Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Teman baik


__ADS_3

Putri bahkan tanpa berpikir langsung memilih kartu nama Arya. "Hubungi suami saja karena itu orang yang lebih bertanggungjawab."


Berpikir jika penyebab sakit adalah karena sering memikirkan Arya tak kunjung pulang. Akhirnya tidak nafsu makan dan selalu menyusui bayinya. Sampai dua mingguan, kondisi langsung drop dan ditemukan tidak sadarkan diri ketika menidurkan Xander.


Nasib baik tidak terjadi saat sedang menggendong Xander. Jadi, tidak sampai membuat putra yang masih bagi terluka.


Sementara itu, Noah yang juga mengetahui tentang perselingkuhan suami Putri, hanya diam dengan pikiran sendiri yang merasa sangat iba pada nasib wanita itu.


'Putri dulu berselingkuh dari suami dan sekarang mendapatkan hal serupa karena pria yang baru saja disebutkan itu mungkin sekarang sedang berselingkuh dengan wanita lain,' gumam Noah yang mendadak mendapatkan sebuah ide.


"Apa suamimu besok yang menjemput?" Noah mulai beraksi.


"Aku akan naik taksi saja. Suamiku sangat sibuk. Jadi, aku tidak ingin mengganggu konsentrasi bekerja, tapi besok ingin memberikan kejutan dengan datang ke kantor tanpa memberitahu."


Putri bahkan sudah sangat bersemangat untuk segera memberikan kejutan pada Arya. Berharap jika pria itu akan terharu karena masih sempat memberikan kejutan saat baru pulang dari rumah sakit.


Noah kini tersenyum ketika perawat itu berpamitan. Kemudian melihat wajah Putri yang berbinar karena diizinkan pulang besok.


"Bagaimana kalau kuantar besok. Aku merasa tidak tega karena wajahmu masih sangat pucat. Jika kamu pingsan di taksi atau di depan perusahaan, apa yang akan dipikirkan oleh orang lain?"


Putri kini bersitatap dengan iris tajam berkilat milik Noah dan merasa bingung sekaligus ragu. Sebagai istri yang baik, sudah menjadi tugas untuk tidak mempermalukan suami.


Apalagi belum menemukan jawaban agar bisa diizinkan ke ruang CEO dengan tidak mendapatkan kecurigaan sama sekali.


"Kamu benar juga, Noah. Menurutku, harus memakai koneksi untuk sekedar masuk ke sana. Aku memang sangat bodoh. Pasti orang biasa tidak akan pernah diizinkan ke kantor CEO perusahaan karena yang ada dan aku hanya akan ditertawakan."


Noah hanya bisa menggaruk tengkuk belakang karena tidak tahu harus berkomentar apa. Namun, mendadak ada ide di kepalanya. "Kamu bisa masuk bersama seseorang yang bekerja untuk perusahaan itu."

__ADS_1


Merasa tidak punya kesempatan, Putri kini memilih sadar diri karena tidak mengenal orang-orang yang bekerja di perusahaan besar.


"Sudahlah! Lupakan saja. Aku tidak jadi memberikan kejutan pada suami. Lebih baik pada Xander. Semoga anakku tetap sehat dan ...."


Putri tidak bisa melanjutkan perkataan begitu melihat Arya menaruh telunjuk pada bibir ketika terlihat sedang menghubungi seseorang.


Hingga suara yang terdengar dari seberang sana, kini membuat Putri tahu apa yang akan dilakukan oleh Noah.


"Halo, Amira Tan. Apa kamu sedang sibuk? Aku membutuhkan bantuanmu."


"Aku sedang di jalan karena baru pulang menemui seseorang. Bantuan apa? Aku pikir kau sudah tidak butuh aku karena sibuk dengan pekerjaan." Amira Tan yang saat ini masih diliputi oleh kekesalan setelah berbicara dengan Arya, kini kembali melampiaskan pada Noah.


"Datanglah ke klinik tempat Putri dirawat jika kamu masih di jalan. Aku akan menceritakan padamu."


Tidak ingin terlalu banyak berbicara dengan Amira Tan di telpon karena khawatir akan merasa nyaman dan berharap, langsung mematikan sambungan telpon.


