Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Aib


__ADS_3

Setelah menjalani terapi selama satu tahun setengah dengan banyak perjuangan serta lelah dan air mata yang mengiringi usaha Putri untuk bisa berjalan lagi, kini merasa sangat bahagia karena sudah bisa mengubah takdir yang menimpa.


Dengan perjuangan dan kesabaran, sekarang Putri sudah bisa berjalan lagi dan tentu saja merasa sangat bahagia serta mengucap syukur pada Tuhan atas semua kebaikan yang didapatkan atas pertolongan dari pria paruh baya merupakan pemilik perusahaan.


Bahkan Putri sudah menganggap pria paruh baya tersebut seperti layaknya ayah karena berkat kebaikan yang didapatkan dan sama sekali tidak meminta imbalan karena sangat tulus membantu untuk kesembuhan.


Putri mengadakan acara syukuran di rumah kontrakan dengan membagikan makanan gratis untuk orang-orang miskin serta anak yatim piatu. Semua itu sebagai bentuk rasa syukur atas kebahagiaan setelah bisa berjalan lagi.


Meskipun dengan banyak air mata dari perjuangan yang dilakukan saat ingin bisa berjalan lagi dan akhirnya usahanya tidak sia-sia.


Putri yang merasa sangat bahagia karena kembali bisa berjalan lagi dan tidak akan memakai kursi roda seperti satu tahun lebih, menyerahkan benda penuh kenangan tersebut pada orang yang membutuhkan.


Setelah acara hari ini selesai, Putri langsung berangkat ke perusahaan Martapura Corporation karena ingin secara langsung mengucapkan terima kasih dan sekaligus membawa makanan spesial untuk pria paruh baya yang menjadi dewa penolongnya.


Bahkan ia tidak menghubungi terlebih dahulu dan langsung pergi ke perusahaan dengan putranya dan juga salah satu pekerja yang membawa kotak makanan untuk para petinggi perusahaan.


Beberapa saat kemudian, ia sudah tiba di perusahaan dan langsung menuju ke lantai paling atas untuk menemui pemilik perusahaan yang sangat dihormati tersebut.


Sementara sudah memberikan kotak makanan pada orang yang biasa mengurus, sedangkan ia diantar oleh salah satu staf.


Begitu masuk ke dalam ruangan berukuran luas yang pertama kali didatangi oleh Putri, kini menyunggingkan senyuman pada pria paruh baya yang duduk di kursi kebesaran tersebut.


"Selamat siang, Tuan Bambang," sapa Putri yang terlihat membungkukkan badan untuk memberikan hormat.


Sementara itu, Bambang Priambodo yang tadi mengetahui kedatangan Putri dari salah satu staf yang sebelumnya masuk, seketika mungkin senyuman dan langsung bangkit berdiri untuk menyambut wanita yang datang bersama dengan seorang anak kecil menggemaskan.

__ADS_1


Kemudian langsung menggendong anak kecil yang selama ini sangat disayangi dan sering dibelikan mainan dengan menyuruh supir untuk mengantarkan.


Karena Bambang tidak ingin ada gosip yang menyebar jika sering bertemu dengan Putri, sehingga selama satu tahun lebih hanya satu kali mengantar wanita itu ke rumah sakit.


Sisanya, sang sopir yang mengurus semua dan juga hanya berhubungan melalui ponsel untuk bertanya mengenai perkembangan terapi.


"Aku sangat senang melihatmu sudah bisa berjalan lagi dan juga akhirnya perjuangan selama satu tahun lebih tidak sia-sia." Mencium gemas anak laki-laki tersebut dan sudah menganggap seperti cucu sendiri karena dari dulu ingin mempunyai penerus dari putranya.


Namun, semua impiannya mungkin tidak akan pernah terjadi karena putranya masih terjebak dalam hubungan terlarang. Bambang Priambodo memilih untuk pasrah karena sudah tidak tahu apa yang bisa dilakukan pada putranya.


