
"Mas, Aku belum selesai nanyanya" seru Nafisa.
"Mau nanya apa lagi sih? Ngantuk " sahut Fauzan yang sudah menutup mata.
"Mau tahu cerita tentang mbak Fah, kayanya seru deh, ayolah mas" rengek Nafisa.
"Besok saja lagi, udah ngantuk " jawab Fauzan lagi.
__ADS_1
"Mas... Mas !" seru Nafisa mulai sedikit ngambek.
"Baiklah, kalau gitu " jawab Fauzan yang sudah tahu maksud Nafisa " Dulu waktu sekolah mbak Fah sering di buli sama teman - teman lelaki karena mbak Fah sedikit tomboy, mbak bukan tipe perempuan manja atau manis, waktu di buli mbak Fah hanya diam paling cuma di lihat gitu saja, semakin lama semakin parah bulinya bahkan merebut dan merusak bukunya, diam - diam mbak Fah langsung menghantam perut dan menendang temannya tadi, anaknya langsung sakit sampai rumah langsung di bawa ke dokter dan dokter bilang dia harus istirahat seminggu karena langsung tidak bisa jalan, akirnya bapak di panggil ke sekolahan, untung saja tidak kena hukuman karena memang bukan salah mbak Fah" cerita Fauzan.
"Terus" pinta Nafisa lagi.
"Pernah mbak Fah, kecelakaan waktu pulang sekolah, mbak Fah naik sepeda padahal sudah minggir la dari belakang mbak Fah di tabrak sepeda motor dan mbak Fah jatuh serta terseret sepeda motor sekitar lima puluh meter, anehnya juga mbak Fah malah tidak apa - apa hanya lecet sedikit, padahal mbak Fah juga terbentur pagar tepi jalan, tapi yang nabrak malah babak belur harus di rawat di rumah sakit selama dua minggu, untuk meyakinkan sampai mbak Fah di rongsen hasilnya semua organ tubuhnya utuh " cerita Fauzan.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, kaya begitu bukan sekali dua kali, wong tidur di kelas saja mbak Fah itu juga tidak pernah di hukum, padahal menurut teman sebangkunya hampir setiap hari mbak Fah tidur di kelas, kadang dari di mulainya jam pelajaran sampai selesai, satu setengah jam tidur, bayangkan satu mata pelajaran terlewatkan, tapi jika di tanya sama gurunya ya bisa jawab, aku baru ngantuk sebentar saja sudah kena semprot guru, dan di hukum" pungkas Fauzan, "sudah ayo tidur kapan - kapan saja ceritanya.
"Padahal aku masih ingin cerita lagi" keluh Nafisa.
"Besok, lagi sudah malam " perintah Fauzan dan langsung memeluk Nafisa untuk tidur.
Malam merambat dengan pelannya, aku belum bisa memejamkan mata, aku melihat Afriana tidur begitu pulas, entahlah sudah berkali kali aku berusaha untuk memejamkan mata namun tetap tidak bisa. Aku melafadkan dzikir dan beberapa doa serta ayat - ayat Al qur'an yang aku bisa, namun mata ini tetap terjaga.
__ADS_1
Malam ini terasa sangat berbeda dari malam - malam biasanya, ya aku tahu bakal terjadi hal - hal yang tidak biasa, pasti bakal ada makluk lain yang kan datang menyapa. Malam ini tepat jam dua belas malam aku mulai mendengar suara aneh, suara itu seperti suara ular yang yang berdesis, namun sangat keras. Aku berusaha mencari sumber suara itu aku masuk ke kamar sebelah yang ada tumpukan kayu aku pikir ada ular, namun saat aku masuk ke kamar dan membongkar kayu suara itu hilang, di saat aku keluar dari kamar suara itu muncul lagi, aku masuk lagi suara itu hilang lagi karena kesal akupun bersuara "Aku tidak tahu maksud kedatanganmu ke sini, aku juga tidak akan mengganggu kamu, kalau memang ini rumahmu tinggalah di sini namun jika ini bukan rumahmu pergilah, kalau kedatanganmu ingin menyampaikan sesuatu katakanlah." ucapku saat berada di dalam kamar sebelah.
Setelah mengucapkan sesuatu aku langsung pergi ambil air wudzu, aku melakukan beberapa rakaat sholat sunah dan membaca dzikir, serta membaca ayat kursi sebanyak banyaknya agar suara itu hilang , namun sampai jam dua malam suara itu tetap ada "Kalau memang kedatangmu ingin menjaga keluargaku maka lakukan atau kamu ingin aku terjaga malam ini, Baiklah aku tidak akan tidur dan akan mrneruskan dxikirku" ucapku setelah selesai dzikir, akirnya aku biarkan saja dan kembali berdzikir hingga adzan subuh, begitu adzan tiba suara itu hilang dengan sendirinya.