TALAK

TALAK
Part 282 TALAK.


__ADS_3

Acara lamaran mas Ringgo diadakan di kediaman keluarga calon mempelai wanita, selama ini aku tidak pernah tahu bagaimana mas Ringgo dan kehidupannya karena pak Catur melarang kami untuk bertemu dan kami menghormati keputusan pak Catur. Calon istri mas Ringgo berdomisili di jawa tengah aku dan keluargaku berangkat dengan satu mobil, sebenarnya mereka meminta agar pak Catur untuk mengajak anak-anak kami namun tidak kami kabulkan takut mengganggu acaranya maka yang ke sana hanya aku, pak Catur dan Afriana. Sebelum berangkat ke kediaman calon mempelai wanita kami semua berkumpul di kediaman orang tua mas Ringgo, aku berbasa basi dengan mereka sebentar, canggung ya aku tetap canggung saat berinteraksi dengan mereka maka dari itu aku lebih banyak diam. Aku bersyukur karena Afriana sudah mulai bisa membaur dengan keluarga mas Ringgo. Mas Ringgo tidak berani menjabat tanganku kami hanya saling menangkupkan tangan saja.


Rombongan terdiri dari dua mobil saja karena hanya keluarga Inti yang ikut, Menurutku ini sesuatu yang sangat konyol aku harus datang di acara lamaran mantan suamiku. Mobil pertama di isi mas Ringgo dan keluarganya, mobilku diisi aku pak Catur Afriana dan tiga kerabat lainnya, mobil pertama telah masuk halaman rumah sederhana seperti kediaman orang tuaku selanjutnya mobil yang kami tumpangi.


Sebagaimana acara lamaran pada umumnya tuan rumah menyambut rombongan kami dengan wajah yang berbinar-binar, kami saling bersalaman saling bertegur sapa. Kami semua duduk lesehan di atas tikar, mereka menjamu kami dengan baik, setelah selesai berbasa basi sebentar akhirnya sampai di acara Inti. Aku tanya pada Afriana mana calon ibu barunya Afriana menunjuk pada wanita seumuran denganku wajahnya sangat teduh dan bersahaja dia memakai gamis warna peach satu warna dengan khimarnya cara berpakaiannya tidak jauh berbeda denganku.


"Assalamu'alaikum, terima kasih sudah menyambut kedatangan kami dengan baik, langsung pada inti saja kedatangan kami saat ini untuk menyampaikan niat baik dari saudara Ringgo yang ingin mempersunting saudari Isnaini, semoga dengan terjalinnya silaturohim ini bisa menjadi keberkahan untuk kita semua, bagaimana saudara Isnaini?" ungkap sesepuh wakil dari keluarga mas Ringgo.


"Saya selaku orang tua dari nak Isnaini menerima dengan baik tujuan nak Ringgo namun semua saya serahkan pada Putri saya Isnaini, kami begini adanya, " ungkap bapaknya Isnaini " Bagaimana Is?" tanya orang tua dari mbak Isnaini.


"Bismillahirahmanirrahim, saya terima lamaran dari mas Ringgo." jawab Isnaini dengan tersipu.

__ADS_1


"Alhamdulillah," sahut kami semua.


"Af, tolong sematkan cincin di jari ibu Is." perintah Ringgo pada Afriana lembut.


"Lakukan Af," perintahku ketika dia melihatku untuk meminta persetujuan.


Afriana maju mengambil cincin dari tangan mas Ringgo sebelum menyempatkan cincin pada mbak Isnaini, Afriana bersalaman dan mencium tangan mbak Isnaini dengan ta'dzim.


"Dia Afriana Putriku, alhamdulillah dia sudah menyelesaiakan hafalan tiga puluh juz bulan ini, dan beliau pak Catur ayah Afriana dan sebelahnya ibu Afifah ibundanya Afriana," Mas Ringgo memperkenalkan aku dan Pak Catur pada calon istrinya.


Aku tersenyum menatap mbak Isnaini begitu juga membalas senyumku tulus.

__ADS_1


Alhamdulillah acara berjalan lancar begitu acara inti selesia mbak Isnaini menghampiriku dia menyalamiku dan memelukku" Terima kasih mbak sudah sudi datang diacara kami, minta doa restunya, semoga pernikahan kami langgeng." ungkap mbak Isnaini santun.


"Sama-sama, terima kasih sudah sudi menerima kehadiran kami, saya doakan semoga langgeng sampai jannah, dan kita bisa tetap menjalin tali silaturahim ini dengan baik," Aku membalas pelukannya dengan tulus.


"Sudi kiranya mbak datang dihari pernikahan kami nanti," pinta mbak Isnaini tulus.


"Inshaallah, kami akan hadir jika tidak ada halangan." ucapku tulus.


"Pak Catur saya pribadi mengundang pak Catur dan mbak Afifah untuk datang dan merestui pernikahan kami, ini pertama kali saya bertemu dengan kalian tapi saya sudah beberapa kali mendengar kalian dari cerita mas Ringgo, saya mohon ijinkan saya untuk menyayangi Afriana," pintanya tulus.


"Inshaallah kami akan tetap datang, terima kasih atas undangannya, soal Afriana terima kasih mbak sudah sudi menerima dan menyayangi Afriana," ucap ku tulus.

__ADS_1


"Inshaallah kami tetap datang mbak, pak Ringgo sudah menjadi sahabat saya, jadi sudah semestinya kami akan tetap datang." imbuh pak Catur bersunguh-sungguh.


Kami bertiga sudah larut dalam pembicaraan kita masing-masing, aku dan mbak Isnaini sudah akrab sekali, mbak Isnaini sedikit menceritakan kisah hidupnya dan tanpa aku minta mbak Isnaini juga menceritakan tentang pribadi mas Ringgo dan ketertarikan antara keduanya. Kini mas Ringgo telah berubah drastis dia lebih santun dan juga tenang.


__ADS_2