
Sementara itu Amira Tan yang sebenarnya merasa sangat ragu untuk melakukan balas dendam dengan memanfaatkan Jack, tapi sangat mengingat bahwa Noah sudah mengkhianatinya terlebih dahulu, sehingga saat ini berpikir bahwa apa yang dilakukan tidak ada yang salah.
Refleks ia berjalan dua langkah mendekati Jack dan kini tidak ada jarak di antara mereka. Kemudian berjinjit untuk mencium bibir tebal Jack dan mulai menyesap di sana.
Sementara itu, Jack yang di dalam hati sudah bersorak kegirangan, membiarkan Amira Tan berbuat sesuka hati padanya. Ia wanita yang selama ini dicintai menyerahkan diri dan begitu keinginan terwujud, masih membiarkan anak mengeksplor semuanya dengan memimpin permainan.
Sementara ia menunggu kegiatan inti dan berbalik untuk memimpin permainan. Kini, Jack bisa melihat bahwa Amira Tan tengah berusaha untuk bersikap agresif dan sudah dipastikan bahwa saat ini, yang ada di pikiran hanyalah ingin membalas dendam pada Noah.
Hingga terlihat seperti sangat bernafsu dan sangat liar, yang membuat Jack merasa seperti melihat wanita lain, bukan Amira Tan.
Tentu saja sebagai seorang pria yang memiliki libido lebih tinggi, membuat Jack tidak bisa diam dan langsung membalas semua perbuatan Amira Tan.
Jack gagal menahan hasrat yang berputar-putar di dalam diri akibat perbuatan Amira Tan yang sudah berbuat sesuka hati dengan sangat agresif. Tidak ingin dikalahkan, Jack kemudian memimpin permainan dan membiarkan wanita itu hanya menikmati.
Jack seketika membungkuk untuk menggendong ala bridal style dan membawanya ke atas ranjang yang terlihat dihiasi kelopak bunga mawar sudah berhamburan kesana-kemari.
Jack memperlakukan Amira Tan dengan sangat lembut ketika menurunkan di atas ranjang dan mulai beraksi untuk membuat wanita itu sibuk mendesah dan menggeliat karena perbuatannya.
Hanya benda mati yang menjadi saksi bisu dari perbuatan mereka. Hingga ruangan kamar yang tadinya penuh keheningan tersebut dihiasi oleh ******* dan rintihan yang lolos dari bibir Amira Tan.
Jack benar-benar membuktikan kekuatannya karena ingin Amira Tan mengakui jauh lebih baik daripada Noah. Bahkan tidak bisa berhenti untuk membuat wanita itu meneriakkan namanya berkali-kali setelah mencapai puncak kenikmatan.
Senyuman menyeringai tampak jelas di bibir Jack saat semua rencananya berhasil dan menaklukkan Amira Tan setelah merebut dari Noah.
'Sekarang, kau telah kalah dariku, Noah. Apa yang akan kau lakukan setelah hari ini? Apakah masih akan berusaha mengejar Amira Tan yang bahkan sangat membencimu?' gumam Jack yang saat ini tidak melepaskan kuasa untuk membuat wanita di bawahnya berkali-kali meneriakkan namanya.
Tubuh Amira Tan melebur dalam gelombang spektakuler yang membuatnya melayang ke angkasa setelah merasakan kekuatan Jack yang berkali-kali membuatnya mencapai puncak kenikmatan.
__ADS_1
Bahkan seolah ingin melepaskan semua beban yang dirasakan melalui ******* memenuhi ruangan kamar tersebut.
'Aku bukanlah wanita bodoh yang akan menangis karena dikhianati oleh seorang pria,' gumam Amira Tan yang semakin mendekatkan diri untuk merasakan kulit saling menempel dengan dari napas memburu terdengar dari keduanya.
Bahkan ia saat ini merasakan tubuh Jack menegang ketika meledakkan bukti kenikmatan setelah melenguh panjang. Hingga memeluknya dengan sangat erat dan akhirnya mulai membalas dengan mencengkeram.
Hingga beberapa saat kemudian, keduanya yang sudah mulai berhasil menormalkan deru napas yang memburu, masih tidak berniat untuk saling melepaskan.
Apalagi Jack yang saat ini merasa sangat bahagia karena impiannya untuk memiliki Amira Tan seutuhnya miliknya, menjadi kenyataan. Kemudian mendekatkan wajah di dekat daun telinga wanita di bawahnya.
"I love you."
Amira Tan yang saat ini memejamkan mata, seketika membuka perlahan dan bersikap dengan sosok pria yang masih mengunci tatapannya intens.
