TALAK

TALAK
Part 27 TALAK


__ADS_3

Pekerjaanku di kantor hari ini lumayan banyak, seharian penuh mengikuti pak Catur untuk rapat, seperti sekarang aku mengikuti pak Catur rapat dengan client di hotel Aston karena sang client tidak mau datang ke kantor kami sebab waktunya yang sangat mepet, selesai peretemuan dengan Pak Catur clientnya harus berangkat ke solo. Selesai melakukan pertemuan membahas kerja sama tentang penyediaan tembakau, kami kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan.


"Maaf, pak, boleh saya masuk " tanyaku saat membuka pintu.


"Silahkan" perintah pak Catur ramah.


"Hari rabu lusa saya mau minta cuti setengah hari, atau saya ijin keluar jam 10 pagi nanti siangnya saya kembali ke kantor lagi " ucapku sopan.


"Ada, keperluan apa?" tanya pak Catur sambil memandangku.


"Ada, urusan keluarga pak, penting " jawabku sopan.


"Baiklah, aku ijinkan kamu cuti setengah hari, siangnya harus segera kembali" ucap Pak Catur menyetujui permohonan cutiku.


"Terima kasih, Pak "


Aku kembali ke ruanganku untuk mengecek dokumen yang akan di berikan pak Catur, saat aku mengecek ternyata ada kesalahan angka pada laporan administrasi. Setelah aku cek Aku kembalikan ke devisi untuk di perbaiki, namun hari ini sungguh naas, ada salah satu dokumen yang belum aku cek sudah aku berikan ke pak Catur.


[Mbak, Fah kesini] suara panggilan intercom dari ruangan pak Catur.


[Baik, Pak] jawabku.


Aku segera menuju ruangan pak Catur, dan perasaanku memang sedikit tidak tenang , entah apa sebabnya.


''Ya, pak, ada yang bisa saya bantu?" tanyaku saat masuk ke ruangan pak Catur.

__ADS_1


Pak Catur tidak langsung menjawab hanya memandangiku dengan tatapan yang tidak ku mengerti, aku tetep diam menunggu pak Catur bicara.


"Mbak, tolong kamu cek lagi yang ini, laporan tentang penjualan, kalau belum selesai ngecek jangan kasih ke saya, karena saya tidak suka orang yang tidak teliti dan tidak fokus dalam bekerja " ucap Pak Catur dingin dan datar.


"Maaf, pak, saya cek ulang " jawabku.


"Baiklah, ambil dan berikan setengah jam lagi " perintah pak Catur datar.


"Baik, Pak, segera" jawabku.


Aku langsung mengambil dokumen yang ada di meja pak Catur, saat akan keluar dari ruangan pak Catur aku berpapasan dengan bu Priska yang akan masuk ke dalam ruangan pak Catur.


Ku sapa bu Priska dengan seulas senyum yang aku paksaan, di samping masalah keluarga yang aku hadapi, barusan juga melakukan kesalahan dalam pekerjaan.


"Kenapa, dengan Afifah ?" tanya bu Priska pada pak Catur.


"Kamu marah sama dia ?" tanya bu Priska penasaran.


"Marah, sih enggak mbak, lawong dia dari pagi sudah masam muka !" jawab pak Catur.


"Tadi ada laporan tentang pembangunan pabrik ada kecelakaan kecil di sana , kamu cek sendiri apa aku yang ngecek, ini laporannya" jelas bu Priska memberikan dokumen ke pak Catur.


"Rabu siang aku cek kesana !" jawab pak Catur sambil melihat dokumen yang di berikan oleh Bu Priska.


"Kenapa tidak pagi?" tanya bu Priska.

__ADS_1


"Pagi, Afifah, minta ijin cuti setengah hari, katanya ada kepentingan keluarga " jawab pak Catur.


"OK, baiklah, jadi aku tetap di kantor kan " ucap bu Priska.


"Ya, mbak jaga kantor biar aku cek sama Afifah, toh hanya kecelakaan kecil" Pak Catur santai.


Setengah jam sudah bu Priska masih di dalam ruangan pak Catur, dan sesuai permintaan pak Catur aku juga sudah menyelesaikan dokumen yang pak Catur minta.


"Selamat pagi Pak, Bu, ini sudah selesai Pak" ucapku sambil menyerahkan dokumen yang tadi.


"Terima kasih, Mbak " ucap Pak Catur datar.


"Fah, ada masalah kah ?" tanya bu Priska padaku.


"Tidak, bu " jawabku sopan.


"Mbak, hari rabi siang kita harus cek lokasi pabrik, katanya ada kecelakaan kecil di sana" ucap Pak Catur.


"Baik, Pak, untuk para pekerja bangunan yang kecelakaan itukan urusan pihak kontraktor pak " ucapku.


"Ya, aku tahu, aku hanya ingin melihat kwalitas bangunannya, sekuat apa, sebab pabrik untuk jangka panjang jika bangunannya tidak kuat maka kedepannya sangat bahaya bagi karyawan pabrik, sekarang hanya satu yang celaka, nanti bisa ribuan yang celaka akibat bangunan yang tidak kokoh " jelas pak Catur.


"Baik, Pak, begitu selesai urusannya saya segera kembali ke kantor" ucapku sopan.


Selesai menyerahkan dokumen aku kembali ke ruanganku untuk melanjutkan pekerjaannku. Bu Priska juga kembali ke ruangannya sedang pak Catur tetap berkutat dengan dokumennya.

__ADS_1


Begitu mendapat ijin aku langsung memberitahukan pada mas Jamal tentang rencanaku untuk mengajukan gugatan cerai ke mas Ringgo.


Siang ini Aku ingin makan siang di kantin, sudah lama tidak makam bareng sama mbak Rani dan Nina, segera aku kirim pesan pada mereka.


__ADS_2