TALAK

TALAK
Part 213 TALAK


__ADS_3

Selang satu jam seorang dokter langganan keluarga datang, dengan teliti dokter memeriksa keadaan pak Catur di dalam kamar kami.


"Bagaimana dok, apa besok saya sudah boleh masuk kerja?" tanya pak Catur tidak sabar menunggu hasil dari pemeriksaan dari dokter.


"Maaf pak, bapak sebaiknya tetap istirahat sampai beberapa hari, sepertinya bapak ada gejala typhus, apa bapak tidak istirahat hari ini?" tebak dokter.


"Ya, dok dari tadi pagi suami saya ngeyel tidak mau istirahat, beliau tetap bekerja walau dari rumah." jelasku.


"Astaqfirullah hal'adzim, bapak sebaiknya banyak istirahat agar cepat sembuh." nasehat dokter.


"Terima kasih dok." ucapku.


"Dua hari lagi saya akan kesini untuk memeriksa keadaan bapak, saya harap bapak istirahat total supaya bapak lekas sembuh." pesan dokter lebih jelas


"Baik, dok." jawabku.

__ADS_1


"Saya pamit dulu, jangan lupa di minuk obatnya." pesan dokter sebelum pergi meninggalkan kediaman kami.


Aku mengantar dokter pulang sampai di pintu depan, begitu dokter pulang mbak Priska masuk kamar kami bersamaku menemui pak Catur yang sedang berbaring di atas kasur.


"Bagaimana hasilnya ?" tanya mbak Priska.


"Aku harus istirahat total mbak dalam beberapa hari ini, kalau nggak istirahat kata dokter takutnya kena typus." jawab pak Catur jujur dengan wajah lesunya.


"Sudah ku duga." ucap mbak Priska singkat.


"Tidak ada pilihan, Fah aku percaya pada kamu." Mbak Priska meyakinkan


"Aku tidak tahu mbak, ini menyangkut banyak kehidupan." keluhku.


"Sebaiknya kita minta petunjuk kepada Allah SWT, agar semua di mudahkan, dan Dinda maaf kali ini Dinda harus terlibat dalam masalah ini, maaf selama ini aku tidak cerita akan keadaan perusahaan." ucap Pak Catur berusaha tenang.

__ADS_1


"Inshaallah kita bisa menghadapi ini bersama-sama, benar kata papa ini tanggung jawab kita bertiga, bismillahirahmanirrahim inshaallah saya ikhlas." ucapku berusaha untuk kuat, walau aku sebenarnya benar-benar buta tentang perusahaan.


Kami bertiga mulai mempelajari berkas yang sudah ada, bahkan pak Catur segera menyuruh sekretarisnya untuk datang ke rumah membawakan berkas untuk meting besok yang belum terselesaikan. Pak Catur dengan sekuat tenaga mengajariku hal-hal yang tidak aku mengerti beruntung dulu aku pernah menjabat sebagai sekretarisnya walau tidak lama, minimal aku sudah ada sedikit bekal. Karena waktu sudah sangat mepet dan waktu sudah tidak bisa di tunda lagi, akhirnya kami berempat lembur sampai jam sepuluh malam.


Setelah Sepeninggalan mbak Priska dan sekretarisnya Pak Catur, aku menyusui kedua bayiku, kalau biasanya aku akan menyusui langsung bayiku, kini aku akan melakukan pemerasan Asi untuk stock buat anakku besok. Aku benar-benar bersyukur produksi Asiku sangat baik sehingga kedua bayiku tidak sampai kekeurangan.


"Dinda, sayang terima kasih." ucap Pak Catur yang berbaring di atas ranjang.


"Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama mas, doakan semoga besok berjalan dengan baik," ucapku " Mas sebenarnya apa sebab utama hingga membuat gagal produksi?" tanyaku penasaran padahal tadi juga sudah di jelaskan.


"Penyediaan bahan produksi yang telat, serta karyawan yang semuanya masih baru, sehingga banyak terjadi kerusakan, sebenarnya mas sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir kegagalan, namun Allah berkehendak lain." ucap Pak Catur berusaha ikhlas.


Malam semakin larut hawa dingin mulai menusuk tulang belulang, semua terasa sepi seolah tidak ada kehidupan. Si kembar yang biasanya menangis kini mereka berdua tenang terbuai dalam mimpinya. Untuk menghadap meting besok aku benar-benar gugup, saking gugupnya aku tidak bisa tidur hingga waktu menunjukan pukul dua lebih.


Pagi ini aku segera bersiap dengan baju kerjaku, untuk asi kebutuhan kedua bayiku juga sudah siap, aku pamit dengan suamiku dan kedua bayiku karena Afriana sudah berangkat ke sekolah duluan. Aku berangkat ke kantor dengan diantar oleh sopir, Setelah sekian lama ini pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di kantor lagi. Sesampainya di kantor aku langsung masuk ke ruangan pak Catur. Karena meting masih kak Sepukuh sehingga aku masih ada waktu untuk menata hati dan mempelajari materi lagi agar aku lebih bisa menguasai.

__ADS_1


__ADS_2