TALAK

TALAK
Part 243 TALAK.


__ADS_3

"Dinda capek?" tanya pak Catur karena aku hanya diam dan mendengarkan cerita dari suamiku.


"Lalu tadi pagi, ada apa kelihatannya mas sangat cemas?" tanyaku penasaran.


"Dokter mengabarkan jika Ringgo mau bunuh diri alhamdulillah masih bisa terselamatkan, walau sampai mengalami kritis, sekarang berada di ruang khusus dalam penjagaan ketat, alhamdulillah masa kritisnya sudah bisa terlewati, mas sudah meminta dokter untuk menangani Ringgo dengan baik." jelas pak Catur.


"Terima kasih mas," ucapku tidak terasa air mataku menetes.


"Terima kasih untuk apa?" tanya pak Catur padaku.


"Karena mas dengan ikhlas mau membaantu biaya pengobatan bapaknya Afriana, padahal biaya yang di Keluarkan tidak sedikit." ucapku.


"Sudah lupakan tentang itu, yang terpenting sekarang Dinda ada bersama dengan mas kita sudah bahagia, apa salahnya kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain, karena apa yang mas miliki semua tititipan dari Allah." jelas pak Catur padaku.


"Mas," ucapku manja.


"Iya sayang, Dinda kepingin sesuatu?" tannya pal Catur.


Aku mengangguk pelan.

__ADS_1


"Mau apa katakan pada mas." pinta pak Catur.


"Aku mau makan pisang goreng molen tapi ayah yang buat." rengekku.


"Allahu Akbar, baik ayah masak buat Dinda sayang dan anak ayah, kamu masih di dalam saja sudah pinter ngerjain ayah," ucap Pak Catur.


Padahal sekarang sudah jam sebelas malam lebih, itu artinya penghuni rumahku suenua sudah terlelap dengan mimpinya, beberapa hari ini aku selalu ngidam di tengah malam, ya anakku pengertian jika siang anteng aku juga tidak mengalami yang namanya morning sickness, sehingga di siang hari masih normal seperti biasa nakun jika malam sudah mulai.


Pak Catur segera menuju ke dapur untung pisang dari mas Jamal masih ada jadi tidak perlu repot tentang pisang, dengan cekatan pak Catur membuat adonan kulit untuk molen.


"Mas, kayaknya gak jadi pisang molen, itu saja mas pisang gula seperti di philipina," ucapku tanpa dosa ada hal pal Catur sudah membuat adonan hampir jadi.


"Ini mas lihat dari YouTube." ucapku tanpa dosa, aku sodorkan handphonku memutar video dari YouTube.


"Baik sayang, mas akan masak buat Dinda sayang."


Pak Catur mengemasi bekas adonan tadi, dengan telaten pak Catur membersihkan lagi tempat yang di pakai untuk membuat adonan tadi. Kini setelah melihat proses pembuatan dari YouTube pal Catur mulai memasak pisang gula karamel khas philipina.


Setelah setengah jam berkutat di dapur akhirnya enam buah pisang caramel sudah tersedia di atas meja, warnanya sangat cantik coklat dan sangat menggoda selera.

__ADS_1


"Terima kasih kangmas sayang." Aku langsung mencium pipi pak Catur yang sedang duduk di sebelahku.


"Anak dan istriku sekarang benar-benar manis, dan manjanya juga bertambah banyak," Puji pak Catur dengan senyum khasnya.


"Mas, suapi." rengekku manja.


"Mau, asal Dinda cium dulu." goda pak Catur.


"Tadi kan sudah," sahutku singkat.


"Tadikan, ciuman untuk masak sekarang ciuman untuk menyuapi." jelas pak Catur.


Aku kembali mencium kedua pipi pak Catur dengan lembut.


"Terima kasih, sayang, kalau Begini mas semakin sayang sama Dinda." ucap Pak Catur bahagia.


Dengan telaten pak Catur menyuapiku pelan pelan, hingga satu piring pisang caramel habis. Setelah habis makan kami berdua kembali ke kamar untuk istirahat karena pak sudah sangat kelelahan, begitu berbaring di atas ranjang pak Catur langsung melalang buana berkelana di alam mimpi. Aku belum tidur karena baru selesai makan, aku biarkan nunggu minimal satu jam setelah makan baru aku berbaring untuk tidur.


Hari ini hari yang sangat megejutkan buatku, aku tahu jika mas Ringgo sudah berada di rumah sakit jiwa, namun aku baru tahu jika suamiku terlibat di dalamnya, pantas saja usaha pak Catur bisa berkembang pesat dia sangat dermawan, dia begitu ikhlas dalam menolong orang lain yang dalam keadaan kesusahan. Pak Catur begitu peduli dengan kaum duafa, aku pandangi wajah lelah suamiku, aku belai lembut wajahnya, dia tidak pernah mengeluh menghadapi ngidamku kali ini walau orang berkata jika ngidamku masih tahap wajar namun sebenarnya sangat menyusahkan suamiku.

__ADS_1


Sekarang aku baru ingat jika aku akan membahas tentang interview calon suster baru, padahal aku sudah bilang jika akan memberi jawaban malam ini pada mbak Inayah. Akhirnya sebelum tidur aku berkirim pesan kepada mbak Inayah, aku mengatakan permintaan maaf belum bisa memberi jawaban karena bapak pulang malam, jadi belum sempat buat membahas tentang calon suster baru, tanpa menunggu jawaban dari mbak Inayah aku ikut membaringkan tubuhku di sebelah suamiku serta aku peluk erat tubuh suamiku yang sudah melayang di alam mimpi.


__ADS_2