"Ini semua berkat Anda dan saya sengaja datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih secara langsung, bukan melalui telpon." Kemudian Putri menaruh kotak makanan khusus untuk pria paruh baya tersebut.


"Ini adalah makanan yang khusus saya masak untuk Anda, Tuan. Kebetulan sekali ini sudah jam makan siang dan bisa mencobanya."


Kini, Bambang menurunkan anak kecil yang dari tadi terlihat patuh ketika digendong serta dicium. "Xander duduk di sini, ya. Nanti akan ada mainan untuk Xander."


Hingga beberapa saat kemudian, Bambang membuka kotak makanan tersebut dan mulai menikmati masakan Putri yang selalu cocok di lidah.


"Kamu memang sangat pintar memasak dan selalu lezat. Karena itulah para petinggi perusahaan cocok dengan menu makanan darimu." Bambang Priambodo makan sambil memuji karena selalu saja merasa puas ketika setiap hari bisa menikmati makanan rumahan yang sangat sehat serta lezat.


Jika dulu selalu makan siang di restoran, tetapi setelah menemukan catering Putri, setiap hari makan di ruang kerja dan para petinggi perusahaan pun meminta hal yang sama, sehingga akhirnya hubungan kerjasama sampai sekarang berlanjut.


Saat Bambang Priambodo masih menikmati makanan, mendengar suara dering ponsel di dalam saku celana dan langsung mengangkat panggilan yang diketahui dari orang kepercayaan.


"Ya, katakan."

__ADS_1


"Tuan, ada kabar buruk yang harus Anda ketahui sebelum menyebar di media sosial dan para wartawan sedang mencari kebenaran mengenai hal ini."


Bambang Priambodo seketika bangkit berdiri dan berjalan ke dekat jendela kaca raksasa di sudut kiri ruangan karena ingin fokus mendengarkan.


"Kabar buruk apa yang kau maksud?"


"Mengenai kelainan tuan Aldiano yang menyukai sesama jenis telah tercium oleh pihak media dan mendapatkan foto ketika putra Anda bermesraan dengan kekasih di depan kamar hotel."


Ponsel yang berada di tangan Bambang Priambodo saat ini seketika lolos dari genggaman dan jatuh ke lantai hingga layar retak.


Hal yang selama ini ditutupi dan dikhawatirkan, ternyata tercium juga oleh pihak media. Saat ini, merasa sangat bingung apa yang harus dilakukan ketika kehancuran putranya sekaligus perusahaan mulai datang.


Sementara itu, Putri yang tadinya hanya mengamati siluet belakang pria paruh baya di sebelah kaca besar tersebut, kini bisa menangkap ada hal yang buruk telah terjadi. Namun, tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Jadi, memilih untuk diam karena tidak ingin mengganggu pembicaraan serius tersebut. 'Apa yang terjadi dengan tuan Bambang? Apakah berhubungan dengan perusahaan?'


Putri hanya bisa bergumam sendiri di dalam hati dan sibuk menebak apa yang terjadi, hingga membuat pria itu sampai menjatuhkan ponsel ke lantai dan melihat kembali diambil dan berbicara serius.


Bambang Priambodo saat ini merasa sangat khawatir dengan nasib perusahaan serta nama baik putranya, sehingga berusaha untuk tetap tenang dan menyelesaikan masalah.


"Lakukan semuanya untuk mencegah kabar itu beredar di media sosial dan juga menghapus CCTV yang memperlihatkan itu. Bila perlu, hubungi pemilik hotel agar mau bekerja sama dan tidak mencari masalah dengan perusahaan Martapura."


"Iya, Tuan. Ini saya sedang berusaha untuk menyelesaikan semua," ucap pria di balik telpon yang tengah berada di ruangan CCTV sebuah hotel.


"Baiklah. Aku tunggu kabar baik dan juga akan menggerakkan ahli IT untuk menghapus semua berita itu jika sampai tersebar."

__ADS_1


Kemudian Bambang mematikan sambungan telpon dan memijat pelipis ketika merasa sangat pusing dengan masalah yang selalu dibuat oleh putranya.


To be continued...


__ADS_2