris di suruh masak bekal buat bos, lucu lucu benar, benar lucu bin aneh, ha ha ha ha"


__ADS_2