Kini, tangannya terangkat ke atas karena ingin menyentuh wajah dengan rahang tegas itu. Bahkan kini sudah menelusuri mulai dari mata hidung dan bibir.
"Iya." Jack membiarkan Amira Tan berbuat sesuka hati padanya dan ingin tahu apa yang ingin dikatakan oleh wanita dengan wajah memerah tersebut.
"Kau bernasib buruk karena hanya mendapatkan barang sisa. Aku bahkan sudah tidak perawan lagi, tapi kau tetap mengatakan mencintaiku. Kau adalah seorang pria yang sangat bodoh!" Ada nada yang mengandung kegetiran defensif dari perkataan Amira Tan.
Hal itu bisa dimengerti dan dipahami oleh Jack. Namun, tidak ingin menanggapi kalimat yang baru saja diungkapkan oleh Amira Tan. Jack kembali membisikkan ayat-ayat cinta di dekat daun telinga wanita itu.
"Aku mencintaimu dari pertama kali kita bertemu di tempat kuliah sampai sekarang dan tidak akan ada yang bisa membuatku tidak menginginkanmu. Meskipun apa yang kamu katakan barusan adalah benar. Bahwa Noah-lah yang berhasil merenggut kesucianmu, tapi akulah yang mulai sekarang akan bersamamu hingga ajal menjemput."
Jack ingin Amira Tan tahu bagaimana perasaannya selama ini yang benar-benar sangat tulus. Bahwa bagi Jack, keperawanan bukanlah sesuatu yang dicari karena hanya menginginkan Amira Tan yang menjadi pasangan hidup.
"Cintaku tidak akan sirna semudah itu hanya karena kamu sudah tidak lagi perawan. Jika seorang pria hanya mementingkan hal itu, bukankah tidak ada cinta tulus dan kuat yang dirasakan?"
__ADS_1
Sementara itu, Amira Tan yang saat ini mendapatkan pertanyaan bernada romantis dari Jack, merasa sangat bingung sekaligus terharu dan tersentuh. Namun, bibirnya seolah terkunci rapat dan tidak bisa membuka suara.
"Jack ...."
Jack mengetahui bahwa Amira Tan saat ini tengah dikuasai oleh kebimbangan, sehingga mengarahkan jari telunjuk pada bibir wanita itu.
"Tidak perlu berbicara karena saat ini perasaanmu sedang kacau. Aku tidak ingin membebanimu dengan apa yang kamu katakan barusan. Lakukan apapun sesuka hati padaku, karena aku tidak akan pernah keberatan."
Kemudian bergerak untuk mengecup kening Amira Tan cukup lama. "Kita harus mandi sekarang karena sebentar lagi waktunya makan malam."
"Ini adalah pertama kali kamu makan bersama orang tuaku sebagai istriku. Jadi, jangan gugup jika mereka bertanya macam-macam." Jack sengaja menggoda Amira Tan saat beranjak turun dari ranjang.
Bahkan melihat wajah Amira Tan yang saat ini memerah seperti buah Cherry, sehingga membuatnya terkekeh geli. "Apakah sebaiknya kita mandi bersama saja?"
"Tidak!" Amira Tan buru-buru menolak karena tidak pernah terpikirkan olehnya untuk melakukan itu dengan Jack.
Jack saat ini menyipitkan mata. "Kenapa? Apa kamu malu padaku? Bukankah aku sudah melihat semuanya?"
"Aku tidak terbiasa mandi bersama seorang pria. Pergilah lebih dulu!" Amira Tan mengempaskan tangan agar Jack segera pergi ke kamar mandi.
Jack yang kali ini mengingat sesuatu, seketika mengambil ponsel yang tadi ada di saku celana. "Kita berakting bercinta sekali lagi karena aku ingin merekam dan menunjukkan pada Noah."
Namun, mendadak berubah pikiran begitu memikirkan sesuatu. "Sebaiknya lupakan saja karena aku tidak ingin tubuhmu dilihat pria lain."
Amira Tan yang dari tadi hanya diam karena bimbang, kini melihat Jack sudah berjalan menuju ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban darinya.
'Jack adalah pria yang sangat berbeda dan tulus karena benar-benar mencintaiku. Kenapa aku sangat bodoh karena malah memilih Noah yang bahkan langsung mengkhianatiku saat baru bertengkar?' gumam Amira Tan yang merasa sangat menyesal karena pernah jatuh cinta pada Noah.
__ADS_1
To be continued...