Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Cinta sejati


__ADS_3

"Berhenti!" teriak Noah yang tadi langsung berlari untuk mengejar Jack yang terlihat masuk ke lobi rumah sakit dan sudah bisa ditebak bahwa pria itu ingin menemui Amira Tan dan orang tuanya.


Bahkan ia tadi tidak memperdulikan teriakan Arya yang meminta untuk menceritakan mengenai masa lalu yang dilupakan dan pastinya hubungan antara sepasang kekasih tersebut akan hancur begitu menyebutkan nama Putri yang saat ini entah di mana rimbanya.


Kemudian ia mengurangi kecepatan begitu melihat pria yang dikejar berhenti dan menoleh ke belakang. Bahkan bisa melihat tatapan pria yang saat ini semakin didekatinya tersebut seperti tengah tersenyum menyeringai untuk mengejek.


Noah bisa menebak apa yang saat ini ada di pikiran Jack. Bahwa tengah mengejeknya karena berhasil mengalahkan dan membalik keadaan dalam sekejap mata. Padahal tadi siang dengan sangat percaya diri mengatakan pada Jack untuk menjauhi dan melupakan Amira Tan karena telah menjadi miliknya.


Apalagi ia berpikir setelah memiliki Amira Tan seutuhnya akan menjadi pemenang dan tidak lagi pantas bersaing dengan Jack.


Namun, saat ini seolah menyadari bukan lawan yang pantas untuk Jack karena ternyata mendapatkan dukungan dari orang tua, bisa mengubah segalanya dalam sekejap.


"Apa yang kau inginkan dariku? Aku sedang terburu-buru," ucap Jack saat ini masih mencoba untuk berpura-pura tidak tahu apa yang diinginkan oleh Noah.


Padahal hanya dengan melihat raut wajah murung pria di hadapannya tersebut, Jack mengetahui bahwa Noah sadar jika hubungannya dengan Amira Tan tidak akan bisa bertahan karena tanpa restu orang tua.


Apalagi restu orang tua Amira Tan ada di tangannya, seolah kendali berada dalam kuasa Jack saat ini, sehingga sangat percaya diri di depan Noah.


Meskipun menyadari bahwa apa yang dilakukan sangat tidak masuk akal karena tidak memperdulikan Amira Tan yang sudah kehilangan kesucian akibat pria di hadapannya tersebut.

__ADS_1


Jack sangat mencintai Amira Tan dan tidak memperdulikan apapun selain bisa menikah dan hidup bersama wanita yang dicintai dalam ikatan pernikahan. Berpikir bahwa restu orang tua Amira Tan akan membuatnya menjadi suami dan bisa mengikat wanita yang dicintai agar tidak kabur darinya.


Karena itulah setelah mengurus semua di Rumah Sakit, Jack memilih menunggu di cafe dekat dengan tempat tersebut, agar bisa segera datang jika dipanggil oleh orang tua Amira Tan.


Bahkan Jack sudah tidak sabar untuk melihat ekspresi wajah Amira Tan yang saat ini putus asa dan pastinya akan memohon padanya untuk tidak menerima perjodohan. Namun, tidak mungkin mau menuruti hal itu dan sekarang ada sosok pria yang akan melakukan apapun untuk membuatnya tidak menikahi Amira Tan.


Kesombongan Noah saat mengejeknya tadi, kini seolah bisa langsung dibalas oleh Jack dan ingin melihat seperti apa ekspresi wajah pria di hadapannya tersebut saat benar-benar kalah.


Noah yang sudah berhasil mengejar Jack dan berdiri tepat dihadapan pria yang mengancam hubungannya dengan Amira Tan, tidak ingin bertele-tele dan langsung mengatakan semuanya.


"Aku ingin berbicara pada intinya karena sepertinya kamu sudah tahu apa yang terjadi." Noah berbicara sambil menormalkan perasaan yang membuncah.


