
Noah yang sudah beberapa jam terdiam di anak tangga darurat, kini merasa perasaan lebih baik dan hendak kembali ke rumah. Hari ini ia membatalkan niat untuk mencari pekerjaan karena ingin beristirahat menenangkan pikiran setelah banyak mendapat tekanan dan situasi yang tidak menguntungkan baginya.
Ia bahkan berjalan dengan langkah gontai ketika harus meninggalkan Rumah Sakit dan tidak tahu kapan bisa bertemu dengan wanita yang dicintai.
Berharap saat mencoba untuk menghilangkan egois, Amira Tan akan memaafkan dan kembali padanya. Meskipun ada keraguan yang dirasakan saat ini ketika menghadapi situasi yang membuat hubungan mereka berakhir.
Saat ia tiba di depan lobby, mendengar suara seorang wanita yang memanggil dan hafal siapa. Refleks Noah menoleh ke belakang dan melihat perawat yang mengobati luka dan menghibur beberapa saat lalu di anak tangga darurat, berlari ke arahnya.
Noah menyipitkan mata karena merasa heran saat wanita itu berlari mendekat ke arahnya. 'Apa yang dilakukan wanita itu? Aku tadi sebenarnya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah membuat perasaanku lebih baik, tapi khawatir jika Amira Tan kembali salah paham.'
"Maafkan aku karena hari ini ingin meminta balas budi karena sudah menolongmu kemarin," ucap perawat berseragam putih tersebut yang saat ini berusaha untuk mendapatkan perhatian pria di hadapannya karena tengah bekerja sama dengan seseorang yang akan membayar biaya Rumah Sakit sang ibu.
"Balas budi?" Noah masih memicingkan mata karena tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh sang perawat.
Terlihat anggukan kepala dari wanita itu. "Aku kemarin menolongmu mengobati luka. Sekarang aku butuh bantuanmu. Jadi, anggap ini adalah sebuah barter atau simbiosis mutualisme."
Karena tidak ingin membuang waktu saat pikiran tengah kacau, Noah seketika mengatakan hal yang ada di kepala. "Aku hari ini ingin segera beristirahat di rumah. Jadi, lebih baik sekarang katakan apa yang kau inginkan dariku?"
Kemudian perawat wanita tersebut mulai mengarang sebuah cerita dan memang menjadi bagian untuk mendapatkan pria di hadapannya.
"Hari ini ada acara reuni teman-teman masa kuliah. Mereka datang dengan pasangannya masing-masing. Sementara aku, sampai sekarang belum mempunyai kekasih. Jadi, aku tidak ingin malu di depan mereka. Nanti ikut aku ke acara itu dan menyamar sebagai kekasihku. Hanya malam ini saja."
Kemudian sang perawat menyatukan tangan dan berharap jika pria di hadapannya setuju karena tidak tahu harus bagaimana merayu jika tidak mau memenuhi keinginannya.
Noah yang sama sekali tidak pernah menyangka akan diminta bantuan oleh wanita yang kemarin mengobati tangannya, tidak langsung menjawab karena tengah mempertimbangkan.
__ADS_1
Hingga setelah memikirkan baik-baik, kini menyampaikan apa yang membuatnya merasa ragu untuk menolong. "Apa tidak ada balas budi yang lain selain itu karena aku sudah membuat kekasihku salah paham."
"Sepertinya kekasihku kemarin melihat saat kau mengobati tanganku dan hari ini marah-marah serta memutuskan hubungan. Aku tidak tahu apakah bisa meluruskan hal ini dan ia kembali padaku."
Noah sebenarnya tidak keberatan membantu untuk berpura-pura menjadi kekasih wanita itu, tetapi saat memikirkan Amira Tan yang bisa salah paham, sehingga tidak berniat untuk melakukan itu.
Apalagi hubungannya dengan sang kekasih sedang tidak baik-baik saja. Jadi, saat ini berpikir untuk memperbaiki semua agar kembali seperti semula.
Namun, jawaban dari wanita yang bekerja sebagai perawat tersebut membuatnya mempertimbangkan.
"Kau tenang saja karena aku akan membantu meluruskan kesalahpahaman di antara kalian dengan berbicara jujur. Bahwa di antara kita tidak ada hubungan apapun karena hanya kebetulan bertemu dan aku melihatmu meninju dinding."
"Kekasihmu akan menyadari kesalahan dan kembali padamu setelah mengetahui bahwa kau patah hati dengan cara menyakiti diri sendiri hingga tangan hampir patah tulang saat meninju dinding di rumah sakit."
