
Satu jam kemudian, terlihat Arya dan Calista berada di bawah selimut tebal dengan posisi saling berpelukan.
Calista asyik memeluk erat pinggang kokoh pria yang telah berhasil mengirimkan puncak kenikmatan berkali-kali. "Aku kalah. Kamu benar-benar sangat hebat."
Sementara itu, Arya yang tadi membandingkan antara Putri dengan Calista, ternyata lebih menantang sang kekasih dan tidak menyesal memilih wanita yang dulu menjadi teman baik tersebut.
Arya masih memejamkan mata untuk menormalkan deru napas memburu dan kini mengatakan bahwa saat ini memulihkan sedang tenaga.
"Kamu tidak akan bisa mengalahkanku, jadi jangan terlalu percaya diri."
Calista kini memilih melepaskan pelukan karena ingin meluruskan tubuh dan otot-otot yang baru saja menegang. "Iya, kamu benar. Aku mengaku kalah. Apa aku boleh bertanya sesuatu?"
Kini, Arya memiliki firasat buruk dan seketika membuka mata. Dengan mengangkat wajah setelah memiringkan tubuh menghadap Calista.
"Apa kamu ingin menjebakku dengan pertanyaan?"
"Jawab saja dengan jujur." Calista dengan ragu-ragu mengeluarkan suara. "Siapa di antara kami yang paling menggairahkan?"
Benar saja apa yang dipikirkan oleh Arya karena sudah tahu jika para wanita memiliki rasa keingintahuan sangat tinggi, tapi juga mudah patah hati.
"Jika aku jujur, kamu tidak akan marah padaku, kan? Atau kamu jawab juga pertanyaanku, mengenai pria yang bernama Mark Zuckerberg itu. Lebih baik kamu dulu yang jawab, baru aku."
Seperti pepatah 'Senjata makan tuan' kini Calista tidak bisa lari dari apa yang dihadapi. "Jadi, kamu ingin tahu kuat mana dengan bajingan itu?"
"Iya, apakah si berengsek itu lebih kuat dariku?" tanya Arya yang kini dikuasai oleh rasa penasaran.
__ADS_1
"Pria luar memang lebih kuat tenaga karena mengkonsumsi obat, jadi jangan tertipu. Jadi, menurutku, kamu lebih baik karena tadi tanpa minum apapun. Sekarang apa kamu puas?" Calista sengaja menipu Arya karena tidak ingin membuat pria itu kecewa.
Sebenarnya Calista berbohong karena Mark Zuckerberg jauh lebih kuat dibandingkan Arya tanpa minum apapun. Itu semua karena baru mengetahui kabar buruk bahwa pria yang pernah sangat dicintai tersebut ternyata adalah seorang hiper ***.
Tidak akan pernah puas bercinta satu kali. Bahkan setelah menggapai puncak kenikmatan pun masih bisa melakukan dan tahan beberapa jam.
Awalnya dulu sangat mendamba setiap sentuhan Mark karena adalah wanita yang lugu dan tidak berpengalaman, tapi lama-kelamaan membuat Calista sering sakit karena dalam satu hari bisa beberapa kali menghajarnya di atas ranjang.
Calista sering mengeluh dan tidak bisa melayani gairah Mark. Mungkin karena itulah memilih berselingkuh dengan wanita lain yang bisa memuaskan hasrat pria yang sudah sangat dibenci itu.
Dari situ Calista sadar bahwa lebih baik mencari pasangan dari orang yang satu negara karena mengurangi resiko seperti itu. Perbedaan negara, pasti akan ada banyak hal yang tidak sama dalam segala aspek.
Trauma dan berjanji tidak akan pernah tertarik dengan pria yang berbeda negara, Calista akhirnya menjatuhkan pilihan pada Arya.
"Sekarang katakan mengenai jawaban atas pertanyaanku!" Calista kini bisa melihat raut wajah Arya yang tadi dipenuhi rasa penasaran telah berubah penuh kelegaan.
