TALAK

TALAK
Part 200 TALAK.


__ADS_3

Aku dan Pak Catur lebih suka buat janji kontrol di pagi hari, jam sembilan pagi kami sudah sampai di clinik rumah sakit ternama di kota Madiun, kali ini selain pak Catur ada mbak Inayah yang menenaniku kontrol karena kebetulan aku sedikit tidak enak badan.


"Bagaimana keadaan anak dan istri saya dok?" tanya pak Catur khawatir setelah selesai pemeriksaan.


"Alhamdulillah sampai saat ini ibu dan bayinya sehat semua, tetap jaga kesehatan, pesan saya jangan sampai ibu kelelahan, bila ada bercak darah segera hubungi kami, karena biasanya ibu yang mengandung anak kembar diudia kandungan seperti sekarang sangat rentan dengan keluarnya bercak darah." dokter berpesan pada kami semua.


"Terima kasih dok." sahut kami semua.


Selesai melakukan kontrol rutinan kami segera pulang, karena pak Catur harus segera ke kantor, begitu sampai di rumah dan memastikan aku dalam keadaan aman pak Catur segera menuju ke kantor.


Di rumahku semua dalam keadaan sibuk karena besok keluarga dari Jakarta mau datang, bukan hanya keluarga dari Jakarta saja yang dari luar negeri juga mau datang untuk menghadiri acara tujuh bulananku. Padahal acara tujuh bulanan masih beberapa hari lagi, dan supaya praktis pak Catur memilih untuk menggunakan jasa catering saja, karena kehidupan di perumahan dan di kampung sangat jauh berbeda, jika di kampung kita bisa gantian dengan tetangga namun diperumahan tetangga ya pada sibuk kerja.


Hari yang telah di tentukan tiba, hari ini pak Catur dan Pak Anam meluncur ke kota solo untuk menjemput mama dan papa serta keluarga mas Dwi dan mas Tri, yang mendarat hari ini. Untuk menyambut mereka ibukku membantu menyiapkan masakan kesukaannya mereka, oseng kembang kates yang menjadi favorit mereka, serta menu kampung lainnya.


Jam lima sore dua mobil telah memasuki gerbang rumah kami, mobil pertama milik pak Catur dan yang di belakang mobil mas Anam. Kami menyambut kedatangan beliau dengan antusias, Rahma dan Afriana tak kalah antusias karena anak mas Tri dan anak mas Dwi juga ikut serta, sayangnya mbak Irma dan keluarga datang belakangan.


Suasana rumah kami benar-benar ramai, anak kecil bermain dengan ringnya sedangkan kami para perempuan bercerita tentang hal fashion yang sedang tranding, sedang para bapak sibuk dengan urusan bisnis mereka, tadinnya keluarga mas Dwi dan keluarga mas Tri ingin menginap di rumah mbak Priska namun semua anak-anaknya tidak mau. Pagi yang begitu indah, rumah yang biasanya sepi pagi ini benar-benar berbeda, pagi yang begitu meriah dan ramai dengan canda tawa kahs anak kecil.

__ADS_1


Hari ini kami semua berencana untuk berlibur du sebuah villa yang telah di bangun oleh pak Catur beberapa waktu dulu.


"Alhamdulillah, sudah sampai!" seru kami semua, begitu sampai semua berhamburan keluar dari mobil, di villa sudah ada pekerja yang menyambut kedangan kami semua, villa yang di bangun di tengah sawah denagn udara yang sangat sejuk.


"Di sini ada tempat wisata alam gak dik?" tanya mas Dwi padaku.


"Ada mas, dari sini ke arah timur gak sampai setengah jam, ada lembah wilis wisata baru letaknya dekat monument kresek, dan juga ada rumah makan caping gunung yang sangat asri, disamping itu ada hutan wisata grape, hutan pinus nongko ijo serta ada air terjun yang masih sangat alami namun sangat curam kerana belum banyak di jamah oleh manusia, letaknya desa bodak." jelasku.


"Banyak sekali ya, bikin penasaran aku penasaran dengan rumah makan yang pernah di upload oleh mbak Irma yang di tengah sawah l." ucap mas Tri yang baru ikut nimbrung kami.


"Bagaimana kalau kita kesana sekarang." usul pak Catur.


"Baiklah ayo kesana, sekalian naik ke monument dan lembah wilis." sahutku.


Aku sebenarnya sudah lama pingin ke lembah wilis namun belum pernah kesampaian padahal jarak rumah dan tempat wisata tak begitu jauh. Kami semua memutuskan untuk ke rumah makan caping gunung, sebelum berangkat mbak Priska sudah memesan tempat duluan. Siang ini kami benar-benar menikmati indahnya sebuah kebersmaan, selesai makan kami menikmati sejuknya pemandangan alam yang disajikan di sekitar rumah makan, mereka dengan bahagia mengabadikan setiap moment yang kita lakukan.


Setelah puas bermain di area caping gunung kami semua menuju lembah wilis yang letaknya tak begitu jauh, begitu sampai kami langsung berhamburan keluar menikmati wisata dadakan.

__ADS_1


Lembah wilis salah satu wisata baru yang ada di kabupaten Madiun yang letaknya di bawah lereng gunung wilis, lembah wilis merupakan tempat wisata keluarga yang sangat ekonomis, dan banyak di biru oleh orang kota.


"Bagus sekali!" seru semua anggota keluarga begitu masuk ke lembah wilis.


Kami semua sibuk mendokumentasikan setiap kegiatan, ada yang foto, ada yang memvideo.


"Dik, monument kresek di mana apa masih jauh?" tanya mas Dwi padaku.


"Sudah dekat mas, tinggal naik sedikit lagi, mas kok tahu monument kresek? Dari mana mas tahu tentang monument kresek?" tanyaku.


"Dari buku sejarah waktu sekolah, cuma gak nyangka akan sampai di sini juga, dan yang lebih bikin aku penasaran kemarin aku baca novel dipinjami teman yang berjudul, Semerah Darah karya sastra dari Kusuma Widjayanti, bagus sekali, makanya aku semakin penasaran ingin datang ke monumen kresek." jelas mas Dwi gamblang.


"Lah mas kok dapat novel dari Indonesia?" tanyaku.


"Beberapa waktu lalu temanku datang ke rumah dan membawanya, dari judulnya sudah bikin aku penasaran makanya aku pinjam, dan langsung akg baca." terang mas Dwi lagi.


"Sehabis dari sini kita naik, dekat kok mas dari sini, dulu waktu sekolah aku sering ke sana mas, sekarang monumen kresek sudah di bangun bagus sekali dan rame pengunjung." Aku menjelaskan dengan sangat antusias, mas Dwi yang notabennya sudah lama tinggal di luar negeri masih tertarik dengan kisah perjuangan rakyat Indonesia di masa lampau.

__ADS_1


__ADS_2