Santi beberapa saat lalu memutar otak untuk mengubah pemikiran sosok pria yang harus dijebak malam ini agar mendapatkan biaya Rumah Sakit.
Bahkan merasa lega karena syarat untuk mendapatkan uang yang berjumlah sangat besar tersebut hanyalah untuk membuat pria di hadapannya dekat dengannya.
Lalu memotret kebersamaan yang bersifat intim, sehingga mendapatkan ide tersebut. Lalu dibantu oleh orang yang membayar untuk mengatur acara reuni palsu di sebuah Club malam.
Kemudian membuat pria yang diketahui bernama Noah tersebut minum minuman beralkohol dan berakhir mabuk, lalu menjebak tidur bersama di sebuah kamar hotel.
Sebuah rencana yang terdengar sempurna dan Santi berusaha untuk membuat rencana tersebut berhasil, sehingga bisa langsung mendapatkan uang karena bekerja sebagai perawat tidak cukup untuk membiayai biaya operasi jantung sang ibu.
Santi selama ini hanya hidup bersama sang ibu dan tidak ingin kehilangan satu-satunya keluarga. Jadi, akan melakukan apapun demi kesembuhan wanita yang sangat disayangi. Meski harus mengorbankan orang lain untuk mendapatkan uang.
__ADS_1
Apalagi mengetahui bahwa situasi sosok pria di hadapannya tersebut sedang tidak mudah karena patah hati, tetapi akan meminta maaf setelah sang ibu dioperasi dan selamat dari maut.
Saat ini, Santi masih berdiri di lobby dan berhadapan dengan pria itu sambil menunggu jawaban pria itu.
"Apa jawabanmu? Seperti yang kukatakan tadi, akan menjelaskan pada kekasihmu mengenai kejadian saat aku mengobatimu di depan minimarket. Aku sangat yakin jika wanita yang sangat kau cintai itu akan menyesal begitu mendengar ceritaku yang membahas mengenai kau meninju dinding."
Noah yang awalnya tidak tertarik untuk memenuhi keinginan seorang perawat yang membantu mengobati tangannya, setelah mempertimbangkan dengan matang, kini memilih untuk menyetujui semua yang dikatakan.
"Baiklah. Aku akan membantumu dengan menyamar sebagai kekasih palsu pada acara reuni teman-teman kuliahmu. Besok, kau harus menjelaskan pada kekasihku yang ada di ruangan tadi. Katakan semuanya, tetapi secara diam-diam tanpa ketahuan oleh orang tua."
"Kau pasti sudah tahu bahwa ibu kekasihku sedang sakit dan tidak boleh mendengar kabar buruk yang mengejutkan karena akan memicu serangan jantung dan berakibat fatal. Alasan itulah yang membuat kekasihku menuruti perjodohan demi kesembuhan ibunya."
Santi refleks langsung menganggukkan kepala dan mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri. "Baiklah, aku akan melakukan itu besok setelah malam ini kau mau membantuku lepas dari ejekan teman-teman."
Noah saat ini menunduk menatap ke arah tangan yang menggantung di udara tersebut. Karena tidak ingin wanita di hadapannya terlalu lama mengulurkan tangan, sehingga langsung menjabat dan mengungkapkan bahwa mereka hari ini resmi bekerja sama.
"Aku Noah, nanti kau bisa menghubungiku mengenai jam berapa dan alamat tempat reuni. Sekarang catat nomor ponselku!"
Tanpa membuang waktu, Santi langsung mengeluarkan ponsel dan mencatat nomor dari sosok pria yang akan dihancurkan malam ini. Bahkan tadi sudah menyebutkan nama dan tersenyum simpul untuk mengungkapkan kebahagiaan.
"Baiklah, aku nanti akan menghubungimu untuk mengabarkan semuanya. Sekarang kau pun pergi dan beristirahat. Aku pun harus kembali bekerja," ucap Santi yang saat ini berbalik badan dan berjalan menuju ke arah lift meninggalkan sosok pria yang berhasil masuk dalam jebakan.
Sementara itu, Noah saat ini masih berdiri diam di tempat dan menatap kepergian sosok wanita yang mulai menghilang di balik pintu lift.
Noah saat ini berpikir bahwa ia akan menyuruh wanita yang diketahui bernama Santi tersebut agar melaporkan jika melihat Amira Tan datang ke rumah sakit.
__ADS_1
"Anggap ini adalah simbiosis mutualisme dan tidak akan ada yang bisa menghentikan aku untuk mendapatkan Amira Tan lagi. Meskipun harus merebut dari orang-orang jahat yang memisahkan kami."
To be continued...