TALAK

TALAK
Part 35 TALAK


__ADS_3

Pagi ini wajah bu Priska juga tak kalah bahagia, saat aku sedang sibuk dengan semua pekerjaanku tiba - tiba bu Priska sudah berdiri di depan meja kerjaku dan menyapaku" Pagi Fah "


"Selamat pagi bu, ada yang bisa saya bantu " jawabku sopan.


"Pak Catur sudah datang ?" tanyanya.


"Sudah, bu " jawabku.


"Ya, sudah aku masuk dulu, selamat bekerja" ucap bu Priska dan langsung masuk ke dalam ruangan pak Catur.


Aku tetap melanjutkan pekerjaanku yang sudah menanti untuk aku manja dan aku belai.


"Pagi, Ton " sapa bu Priska saat masuk ke ruangan pak Catur.


"Pagi, Mbak!" jawab pak Catur dengan wajah yang berseri seri.


"Tumben, suasana di ruangan ini cerah sekali, apa ada bintangnya ya?" sindir bu Priska penuh gurauan.


"Pagi - pagi mana ada bintang mbak, yang ada tuh matahari yang sudah menyengat" jawab pak Catur "Ada apa mbak pagi - pagi kesini?" tanya pak Catur.


"Ingin cari berita yang bisa aku buat laporan untuk mama dan papa, bahwa anak bungsunya sedang jatuh cinta !"gurau bu Priska.


"Mana ada mbak ?" jawab pak Catur.

__ADS_1


"Mana ada ? Semalam rela pinjam sepeda motor untuk ngantar, dan pagi ini masih subuh juga sudah jemput, lalu apa itu, Ton ?" ucap bu Priska.


"Itu kan karena kemarin aku yang menyebabkan pulang malam mbak, ya wajarlah jika Aku mengantar dan menjemputnya " elak Pak Catur.


"Kalaupun iya aku juga senang, Ton. Kemarin mbak Irma telepon bulan depan ada rapat dewan direksi kamu wajib datang, untuk melaporkan perkembangan pabrik yang kita kelola " jelas bu Priska.


"Kemarin ? Jam berapa ?" tanya pak Catur datar.


"Siang saat kamu ke pabrik, mbak Irma ngubungi kamu tapi gak nyambung ngubungi Afifah juga gak nyambung " jelas bu Priska.


"Baiklah nanti aku telepon balik mbak Irma, mbak untuk penjualan dan produksi di bulan ini sungguh luar biasa, kemarin aku lihat grafiknya mengalami kenaikan yang pesat, untuk penyediaan bahan baku apa ada kendala mbak ?" tanya pak Catur.


"Untuk tahun ini stok bahan baku masih bisa teratasi, namun untuk pabrik baru masih kurang maksimal, secepatnya kita harus mencari petani tembakau untuk kemitraan, aku akan segera survey ke beberapa lokasi petani tembakau di kota ini ataupun di kota lain, semoga sesuai targed, karena baru 70 persen yang positif mau bekerja sama dengan pabrik kita" jelas bu Priska.


"Untuk itu sudah teratasi, ya cuma itu tadi, bahan baku tembakau, jangan lupa telepon kembali mbak Irma, soalnya kemarin mbak Irma curiga, tidak biasanya kamu keluar dengan wanita " ucap bu Priska.


"Mbak! diakan sekretarisku, wajar dong kalau aku keluar dengan dia, lagian aku keluar sama diakan urusan pekerjaan jangan mengada ada mbak?" sanggah pak Catur.


"Ya, kalaupun kamu menginginkan dia aku juga senang, bisa merasakan masakannya. Ton pertimbangkan usiamu tidak lagi muda " nasihat bu Priska" Baiklah aku kembali ke ruanganku dulu " pamit bu Priska.


"Baiklah mbak ku sayang yang cerewet, tunggu waktunya tiba " jawab pak Catur.


Bu Priska meninggalkan ruangan pak Catur dengan perasaan sama seperti tadi, sebuah pancaran kebahagiaan dari senyum dan wajahnya.

__ADS_1


"Fah" sapa bu Priska padaku.


"Iya bu, ada yang bisa saya bantu? " tanyaku.


"Kamu kemarin tidak di apa apakan sama adiku itu ?" gurau bu Priska.


Aku hanya terbengong mendapat pertanyaan dari bu Priska" Tidak, bu, kami hanya melihat lokasi pabrik dan juga melihat lahan yang ada di sebelah pabrik " jawabku apa adanya.


"Baiklah, kapan jadwal sudangmu?" tanya bu Priska.


"Dua minggu lagi, dan mungkin dua minggu sekali saya akan ambil cuti setengah hari untuk sidang, kata petugasnya jarak sidang setiap dua minggu sekali, entah berapa lama juga belum tahu " jelasku.


"Sabar, Fah, kamu pasti bisa, kamu tidak pakai Pengacara, Fah ?" tanya bu Priska.


"Mana cukup, uang saya bu untuk bayar pengacara, hutang di koperasi pabrik saja baru selesai, dan sekarang harus ngumpulin uang untuk renovasi rumah juga bu, masih banyak kebutuhan rumah yang memerlukan biaya yang besar " jelasku dengan senyuman.


Antara aku dan bu Priska lumayan dekat, sejak aku menjabat jadi pengawas bagian pengepakan. Kami sering bercerita tentang kehidupan kami masing - masing di saat waktu senggang.


"Ya, ya, aku tahu, tidak mudah menghadapi semua sendirian, aku yakin kamu bisa, aku kembali bekerja dulu, jika memerlukan bantuan jangan sungkan untuk bilang, siapa tahu aku bisa membantu "ucap bu Priska.


Setelah kepergian bu Priska melakuakan panggilan telepon dengan bu Irma, mereka membicarakan banyak hal, tentang perusahaan ataupun masalah pribadi.


Semenjak pak Catur yang memegang pabrik ini banyak sekali perubahan, semua staf kantor menjadi lebih disiplin, tidak banyak kekacauan selalu ada gebrakan terbaru. Seperti saat ini untuk acara ulang tahun pabrik pak Catur memiliki planing mengadakan bazar makanan yang bertemakan makanan tradisional nusantara, selain untuk mempromosikan produk juga untuk memperkenalkan pabrik baru.

__ADS_1


Bukan hanya aku saja yang bertambah sibuk dengan pekerjaan namun staf lainnya juga mendapat tugas tambahan , namun semua sesuai dengan upah yang kita dapat, untuk staf yang disiplin dan berdedikasi tinggi pak Catur tidak segan - segan memberi bonus tambahan yang jumlahnya lumayan besar.


__ADS_2