"Tenang saja. Aku tidak akan pernah tersakiti dengan jawabanmu karena justru akan berusaha lebih baik dari wanita itu. Jadi, aku akan berusaha. Katakan saja."
Calista yang manipulatif karena selalu bisa menipu siapa pun termasuk pria dengan paras rupawan yang masih terlihat menopang kepala dengan tangan kiri untuk menghadap ke arahnya.
Ketika beberapa saat lalu Arya ingin mengatakan jika Calista jauh lebih liar dari Putri, mengurungkan niat begitu mendengar perkataan wanita yang menyebut akan berusaha lebih baik lagi.
'Jika yang tadi liar saja bisa berusaha lebih hot lagi, lebih baik aku menipu Calista, agar percintaan kami jauh lebih bergairah,' gumam Arya dengan rencana licik.
Kemudian berakting seperti sangat menyesal mengatakan kenyataan yang penuh dengan kebohongan.
__ADS_1
"Sebenarnya wanita itu lebih baik darimu, tapi jangan berkecil hati. Aku sudah sangat puas hari ini. Kamu tidak perlu berusaha lebih baik karena menurutku sudah cukup."
Wajah Calista yang dari tadi diliputi rasa percaya diri telah punah seketika dan tentu saja sangat terkejut karena sudah mengeluarkan seluruh kemampuan hari ini, tapi ternyata masih kalah dari Putri.
'Padahal wanita itu adalah ibu dengan dua anak, tetapi aku bisa dikalahkan? Astaga, ini benar-benar merendahkan harga diriku. Aku tidak akan membiarkan ini karena nanti Arya akan kembali pada Putri jika tidak bisa memuaskan hasrat yang dimiliki pria kuat ini.'
Meskipun perasaan berkecamuk karena kecewa, tetapi saat ini Calista berusaha bersikap biasa. Berakting tidak marah atau kesal karena dikalahkan oleh wanita lain, hanya seulas senyuman terbit dari bibir Calista.
"Aku akan menjadi wanita yang lebih segalanya dari Putri. Ini janjiku padamu."
"Tidak perlu, Calista. Aku ingin kamu menjadi diri sendiri." Arya masih berakting meski sebenarnya ingin sekali tertawa terbahak-bahak.
"Tidak! Jangan hentikan aku. Ini sungguh menghina harga diriku sebagai seorang Calista." Masih tidak terima dengan fakta mengenai Putri.
"Baiklah, terserah kamu saja. Aku terima apapun yang kamu berikan untukku. Bukankah tadi mengatakan jangan menyebut namanya? Sekarang kamu sendiri yang mengungkit dan memanggil. Jadi, bukan salahku. Apakah kamu akan pulang ke rumah?" Arya ingin tahu karena berencana kembali ke istana keluarga Mahesa.
"Tidak, aku ingin di sini bersamamu." Calista semakin mengeratkan pelukan. "Aku tadi penasaran dan tidak sadar menyebut nama itu. Lupakan saja."
Akhirnya Arya mengurungkan niat untuk pulang karena tidak akan membiarkan Calista sendirian di apartemen. "Memangnya orang tuamu tidak mencari?"
"Mereka tahu jika aku ada di sini saat tidak pulang. Kenapa orang tuaku sangat mempercayai apapun yang kukatakan? Itu karena aku selama ini selalu membanggakan mereka. Jadi, ini adalah timbal balik atas semuanya dengan memberikanku kebebasan setelah pulang dari Inggris."
Arya kini semakin tertarik untuk mengetahui semua hal mengenai Calista dan akhirnya tidak jadi tidur karena saling menceritakan mengenai masa lalu mereka.
Merasa jika keduanya memiliki kecocokan dan memantapkan hati untuk saling mengisi satu sama lain dengan cinta, serta ingin mengobati luka hati gara-gara dikhianati oleh pasangan.
__ADS_1
To be continued...