TALAK

TALAK
Part 223 TALAK


__ADS_3

Kamar Afriana masih terang benderang itu artinya Afriana masih terjaga, aku intip dulu sebelum masuk, sedang apa dia di dalam kamar, ternyata kegiatannya tidak jauh beda dengan kegiatan sehari-harinya, Afriana sedang menata buku mata pelajarannya untuk sekolah besok.


"Assalamu'alaikum, Afri, sayang." sapaku dengan lembut.


"Wa'alaikum salam buk." jawab Afri sudah kembali ceria.


"Sudah selesai apa belum perlu bantuan dari ibuk gak?" tanyaku basa nasi.


"Tidak usah buk, alhamdulillah sudah selesai." jawab Afriana .


"Af, jika adik Afri tambah lagi bagaimana?" tanyaku ragu.


"Kalau tambah lagi? Tambah berapa buk? Dan kapan?" tanya Afriana antusias.


"Ya gak tahu sayang berapanya, inshaallah delapan bulan lagi Afri punya adik lagi." jawabku dengan senyum tulus.


"Tapi Afri kan mau di pondok gak bisa bermain sama adik dong." ucap Afriana.


"Kan, mbak Afri bisa pulang saat cuti." ucapku lembut sambil memeluk Afri.


"Apa Afri gak jadi mondok saja ya buk bantu jaga in adik, apalagi jika adik Afri perempuan wah asyik Afri punya temen di rumah ini." ucap Afri bahagia.


"Mbak Afri kan sudah besar harus bisa ngasih contoh yang bagus buat adik-adiknya jadi mbak Afri harus tetap berangkat mondok, supaya mbak Afri bisa meraih cita-cita mbak Afri." nasehatku lembut.

__ADS_1


"Iya buk, semoga adikku nanti perempuan." doa Afriana tulus.


"Sekarang ibuk temani kamu tidur dulu, sekarang sudah malam, jangan sampai besok telat bangunnya, ya sayang." Aku segera merebahkan tubuhku di atas ranjang Afriana di ikuti oleh Afriana, aku peluk dan belai Afriana lembut supaya dia lekas tidur, mungkin capek bermain siang tadi sehingga hanya butuh lima belas menit Afriana sudah berkelana di alam mimpinya.


Begitu Afriana sudah terlelap aku bangkit berdiri meninggalkan kamar Afriana setelah mengecup dan menyelimuti Afriana serta mematikan lampu di kamarnya. Aku menghampiri pak Catur yang masih berada di ruang kerjanya, suamiku sangat sibuk sekali aku lihat masih banyak berkas yang harus di cek, sejak kejadian beberapa bulan lalu suamiku selalu memberitahi tentang keadaan perusahaan.


"Mas, sini aku bantuin." Aku menawaksn bantuan pada suamiku.


"Ini tanggung jawab mas, jadi Dinda istirahat saja ya sayang." rayu pak Catur padaku.


"Aku bantuin mas biar mas cepat selesai dan kita bisa beristirahat bareng." jelasku pada suamiku.


"Tinggal sedikit lagi sayang, ingat pesan Dokter sayang tidak boleh terlalu capek ada nyawa dalam diri sayang, biar mas kerjakan sendiri sayang istirahat yang banyak ya sayang." ucap Pak Catur padaku lembut.


"Aku tunggu di kamar kalau gitu, sekalian menemani Afwa dan Afwi, cepat istirahat kangmas sayang aku tunggu." suaraku lembut nan manja.


Aku tertawa meninggalkan pak Catur setelah sukses mengerjainya, Sesampainya aku di kamar karena ngantuk aku langsung memejamkan mata terbuai dengan alam mimpi.


Kehidupan yang aku jalani tida hari tanpa senyum bahagia, pagi ini pak Catur sudah rapi dengan baju kerjanya Afriana sudah rapi dengan baju seragamnya, tapi jangan tanya tentang si kembar, si kembar baru bangun jika jam sudah menunjukan pukul tujuh lebih.


"Afri semangat belajar ya sayang, jangan lupa berdoa." pesanku pada Afriana yang Sudan siap berangkat.


"Iya ibuk." jawab Afri senang dan bersalaman.

__ADS_1


"Ayah, hati-hati jangan ngebut." nasehatku pada suamiku.


"Bunda juga hati-hati, jaga diri baik-baik." pesan pak Catur padaku .


Afriana dan Pak Catur bersamaan meninggalkan rumah, sebelum berangkat ke kantor pak Catur mengantarkan Afriana ke sekolah dulu karena mbak Qibtiyah sedang repot dengan perdapurannya.


"Mbak Rom." panggilku saat mbak Rom siap-siap untuk pulang.


"Iya buk." jawab mbak Romlah sopan.


"Mbak, Rom ini ada sedikit rejeki untuk keluarga mbak Rom, alhamdulillah saya dapat rejeki lagi Afwa dan Afwi akan punya adik." ucapku sambil menyodorkan amplop putih pada mbak Romlah.


"Ini apa buk?, bukannya saya sudah dapat jatah bonus pas gajian beberapa hari lalu." ungkap mbak Romlah.


"Semua dapat mbak Rom, semoga dengan sedikit rejeki ini bisa membantu perekomian keluarga mbak Romlah." jelasku.


"Assalamu'alaikum buk." sapa Inayah yang baru masuk ke rumahku.


"Wa'alaikum salam, nah mbak Rom kamu bisa tanya sendiri pada mbak Inayah." perintahku.


"Tanya apa Bu?" jawab mbak Inayah.


"Itu lo mbak tentang bonus kemarin." jelasku.

__ADS_1


"Oalah begitu to." jawab mbak Inayah." Semua yang bekerja di rumah ini dapat semua kok Rom, rejeki." imbuh mbak Inayah girang.


Setelah mendapat keterangan dari mbak Inayah mbak Romlah baru mau menerima uang pemberianku.


__ADS_2