Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Tidak berencana apapun


__ADS_3

Aldiano sama sekali tidak menyangka akan mendengar sesuatu yang selama ini ia inginkan, tapi entah mengapa tiba-tiba nyalinya menciut karena malah berpikir jika sampai mengiyakan, yang didapatkan hanyalah kemurkaan dari sang ayah.


'Pasti papa akan berpikir jika aku yang mengancam wanita ****** ini untuk berpisah, selalu memberikan hukuman padaku dengan cara mencoret namaku dari kartu keluarga, seperti yang selalu dikatakan,' gumam Aldiano yang saat ini masih terdiam memikirkan keputusan terbaik yang diambil.


Hingga indra pendengarannya menangkap suara dari sosok wanita yang seolah tengah menyindirnya habis-habisan dan membuatnya serasa tertampar.


"Kenapa? Apa kamu takut jika tidak mendapatkan harta sepeser pun setelah sandiwara ini berakhir?" Putri yang sebenarnya sudah mengetahui kelemahan dari pria yang tepat berada di sebelah kanannya, seolah akhir dari tawarannya.


Bahwa Aldiano merasa ragu untuk menerima tantangannya karena masalah uang. Ia yang tadinya masih berada pada posisi intim karena jarak hanya beberapa senti saja, kini menguraikan dengan bergerak ke samping untuk kembali pada tempat semula.


"Sudahlah! Lupakan apa yang kukatakan tadi," ucap Putri yang kini menyadarkan kepala pada jok mobil, lalu memejamkan mata.


Ia merasa sangat pusing hari ini karena terlalu banyak masalah yang dialami hari ini. Kejadian berbeda yang terjadi hari ini benar-benar menguras energinya. Apalagi ia terpaksa pergi meskipun belum mengetahui hasil operasi dari Jack karena kejadian di depan ruangan operasi.

__ADS_1


Saat ia masih sibuk dengan pikirannya, merasa sangat terganggu dengan suara Aldiano yang cukup keras dan membuat bising di dalam mobil mewah itu.


Aldiano tidak ingin dianggap pria tidak punya pendirian dan mengarahkan tatapan tajam pada wanita yang tidak bisa melihat kemurkaannya saat ini. "Kau salah!"


"Aku bukannya takut, tapi hanya berpikir jika suasana hati papa sedang baik karena ini adalah ulang tahun perusahaan. Jika sampai mengatakannya, akan merusak suasana hatinya. Kau sama sekali tidak mengerti bagaimana papaku."


Ia akan menghembuskan napas kasar untuk melampiaskan perasaan bergejolak yang membuatnya ingin sekali mengangkat tangan untuk mencekik wanita dengan kelopak mata terpejam itu.


Namun, ia sadar tidak mungkin melakukannya karena akibatnya akan bertambah buruk dengan kehilangan semua yang dimiliki "Hanya aku yang tahu akibatnya jika kecewa serta marah. Jadi, lebih baik kau diam dan tidak asal berbicara."


Hanya saja, ia merasa telinganya semakin panas karena Aldiano tidak mau mengakui kebenaran yang sesungguhnya. Hingga ia pun kini melakukan hal yang sama, yaitu meluapkan emosinya dengan berteriak setelah membuka mata.


"Lalu apa yang sebenarnya kau inginkan, Tuan muda Aldiano! Aku tidak akan bunuh diri hanya karena tersiksa dengan perbuatanmu. Itu hanya akan membuatku sengsara di dunia maupun akhirat."

__ADS_1


"Aku bisa menanggung semua penderitaan di dunia ini, tapi tidak di akhirat karena kehidupan di sana jauh lebih kekal. Kau menginginkanku bunuh diri agar tidak terjerat hukum, lalu dengan bersorak gembira mendapatkan semua harta warisan. Bukankah itu yang ingin kau katakan?" Bahkan Putri berbicara dengan napas memburu yang menunjukkan amarah.


Hingga ia menyadari kesalahannya karena meluapkan amarah dengan berbicara kasar pada pria yang seharusnya dihormati sebagai suami.


"Wah, kau benar-benar sangat berani berteriak padaku," sarkas Aldiano yang saat ini tertawa terbahak-bahak. Bahkan ia juga bertepuk tangan sebagai sebuah applause untuk kelancangan wanita yang kini malah bergerak membuka pintu.


"Mau ke mana kau?"


Putri yang merasa tidak tahan berada di dalam satu mobil dengan Aldiano, langsung beranjak keluar karena ingin naik taksi. "Seharusnya aku diam agar tidak meletakkan amarah dengan berbicara hal-hal yang buruk karena tidak bisa menahan emosi."


Tanpa memperdulikan suara teriakan dari Aldiano yang memanggilnya, Putri yang kebetulan melihat taksi, langsung menghentikannya dan masuk ke dalamnya. Namun, ia seketika membulatkan mata begitu mengetahui ada penumpang di dalamnya.


"Arya?"

__ADS_1


"Apa kamu bertengkar dengan suamimu gara-gara aku?" tanya Arya yang merasa sangat terkejut karena kembali bertemu dengan Putri saat tidak berencana apapun.


To be continued...


__ADS_2