Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Sangat mirip


__ADS_3

Sebenarnya saat ini ada rasa sakit luar biasa yang dirasakan oleh Putri karena tidak bisa mengungkapkan jati dirinya pada ayah kandung yang Bahkan tidak pernah memberikan perhatian padanya..


Memang dalam darahnya mengalir darah pria di hadapannya tersebut, tapi faktanya kehadirannya sama sekali tidak diketahui dan membuatnya hanya bisa mengungkapkan keluh kesah dengan mengumpat di dalam hati.


'Ibu, aku sekarang melihat ayah berdiri di hadapanku, tapi sama sekali tidak mengenali putri kandungnya sendiri. Bukankah hal seperti ini sangat mengenaskan? Bahkan jauh lebih buruk daripada memiliki seorang suami tidak normal,' gumamnya di dalam hati yang menyembunyikan semua keluh kesahnya dengan senyuman palsu.


Putri saat ini berakting secara totalitas dengan mengulas senyuman dan membuatnya mengulurkan tangan agar tidak dianggap sebagai orang yang sombong karena tidak mau memperkenalkan diri meskipun sebenarnya enggan melakukannya.


"Senang bisa bertemu dengan orang tua Amira Tan. Saya Putri yang merupakan teman dari putri kalian," ucap Putri yang saat ini tersenyum simpul untuk menutupi perasaan sebenarnya ia sangat kecewa dan hancur.

__ADS_1


Hingga ia dini merasakan pertama kali sentuhan hangat ketika menjabat tangan pria paruh baya yang membuatnya tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah kandung.


Meskipun selama ini merasakan kasih sayang dari ayah tiri yang luar biasa karena menganggapnya seperti putri kandung sendiri, tapi dalam hati kecilnya tetap saja ingin mengetahui seperti apa ayah kandungnya menunjukkan kasih sayang padanya.


"Kami sangat senang bisa bertemu denganmu, Putri. Bahkan kami selama ini tidak tahu jika Amira Tan memiliki teman baik karena selama ini hanya fokus pada hidupnya sendiri," ucap pria paruh baya yang saat ini merasa ada yang aneh ketika menatap iris kecoklatan Putri.


Namun, berpikir bahwa itu merupakan sebuah hal biasa ketika bertemu dengan teman baik putrinya saat pertama kali dan akhirnya merasa gugup. Saat ia melihat senyuman manis dari wanita yang sudah ia lepaskan kuasa tersebut.


Ia bahkan sangat mengenal sosok putrinya yang sangat tertutup saat berteman karena ia tahu sebabnya. Bahwa selama ini tidak ada yang tahan bisa berteman dengan putrinya karena memiliki sifat buruk, yaitu arogan dan tidak bisa merubahnya walau sedikit pun.

__ADS_1


Saat masih berusaha untuk mengingat tentang wanita yang seperti sudah tidak asing lagi di matanya, seketika membulatkan mata begitu melihat perbuatan dari sang istri yang tiba-tiba menarik rambut teman putrinya dan meluapkan gejolak amarah yang tertahan.


"Dasar wanita tidak tahu diri. Bahkan kau sama sekali tidak memiliki malu menampakkan wajahmu di depan suami dan putriku!" Ibu dari Amira Tan yang awalnya tadi tidak berhenti menatap ke arah sosok wanita yang dianggap tidak asing dan membuatnya seketika meledak-ledak.


"Jangan berpikir aku sangat bodoh karena tidak bisa mengenalimu saat bertahun-tahun lamanya tidak bertemu. Bahkan saat aku melihatmu, seperti tidak pernah berubah dan sama persis dengan wanita itu," gumamnya sambil menatap ke arah putranya.


Refleks Putri menahan rasa nyeri pada kepala karena sama sekali tidak melawan ketika rambutnya ditarik sangat kuat oleh wanita yang ternyata mengenali wajahnya karena mirip dengan sang ibu.


"Membusuklah di dunia ini karena berani menatap ke arahku," gumamnya sambil menatap ke arah wanita yang sangat mirip dengan pelayan yang akhirnya berselingkuh dengan sang suami.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2