Saat ini berpikir bahwa satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan hubungan dengan sang kekasih hanyalah pria di hadapannya tersebut.


Apalagi sebenarnya tidak ingin membuang banyak waktu bersama pria di hadapannya tersebut karena hanya ingin segera bertemu dengan wanita pujaan hati dan juga calon mertua yang sudah berada dalam genggamannya.


Meskipun merasa sangat kesal atas tanggapan singkat dari Jack, tapi karena tidak punya pilihan lain selain menuruti, kini Noah berbicara pada intinya saja.


"Amira Tan hanya mencintaiku dan tidak pernah mencintaimu. Jadi, kau harus sadar dan memikirkan kebahagiaan Amira Tan. Aku sudah tahu bahwa kau pasti merasa sangat senang ketika mendapatkan dukungan penuh dari orang tua Amira Tan, tapi seharusnya memikirkan perasaan wanita itu yang mencintai pria lain."

__ADS_1


"Pria yang dicintai oleh Amira Tan hanyalah aku dan selamanya mencintaiku. Amira Tan tidak akan pernah mencintaimu meskipun kau melakukan segala cara untuk memisahkan kami. Jangan berpikir bahwa setelah mendapatkan restu dari orang tuanya, kau bisa merebut dariku."


"Bukankah cinta sejati adalah merelakan wanita yang dicintai untuk hidup bahagia meskipun tidak memiliki?" Noah masih menatap tajam pria di hadapannya tersebut dan menunggu tanggapan dari Jack.


Saat ini, ia sangat berharap jika Jack menyadari bahwa Amira Tan hanya mencintainya dan membenarkan semua perkataan yang barusan disampaikan. Bahkan ia menunggu dengan perasaan membuncah karena Jack hanya diam dan tidak langsung membuka suara untuk menanggapi.


Jack sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak atas perkataan yang mengatasnamakan cinta sejati untuk menghentikannya.


Namun, masih berusaha untuk tenang dan tidak bersikap seolah semuanya adalah rencananya. Tentu saja masih berakting untuk menjadi seorang pria bodoh tidak tahu apa-apa.


"Apa maksudmu sebenarnya? Apakah hubungan kalian sudah berakhir? Aku bahkan baru datang karena dihubungi oleh om bahwa ibunya Amira Tan hari ini masuk ke rumah sakit karena serangan jantung. Lalu, kau menghentikanku dan berkata konyol seperti ini?"


"Apakah saat ini kau berpikir bahwa aku bisa mendapatkan Amira Tan karena tidak ada dukungan dari orang tua untukmu? Sepertinya takdir berpihak padaku jika itu memang benar. Bukankah tadi kau sangat percaya diri ketika mengatakan padaku bahwa Amira Tan sangat mencintaimu?"


"Namun, sekarang kau seperti takut dan khawatir aku merebutnya darimu. Seharusnya kau tahu bahwa aku tidak akan pernah menyerah seperti perkataanku beberapa saat lalu? Jadi, mana mungkin melepaskan Amira Tan jika kemenangan benar-benar di tanganku?"


Jack bahkan tidak membenarkan perkataan yang mengatakan bahwa cinta sejati adalah bisa merelakan seseorang yang dicintai hidup bahagia bersama dengan yang dicintai.


Kemudian Jack mengikis jarak dengan berjalan mendekati pria di hadapannya tersebut untuk berbisik di dekat daun telinga. Bahkan senyuman menyeringai tampak jelas dari wajahnya saat ini karena merasa menang dan berhasil mengalahkan Noah.

__ADS_1


"Bagiku, cinta sejati adalah saat aku serius pada Amira Tan dan pergi ke hadapan orang tuanya untuk melamar putri mereka. Itulah yang merupakan cinta sejati karena menunjukkan keseriusan kepada orang tua wanita yang dicintai, bukan berbuat **** sebelum menikah seperti yang kau lakukan."


To be continued...


__ADS_2