
Suasana di ruangan kamar Jack terlihat sangat hening karena di dalam hanya ada sosok wanita yang tengah tertidur pulas di atas ranjang dihiasi kelopak bunga mawar yang dibentuk hati.
Setelah lama berbincang dengan Jack setelah pulang dari rumah sakit, Amira Tan mengatakan ingin beristirahat karena merasa sangat lelah.
Ia merasa seperti tenaganya diforsir dan berharap bisa menenangkan diri dengan beristirahat, sehingga bisa tertidur pulas setelah menyuruh Jack keluar.
Jack tadi beralasan untuk pergi ke ruang kerja karena akan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Namun, kembali setelah satu jam berlalu karena berpikir bahwa Amira Tan sudah tertidur pulas di kamarnya.
Saat sudah membuka pintu secara perlahan agar tidak membangunkan wanita yang terlihat meringkuk di atas ranjang miliknya dengan memeluk guling, kini berjalan mengendap-ngendap seperti seorang pencuri yang tidak ingin ketahuan.
Jack sangat berhati-hati untuk berjalan mendekati Amira Tan karena tidak ingin wanita yang dicintainya tersebut terbangun dari alam bawah sadar dan berakhir pusing.
Mengetahui bahwa saat belum cukup waktu untuk tidur, sehingga membuat kepala pusing dan tidak ingin Amira Tan mengalami hal itu. Kini, Jack sudah berdiri di sebelah kiri ranjang dan menatap tidak berkedip pada sosok wanita yang tidur pulas diranjangnya.
Sebenarnya Jack ingin sekali merapikan anak rambut berantakan Amira Tan, tetapi dengan sekuat tenaga menahan diri karena tidak ingin wanita itu terbangun dari mimpi indah, sehingga hanya memilih untuk berdiri mematung di sana.
Entah sudah berapa lama berdiri diam memandangi wanita yang selama ini dicintai bertahun-tahun. Namun, tetap tidak merasa bosan untuk menatap wanita yang tertidur pulas.
'Kamu pasti saat ini sangat lelah badan dan pikiran karena situasi yang tidak mendukungmu untuk bersatu dengan Noah. Namun, semua ini demi kebaikanmu, Sayang. Suatu saat, kamu akan menyadari bahwa cintaku jauh lebih besar dari Noah.'
'Apalagi malam ini, kita akan bersatu setelah kamu patah hati karena melihat foto-foto kebersamaan pria yang kamu puja itu dengan wanita lain,' gumam Jack yang saat ini menatap mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan kiri.
__ADS_1
"Sebentar lagi, aku yakin akan mendapatkan pesan dari orang yang kusuruh untuk menghancurkan Noah. Lebih baik aku menunggu dengan tidur di sofa.'
Kemudian Jack berjalan menuju ke arah sofa dan berharap jika nanti dibangunkan oleh Amira Tan saat wanita itu mendapatkan foto-foto Noah yang bercinta dengan wanita lain.
Meskipun merasa sangat tidak nyaman tidur di sofa, tetap dilakukan oleh Jack karena berpikir bahwa itu hanya sementara. Bahwa keyakinannya hari ini adalah momen penyatuan antara ia dan sosok wanita yang selama ini dicintai.
Tanpa membuang waktu, saat ini Jack memilih untuk merebahkan tubuh di atas sofa dan memejamkan mata. Ia sebenarnya juga sangat lelah hari ini karena dari semalam mempersiapkan pernikahan bersama orang tuanya.
Apalagi orang tua Amira Tan menyerahkan semua padanya karena memang tidak bisa membantu ketika harus fokus di rumah sakit demi membuat putri mereka percaya.
Hingga beberapa saat kemudian, hanya suara napas teratur yang menghiasi ruangan kamar milik Jack tersebut.
Dua insan yang tidur di tempat berbeda tersebut masih terlihat nyenyak dan bahkan sudah mimpi indah di alam bawah sadar.
Kemudian perlahan membuka mata dan menatap ke sekeliling ruangan yang terasa aneh dan beberapa saat kemudian mengingat bahwa dari tadi tidur di kamar Jack setelah menikah.
Ia saat ini masih diam di atas ranjang dan menatap langit-langit kamar, lalu beralih ke sekeliling. Hingga melihat sosok pria yang sedang tidur di atas sofa dan membuatnya merasa iba sekaligus bersalah.
'Jack bahkan tidur di sofa dan bisa membuatku nyaman tidur di atas ranjang miliknya. Pria yang tidak pernah memaksaku untuk menerima cintanya dan seandainya Noah bisa melihat ini, pasti tidak akan berpikir macam-macam pada hubungan kami meskipun sudah menikah.'
Amira Tan yang masih berbicara di dalam hati ketika menatap sosok pria dengan kaki menggantung ketika tertidur dan membuatnya merasa terharu atas kebaikan Jack yang selama ini menjadi sahabat baik.
__ADS_1
'Terima kasih atas semuanya, Jack. Aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikanmu yang selalu mau membantu keluar dari masalah dan juga membuatku merasa nyaman.'
'Sepertinya Noah harus tahu ini dan aku ingin mengetahui apa tanggapannya ketika mengirimkan foto saat Jack tidur di sofa meski kami sudah menikah dan berada dalam satu kamar, tapi tidak melakukan apapun,' lirihnya yang merasa penasaran dengan apa tanggapan dari Noah setelah mengirim foto itu.
Apakah sang kekasih mau mempercayai atau malah curiga dengan mengejek hanya berpura-pura? Ia merasa penasaran dengan pemikiran Noah saat ini.
'Apakah benar apa yang kau katakan pada pesanmu tadi? Aku bisa melihatnya dari jawabanmu saat membaca pesanku.'
Kemudian ia tidak membuang waktu karena sudah beranjak dari ranjang untuk mengambil tas yang berada di atas nakas.
Kemudian berpikir bahwa saat ini sudah tidak sabar untuk mengambil gambar ketika Jack tertidur di atas sofa karena khawatir jika pria itu akan terbangun.
Apalagi saat ini sudah tidak sabar juga ingin melihat reaksi dari Noah. Tadi ia sengaja menekan mode getar karena tidak ingin terganggu dengan telepon Noah.
Ia benar-benar ingin menenangkan diri setelah memutuskan hubungan secara sepihak dengan Noah. Apalagi tadi menjelaskan pada orang tua bahwa mereka sudah tidak ada hubungan lagi dan membuat sang ibu merasa senang.
Sebenarnya ia merasa senang jika melihat ibunya bahagia, tapi situasi yang menimpanya, seperti pepatah yang mengatakan 'bagaikan telur diujung tanduk'.
Amira Tan kini sudah membuka ponsel setelah mengambil ponsel dari dalam tas dan sebelum memotret, melihat ada beberapa pesan, sehingga memeriksa.
Namun, ia sangat terkejut begitu melihat pesan dari Noah yang pertama dilihat. Ia Seketika membulatkan mata dengan membekap bibir begitu melihat ada banyak foto yang menunjukkan jika Noah saat ini tengah bersenang-senang di klab malam.
__ADS_1
To be continued...