TALAK

TALAK
Part 134 TALAK


__ADS_3

"Terima kasih, pak, sebaiknya bapak tidak usah terlalu memuji saya, saya jadi tidak enak, nyatanya saya telah gagal dalam membina rumah tangga, apakah saya masih pantas untuk membina rumah tangga?" tanyaku penuh kegamangan.


"Kita akan jalani bersama-sama mbak, kita tatap masa depan bersama yang lalu cukup kita jadikan pelajaran, inshaallah mbak kita bisa melaluinya," ucap Pak Catur penuh semangat " Mbak nggak kepingin kenalan dengan calon istriku?" goda pak Catur padaku.


"Boleh." jawabku.


"Kenalkan calon istri dari bapak Catur Martono Cakra adalah ibu Afifah nurlaili, ibunda dari Afriana sholehah." ucap Pak Catur dengan senyum kebahagiaan " Kamu tahu nggak mbak tadi aku benar-benar grogi tidak karuan, takut ditolak, entahlah jika ditolak di mana lagi aku akan mencari wanita sholehah seperti ibunya Afriana, alhamdulillah sekarang hatiku sudah lega dan tidak perlu lagi pake Kode morse tingkat negara." ucap pak Catur lagi dengan senyum kebagian.


"Jadi Kode-Kode itu untuk saya, pak?" tanyaku.


"Ya, iyakah sayangnya yang di Kode gak nyambung-nyambung itu sebabnya aku suka pakai Kode dan biar mbak tambah penasaran." jawab pak Catur apa adanya.


Kami berdua tersenyum, dan aku dapat melihat dari pancaran wajah pak Catur jika dia benar-benar bahagia.


"Secepatnya aku akan urus, surat-surat pernikahan kita, setelah masa iddah mbak selesai kita langsungkam pernikahan mama dan papa juga sudah setuju, apalagi bunda beliau sangat sangat sayang mbak, tinggal nunggu kepastian dari mbak." ucap Pak Catur berbunga-bunga.

__ADS_1


"Secepat itu?" tanyaku sedikit terkejut.


"Iya, buat apa lama-lama kita bukan lagi anak muda kemarin sore, kita juga sudah lama kenal, lebih cepat lebih baik supaya tidak ada fitnah di antara kita." terang pak Catur.


"Saya bingung gak habis pikir, tentang semua ini, karena ini terlalu cepat buat saya pak, saya juga tidak menyangka jika selama ini yang bapak maksud adalah saya sendiri, namun untuk saat ini saya mohon jangan sampai ada karyawan yang tahu tentang kita, karena saya belum siap." ucapku penuh permohonan.


"Baik, kita akan tetap seperti biasa jika di kantor, dan kita akan tetap melaksanakan pernikahan setelah masa iddah mbak selesai berarti dua bulan lagi, jadi mulai saat ini mbak harus mempersiapkan diri untuk menjadi nyonya Catur Cakra, dan menjadi ibu dari Catur junior." ucap Pak Catur dengan senyum merekah indah penuh kebahagiaan.


"Sekarang kita kembali ke rumah bapak, tidak enak terlalu lama kita di sini." ucapku langsung berdiri jujur saja aku benar-benar malu, canggung dan tidak tahu harus bagaimana.


Aku dan Pak Catur akhirnya kembali ke rumah bapak, di sana semua orang sedang berbincang dan bersendau gurau, Rahma dan Afriana sedang asyik nonton TV di ruang tengah.


"Ehmmm... ehmm.... Sudah, nanti saja kalau sudah halal pacarannya," goda pak Cakra " Begini nak Afifah kami para orang tua sudah sepakat untuk melaksanakan pernikahan kalian secepatnya, dua bulan lagi setelah masa iddah nak Afifah selesai, dan Tono juga sudah sangat setuju, kami harap nak Afifah tidak keberatan." ucap Pak Cakra tegas dan berwibawa.


"Saya ngikut saja pak." jawabku canggung.

__ADS_1


"Mulai sekarang panggil mama dan papa, seperti Tono." pinta bu Cakra padaku.


"Cukup panggil aku Mbak Irma dan juga mbak Priska pada Priska, kita ini saudara Fah, alhamdulillah aku benar-benar lega sekali, tahu nggak waktu kamu pelatihan Tono lihat datamu langsung jatuh hati dia langsung cari infomu secara detail, tanya tuh sama Priska." ucap bu Irma.


Mendengar celotehan dari mbak Irma kami semua tertawa geli.


"Dia sampai berhari-hari gak bisa tidur, setiap malam mantengi laptop yang isinya cuma foto dan biodatanya nak Afifah ." tambah pak Cakra di iringi tawa renyahnya.


"Bersyukur sekali kami mempunyai mantu yang sholehah, alhamdulillah lengkap sudah kebahagiaan keluarga kami." ucap bu Cakra tak kalah bahagia.


Pak Catur hanya senyum-senyum saja saat mendengar ocehan mama, papa dan mbak Irma. Akhirnya kami semua ikut tertawa bahagia.


"Eitt kalian itu mbok ya ganti manggilnya, masa gak di ganti." goda mbak Priska.


"Belum waktunya mbak, tentang pertunganku dengan mbak Afifah untuk saat ini cukup kita saja yang tahu, dan untuk acara pernikahan kita bahas setelah ini, karena aku ingin buat kejutan di kantor." ucap Pak Catur.

__ADS_1


"Baiklah, setuju, yang penting di Jakarta mama akan tetap ngunduh mantu, Ton kamu fokus untuk pernikahan di kota Madiun, untuk urusan pesta di Jakarta biar mama, Bunda , mbak Irma dan Mak yang menyiapkan." ucap bu Cakra dengan wajah berseri-seri.


Acara lamaran dadakan berakhir di jam dua belas siang, karena dadakan entah dari katring mana Nafisa dan Fauzan mendapatkan menu makan siang dan jajan yang tersaji untuk tamu. Jam dua belas setelah malam siang semua tamu melaksanakan sholat dhuhur berjamaah dulu di mushola, setelah sholat berjamaah mereka baru pamit until pulang.


__ADS_2