Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Tidak ada yang menolak


__ADS_3

Amira Tan sama sekali tidak memperdulikan apa yang baru saja dikatakan oleh Jack karena sudah terbiasa. Semua itu karena pria di hadapannya tersebut dari dulu tidak pernah berhenti untuk mengejar cintanya meski berkali-kali ditolak.


Seolah berubah menjadi pengemis cinta yang mengenaskan saat tak terbalas perasaan. Amira Tan yang baru saja menyelesaikan beberapa poin penting mengenai kontrak pernikahan, mengangkat buku dan membaca, agar Jack memberikan jawaban setuju atau ada yang tidak.


"Dengarkan aku baik-baik dan pikirkan! Poin pertama seperti yang dikatakan oleh Noah tadi kenapa tidak ada sentuhan fisik. Hari ini kau sudah beberapa kali melanggarnya, Jack. Jadi, perlu kau ingat tidak boleh mengulangi kesalahan untuk kesekian kali."


Saat baru saja menutup mulut, melihat waiters datang membawa makanan yang dipesan dan menyajikan di atas meja, sehingga menunda melanjutkan apa yang akan disampaikan pada Jack.


Sementara itu, Jack sebenarnya ingin tertawa untuk menanggapi, tapi menjadi tertahan karena ada waiters yang masih menata hidangan.


'Dasar bodoh! Harusnya bisa berpikir secara rasional sebelum berbicara. Semenjak mengenal pria sialan itu, Amira Tan jadi tidak bisa berpikir jernih. Bagaimana mungkin aku tidak menyentuhnya sama sekali saat berada di hadapan orang tuanya?'


'Apalagi prosesi pernikahan pasti ada banyak sentuhan fisik. Sepertinya aku perlu menyadarkan wanita bodoh ini agar paham,' gumam Jack yang kini menganggukkan kepala begitu waiters mengucapkan selamat menikmati.


Kemudian beralih menatap ke arah Amira dan menyodorkan piring berisi steak pesanannya. "Makanlah, agar kuat menjalani cobaan dalam hidupmu!"

__ADS_1


Amira Tan yang sama sekali tidak berselera untuk makan, hanya menatap tanpa bergerak untuk menikmati makanan mewah yang memiliki harga cukup menguras kantong tersebut.


Merasa percuma jika berkali-kali mengatakan pada Jack bahwa tidak ingin makan, jadi memilih untuk diam.


Kini, Jack memotong steak menjadi kecil-kecil dan menukar dengan piring yang masih utuh milik Amira Tan. "Aku keberatan dengan poin pertama."


Kemudian kembali melakukan pekerjaan memotong steak yang masih utuh tersebut dan menyuapkan ke dalam mulut serta mengunyah.


"Apa maksudmu keberatan tidak ada sentuhan fisik? Apakah kau ingin mencari keuntungan dariku seperti yang dikatakan oleh Noah?" Kini, Amira Tan mengarahkan tatapan penuh kecurigaan pada Jack karena mengingat apa yang tadi disampaikan oleh Noah.


Hingga bertambah murka begitu melihat respon Jack.


"Apa kau pikir aku tidak pernah memakai otak saat memutuskan sesuatu? Bukankah kau tahu bahwa aku adalah seorang pengacara hebat yang sering mengalahkan banyak lawan di pengadilan?"


Merasa sangat terhina, membuat Amira Tan mengambil garpu dan mengarahkan pada potongan daging dengan sangat kasar hingga menimbulkan bunyi cukup keras sambil menatap tajam pria di hadapannya.

__ADS_1


Sementara Jack yang sama sekali tidak takut pada amarah Amira Tan saat ini, masih melanjutkan ritual makan dengan santai. Bahkan juga menatap Amira Tan yang membuatnya sedikit merasa lega karena melampiaskan amarah dengan menikmati makanan yang dipesan barusan.


"Jika tidak ada sentuhan fisik di antara kita saat berada di hadapan orang tuamu, bukankah malah akan terlihat sangat kaku? Lalu mereka akan curiga dan jika sampai tante menyelidiki. Kemudian mengetahui bahwa kita hanya berpura-pura di depannya."


"Untuk dampaknya, pikirkan saja sendiri, agar sadar bahwa kamu tidak secerdas yang dulu." Jack sebenarnya ingin memesan makanan yang membuat mood Amira Tan berubah baik, tapi tidak jadi melakukan karena mengetahui bahwa wanita itu selalu menyalahkannya atas semua hal.


Jadi, menyadarkan dengan cara menyindir. 'Semoga dia sadar bahwa saat ini sudah banyak berubah dan semua itu disebabkan oleh Noah.'


Namun, Jack sedikit senang karena tadi Amira Tan tidak mau mengangkat telpon dari Noah, yang menandakan bahwa hubungan percintaan mereka mulai dihantam masalah.


'Hanya butuh waktu sebentar lagi untuk membuatmu berpisah dari Noah. Aku akan menyelidiki siapa wanita yang tadi bersama Noah. Mungkin saja bisa membantuku untuk menarik Noah dan membuatnya jatuh cinta.'


'Atau bila perlu, menjebak Noah seolah-olah bercinta dengan wanita itu? Aku yakin bahwa tidak ada orang yang bisa menolak sejumlah uang untuk pekerjaan sepele.' Jack bahkan sangat lahap menikmati makanan hingga habis.


Bahkan saat makanannya sudah habis pun, tidak mendapatkan tanggapan atas apa yang baru saja diungkapkan. Namun, saat ini mengetahui bahwa Amira Tan tengah memikirkan bahwa semua yang tadi dijelaskan masuk akal.

__ADS_1


Amira Tan yang tadinya tidak berniat untuk makan saat tidak berselera, karena dikuasai oleh amarah, membuatnya menghabiskan steak di hadapannya. Kemudian beralih ke arah tiramisu yang menjadi desert dan meneguk minuman hingga perutnya benar-benar terasa kenyang.


To be continued...


__ADS_2