Noah berharap bisa segera melupakan wanita yang disadari sangat sulit digapai tersebut.


"Apa kamu berpikir aku bisa menemui suamiku jika pergi bersama Amira Tan?" tanya Putri yang berusaha untuk menebak.


"Bukan, tapi sahabat baik Amira Tan yang menjadi pengacara perusahaan itu. Aku yakin jika Jack bisa membuatmu dengan mudah memberikan kejutan pada suamimu."


"Hanya saja, seperti waktu tidak tepat karena hari ini pria itu baru saja patah hati saat Amira Tan menolaknya. Bahkan melibatkan aku. Jadi, aku tidak akan didengar jika meminta tolong." Kemudian menceritakan mengenai kejadian pagi ini.


"Berbeda jika Amira Tan yang meminta, pasti akan langsung disetujui karena berpikir tidak tega menolak keinginan wanita yang dicintai."


Ada banyak hal yang kini tengah dirasakan oleh Putri ketika memilih untuk memberanikan diri muncul di perusahaan yang merupakan milik keluarga Arya.

__ADS_1


"Apakah Arya akan marah padaku karena datang tanpa pemberitahuan? Atau merasa senang karena merindukanku?" Refleks Putri mengingat sesuatu dan kembali memberikan perintah karena Noah yang tengah mengendikkan bahu.


"Noah, kejutanku akan ketahuan jika pihak rumah sakit mengabarkan jika aku besok sudah diperbolehkan pulang. Tolong kamu katakan pada perawat itu agar menghubungi kartu nama Amira Tan saja."


"Kamu benar juga. Baiklah, aku akan ke sana sekarang." Noah kini bangkit dan kursi dan melaksanakan perintah Putri.


Ada rasa khawatir yang dirasakan oleh Putri ketika besok benar-benar berhasil memberi kejutan pada Arya.


'Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak, ya? Rasanya seperti sangat gugup sekaligus takut. Mungkin ini karena terakhir aku dan Arya ribut besar. Mungkin Arya merasa bersalah padaku, jadi takut jika aku marah. Akhirnya memilih untuk introspeksi diri dan berharap nanti saling memaafkan.'


Positif thinking yang diterapkan oleh Putri adalah cara untuk menghibur diri sendiri. Berharap semuanya akan baik-baik saja setelah esok hari. Itulah yang sedang dicoba oleh Putri agar tidak mengacaukan rencana yang disusun.


Sementara itu di luar ruangan, Noah baru saja mengatakan pada salah satu staf wanita di bagian administrasi.


Kemudian merasa lega karena belum menghubungi Arya. "Sebentar lagi, orang di kartu nama itu datang. Jadi, biar langsung dibereskan."


Benar saja apa yang dikatakan oleh Noah saat menoleh, melihat Amira Tan berjalan dan langsung dipanggil sambil melambaikan tangan.


Amira Tan yang dari tadi memikirkan apa rencana Noah, melihat pria itu dan berjalan mendekat. "Apa yang terjadi? Cepat jelaskan padaku!"


Noah pun mulai menjelaskan tentang semua hal, termasuk mengenai Putri yang ingin memberikan kejutan pada Arya.


"Aku tidak tega melihat Putri yang sangat mempercayai suaminya. Padahal pria itu telah berselingkuh dengan wanita lain saat sedang sakit. Jadi, minta bantuan Jack saja, agar bisa dengan mudah menemui pria itu."


Amira Tan yang kini mendengar semua penjelasan Noah, sudah paham dan merasa jika keinginan untuk membalas dendam Arya akan terwujud.


'Arya, aku akan membuatmu tidak bisa lagi mempermainkan Putri. Selama aku hidup, akan melindungi saudara perempuan yang sangat kusayangi.' lirih Amira Tan yang kini terlihat tengah mengungkapkan kasih sayang sebagai seorang kakak.

__ADS_1


"Kamu harus meminta Jack membantu untuk mengantar karena sama-sama pengacara dan teman baik. Jack memang kesal, tetapi adalah teman baikmu dan pasti akan menuruti perintah."


To be continued...


__ADS_2